BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Di Mana Mereka Sekarang? Starting XI Chelsea Sebelum Suntikan Uang Abramovich

04-06-2020 06:30 | Richard Andreas

Manajer Chelsea Frank Lampard (c) AP Photo
Manajer Chelsea Frank Lampard (c) AP Photo

Bola.net - Chelsea termasuk salah satu klub pertama di era modern yang menjadi besar karena uang. Akselerasi perkembangan The Blues dimulai pada tahun 2004 lalu, kala Roman Abramovich tiba dengan membawa beberapa koper uang.

Memang sejak era 80-90an Chelsea sudah jadi salah satu klub terbesar di Inggris, tapi Abramovich tiba dengan ambisi meningkatkan kualitas Chelsea beberapa level lagi.

Tercatat, Abramovich sudah menghabiskan lebih dari satu miliar poundsterling untuk mengembangkan Chelsea sampai sekarang. Dia dikenal sebagai sosok petinggi yang berorientasi pada hasil, gonta-ganti pelatih adalah hal wajar.

Kendati demikian, sifat tanpa kompromi Abramovich benar-benar berdampak positif di lapangan. Di eranya, The Blues sukses meraih 5 gelar Premier League, 5 FA Cup, satu trofi Liga Champions, dan satu Liga Europa.

Abramovich memulai proyek besarnya dengan mendatangkan Jose Mourinho untuk menggantikan Claudio Ranieri. Pilihan tepat, Chelsea langsung jadi juara dengan mengalahkan Manchester United dan Arsenal.

Lalu, di musim 2004/05, Chelsea mencatatkan salah satu rekor musim terbaik oleh tim juara Premier League. Mereka pun masih jadi salah satu tim terkuat sampai sekarang.

Terlepas dari kesuksesan Abramovich di Chelsea, rasanya bakal menarik jika mengenang masa-masa The Blues sebelum uang Abramovich tiba.

Kali ini Bola.net mengulas kembali skuad Chelsea 2002/03, saat itu mereka masih ditangani Claudio Ranieri. Seperti apa penampakan skuad Chelsea sebelum era bos Rusia itu?

Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 11 halaman

Kiper: Carlo Cudicini

Karier Cudicini di Chelsea terbilang baik. Dia jadi kiper utama di awal 2000-an dan masih bertahan di klub meski Petr Cech merebut tempatnya.

Dia baru meninggalkan The Blues pada tahun 2009, bertualang ke Tottenham dan LA Galaxy, lalu kembali ke Stamford Bridge untuk bekerja sebagai pelatih teknis pemain pinjaman Chelsea sampai sekarang.

2 dari 11 halaman

Bek kanan: Mario Melchiot

Melchiot tidak bertahan lama, dia pergi di musim pertama Abramovich. Melchiot sempat menjajal Ligue 1, kembali ke Premie League, lalu sempat mengembara ke Qatar sebelum gantung sepatu.

Sekarang dia terkadang dimintai pendapat sebagai analis sepak bola, tentu pada laga-laga tertentu yang terkait Chelsea.

3 dari 11 halaman

Bek tengah: William Gallas

Gallas tidak langsung pergi setelah Abramovich tiba. Dia masih dipercaya beberapa tahun, sampai akhirnya harus angkat kaki pada tahun 2006.

Saat itu Gallas memilih hengkang ke klub rival, Arsenal. Lalu dia sempat membela Tottenham Hotspur, Perth Glory, sampai akhirnya gantung sepatu. Saat ini Gallas beberapa kali diminta jadi komentator.

4 dari 11 halaman

Bek tengah: Marcel Desailly

Sama seperti banyak pemain lain, Desailly meninggalkan Chelsea di musim pertama Abramovich. Selain karena beda prinsip, saat itu usianya memang tidak lagi muda.

Usai gantung sepatu, Desailly sempat bekerja sebagai analis sepak bola beberapa kesempatan, bahkan sampai sekarang. Dia juga beberapa kali terlibat langsung dalam kegiatan amal.

5 dari 11 halaman

Bek kiri: Celestine Babayaro

Tidak ada informasi pasti apa yang dilakukan Babayaro usai gantug sepatu pada tahun 2010 lalu.

Dia meninggalkan Chelsea pada tahun 2005, sempat membela Newcastle United, lalu hengkang ke LA Galaxy hanya untuk pensiun tanpa bermain.

6 dari 11 halaman

Gelandang : Jasper Gronkjaer

Winger gesit, bisa main di kanan dan di kiri sama baiknya. Sayangnya, Gronkjaer hanya bertahan semusim setelah kedatangan Abramovich, dia pergi bareng Ranieri.

Setelahnya Gronkjaer membela Atletico Madrid, Stuttgart, lalu pensiun di Copenhagen. Tidak ada yang tahu pasti apa kegiatan Gronkjaer sekarang, hanya sesekali berkomentar soal Premier League.

7 dari 11 halaman

Gelandang: Emmanuel Petit

Nasib Petit tidak berbeda dengan pemain-pemain senior lain pada saat itu, bahkan dia memutuskan gantung sepatu di akhir musim 2003/04.

Saat ini Petit beberapa kali bekerja sebagai analis sepak bola. Dia paling sering memberikan komentar terkait perkembangan Arsenal dan Chelsea, dua mantan klubnya.

8 dari 11 halaman

Gelandang: Frank Lampard

Manajer Chelsea Frank Lampard (c) AP PhotoManajer Chelsea Frank Lampard (c) AP Photo

Kedatangan Abramovich justru jadi berkah untuk pemain yang satu ini. Lampard saat itu masih berusia 25 tahun, tepat di awal usia matang pesepak bola.

Kedatangan Mourinho pada tahun 2004 justru jadi awal perkembangan pesat Lampard. Dia menjelma jadi salah satu pemain terpenting sekaligus kapten The Blues.

Tidak sulit mencari Lampard sekarang, lihat saja bangku pelatih Stamford Bridge ketika pertandingan berlangsung.

9 dari 11 halaman

Penyerang: Gianfranco Zola

Tahun 2003, sebelum kedatangan Abramovich, juga merupakan tahun terakhir Gianfranco Zola. Dia memutuskan pindah ke Cagliari, melewati dua musim di sana, lalu gantung sepatu.

Kendati demikian, Zola kembali ke Stamford Bridge beberapa tahun kemudian. Dia dipercaya jadi salah satu asisten Maurizio Sari pada musim 2018/19 lalu.

10 dari 11 halaman

Striker: Jimmy Floyd Hasselbaink

Hasselbaink juga jadi korban revolusi Abramovich. Dia hanya bertahan semusim, lalu memutuskan pergi di akhir musim 2003/04.

Setelahnya Hasselbaink sempat membela Middlesbrough, Charlton Athletic, lalu pensiun di Cardiff City pada tahun 2008. Dia mencoba jalan sebagai pelatih sejak tahun 2013 lalu, tapi tidak benar-benar sukses.

11 dari 11 halaman

Striker: Eidur Gudjohnsen

Gudjhonsen sebenarnya masih bertahan beberapa tahun setelah kedatangan Abramovich, tapi dia memilih hengkang ke Barcelona pada tahun 2006.

Dia meninggalkan Barca pada tahun 2009 dan sempat membela 10 klub lain sebelum gantung sepatu pada tahun 2016 lalu. Sekarang dia dipercaya bekerja sebagai asisten pelatih Timnas Islandia U-21.

Sumber: Berbagai Sumber

KOMENTAR