BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

European Super League Soal Uang, Emangnya UEFA Enggak?

20-04-2021 06:00 | Richard Andreas

Michel Platini (c) UEFA Michel Platini (c) UEFA

Bola.net - European Super League (ESL) sedang ramai dibicarakan. Kompetisi tandingan ini dianggap akan merusak sportivitas sepak bola karena hanya mementingkan uang.

ESL dibentuk oleh 12 klub pendiri, 6 dari Premier League, 3 dari Serie A, dan 3 dari La Liga. Mereka ingin membentuk kompetisi tandingan Liga Champions yang lebih sehat bagi klub dan pemain.

Fans di seluruh dunia protes besar-besaran, menuding ESL telah merusak sportivitas karena mengutamakan uang. Kritik itu benar, tapi seharusnya bukan hanya menyerang ESL.

Sebaliknya, penikmat sepak bola sejati seharusnya tahu bagaimana UEFA dan FIFA mengontrol perputaran uang dalam sepak bola.

Pernah mendengar presiden FIFA atau UEFA tersandung kasus korupsi? Pernah mendengar nama Gianni Infantino, Sepp Blatter, atau Michel Platini?

1 dari 3 halaman

Kasus Panama Papers

Beberapa tahun lalu, mencuat skandal korupsi FIFA dan UEFA yang dibongkar oleh Panama Papers.

Ada nama Gianni Infantino yang terlibat. Saat itu, Infantino masih menjabat sebagai direktur urusan legal UEFA.

Infantino diduga terlibat korupsi dalam penjualan hak siar Liga Champions, Liga Europa, dan Piala Super Eropa ke Amerika Selatan.

Hak siar ini didapatkan oleh perusahaan bernama Cross Trading. Cross Trading segera menjualnya ke Teleamazonas dengan harga tiga sampai empat kali lipat.

2 dari 3 halaman

Korupsi Sepp Blatter dan Michel Platini

Michel Platini (c) UEFAMichel Platini (c) UEFA

Selain itu, ada kasus lain yang benar-benar mencoreng wajah UEFA dan FIFA. Kali ini melibatkan nama Sepp Blatter dan Michel Platini.

Keduanya terbukti bersalah atas kasus penyuapan sebesar 1,3 juta pounds pada tahun 2011 lalu.

Blatter dituding mendulang banyak uang dari pengelolaan hak siar dan menyogok Platini.

Keduanya dijatuhi larangan terlibat dalam urusan sepak bola selama beberapa tahun.

3 dari 3 halaman

ESL menentang UEFA

Budaya korupsi sudah mengakar kuat di UEFA dan FIFA. Klub-klub sangat dirugikan, mereka yang dijual, tapi uang masuk ke kantong para oknum.

Karena itulah ESL dibentuk sebagai bentuk protes. Pengelolaan ESL akan lebih transparan karena melibatkan langsung ke-12 klub pendiri.

Terlebih, saat ini ada investasi besar-besaran di ESL. Perputaran uang akan lebih sehat bagi klub dan pemain.

Sumber: Bola

KOMENTAR