European Super League: Juventus, Barcelona dan Real Madrid Bisa Kalahkan UEFA

Yaumil Azis | 8 Juni 2021, 06:33
European Super League. (c) bola
European Super League. (c) bola

Bola.net - Meskipun dalam tahap kritis, namun harapan European Super League bangkit suatu hari nanti masih ada. Tiga kub raksasa Eropa yaitu Juventus, Real Madrid, dan Barcelona masih terus memperjuangkannya.

European Super League, disingkat ESL, merupakan proyek hasil gagasan Florentino Perez [Presiden Real Madrid] di tahun 2009 silam. Kompetisi ini muncul sebagai ketidakpuasan klub-klub papan atas terhadap format Liga Champions serta pembagian hak siar.

Pada bulan April kemarin, 12 klub papan atas Eropa kompak mengumumkan partisipasinya dalam kompetisi tersebut. Enam di antaranya berasal dari Inggris, sementara sisanya datang dari Italia dan Spanyol.

Sayangnya, hegemoni European Super League hanya bertahan sebentar. Selang beberapa hari setelah pengumuman, enam klub Inggris menyatakan mundur. Disusul kemudian AC Milan, Inter Milan dan Atletico Madrid.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

UEFA Tidak Memiliki Wewenang

Dengan demikian, hanya Juventus, Real Madrid dan Barcelona yang masih memperjuangkan keberadaan kompetisi tersebut. Sehingga bisa disimpulkan bahwa proyek European Super League sudah dalam kondisi sekarat.

Hukuman dari UEFA, yang paling menentang keberadaan ajang ini, bisa menjadi akhir yang indah. Diketahui bahwa federasi sepak bola tertinggi Eropa tersebut mau menjatuhkan hukuman larangan tampil di Liga Champions untuk ketiga klub itu.

Sayang, UEFA sepertinya tidak memiliki wewenang untuk melakukan itu. Menurut laporan Cadena SER, Kementerian Kehakiman Swiss telah memperingatkan UEFA dan FIFA kalau Juventus, Real Madrid dan Barcelona tidak bisa diberikan hukuman atas kasus ini.

2 dari 2 halaman

UEFA dan FIFA Memonopoli Sepak Bola?

Dalam suratnya disebutkan kalau FIFA dan UEFA membatasi inovasi, mencegah kehadiran format lain dan menghilangkan persaingan. Selain itu, kedua federasi itu juga disebut telah membatasi pilihan konsumen dengan menentang alternatif pesaing mereka sendiri.

Surat tersebut muncul setelah hakim Spanyol, Manuel Ruiz de Lara, membawa kasus ini ke Pengadilan Uni Eropa. Dilansir dari AS, Ruiz de Lara merasa UEFA dan FIFA mencoba untuk memonopoli sepak bola.

AS kemudian meminta UEFA untuk memberikan komentar terkait tindakan yang dilakukan Ruiz de Lara. Sayangnya, mereka tidak memberikan jawaban apapun perihal masalah tersebut.

(AS)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR