BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Di Mana Mereka Sekarang: Para Pemenang Golden Boy Award Sebelum Erling Haaland

23-11-2020 20:09 | Dimas Ardi Prasetya

Erling Haaland.(c) AP Photo Erling Haaland.(c) AP Photo

Bola.net - Erling Haaland telah secara resmi diumumkan sebagai pemenang penghargaan Golden Boy edisi 2020. Pemain asal Norwegia ini mengalahkan pesaing ketatnya, Ansu Fati dan Alphonso Davies.

Haaland sendiri sangat layak meraih sukses ini. Bersama RB Salzburg dan Borussia Dortmund, pemain berusia 20 tahun tersebut menjalani musim 2019/2020. Ia mencetak 44 gol di semua ajang.

Musim ini, ia pun mengawali perjalanannya dengan sukses. Sejauh ini, Haaland mencetak 11 gol di semua kompetisi.

Penghargaan Golden Boy sendiri merupakan penghargaan yang diinisiasi oleh media asal Italia, Tuttosport pada 2003 lalu. Kemudian, sejumlah media ikut dalam proses penilaian penghargaan bagi pemain muda yang disebut paling bergengsi di dunia ini. Pada edisi terakhir, selain Tuttosport, dewan juri diisi juga oleh perwakilan Bild, Blick, A Bola, l'Equipe, France Football, Marca, Mundo Deportivo, Ta Nea. Spor Express, De Telegraaf, dan The Times.

Sejak pertama diinisiasi, sampai saat ini, sudah ada 18 pemain yang memenangi penghargaan ini. Banyak pemain muda tersebut akhirnya moncer.

Namun, ada juga pemain-pemain yang gagal menunjukkan kemampuan terbaiknya. Siapa saja para pemain tersebut dan di mana mereka sekarang? Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 9 halaman

2011 Mario Gotze - PSV

Gotze merupakan salah satu gelandang terbaik Jerman. Ketika menjadi salah satu dinamo lini tengah Borussia Dortmund, ia sukses menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Namun, kemampuan ini tak muncul ketika Gotze hengkang ke Bayern Munich. Ia tak menjadi pilihan utama di klub tersebut. Kesulitan menunjukkan penampilan terbaiknya bersama Bayern, ia kembali ke Dortmund. Namun, ia gagal mengulang masa-masa indah. Pada 6 Oktober 2020, ia hengkang dan bergabung dengan PSV Eindhoven.

2 dari 9 halaman

2012 Isco - Real Madrid

Isco meraih trofi Golden Boy ketika memperkuat Malaga. Hal ini tak lepas dari sihir dan keajaiban yang ia tunjukkan di klub tersebut.

Sihir dan keajaiban itu juga yang membuat Real Madrid jatuh hati dan meminang Isco.

Namun, perjalanannya di Madrid tak langsung mulus. Terlebih lagi, ia harus bersaing dengan dua nama tenar, Cristiano Ronaldo dan Gareth Bale. Namun, seiring dengan hengkangnya Ronaldo dan Bale, Isco mulai mendapat kesempatan untuk bermain di tim utama.

3 dari 9 halaman

2013 Paul Pogba - Manchester United

Ketika meninggalkan Manchester United pada 3 Agustus 2012, beragam omongan miring mengiringi langkah Paul Pogba. Ia disebut tak bakal sukses setelah meninggalkan Old Trafford.

Namun, bersama Juventus, ia justru berkembang pesat. Tak hanya mampu membantu klubnya tampil ciamik, penampilan Pogba juga membuatnya meraih penghargaan Golden Boy pada 2013.

Setelah empat tahun memperkuat Juventus, Pogba kembali ke United. Kali ini, ia kembali dengan status sebagai pemain bintang.

4 dari 9 halaman

2014 Raheem Sterling - Manchester City

Raheem Sterling merupakan pemain muda andalan Liverpool ketika ia memenangi penghargaan Golden Boy pada 2014. Ia bergabung dengan The Reds pada 1 Juli 2012.

Saat ini, Sterling merupakan salah satu kekuatan utama Manchester City. Pemain kelahiran Jamaika ini hengkang dari Liverpool ke City pada 14 Juli 2015.

5 dari 9 halaman

2015 Anthony Martial - Manchester United

Pada 2015, banyak pihak mengejek banderol 36 juta Euro, yang harus dikeluarkan Manchester United untuk mendatangkan Anthony Martial dari Monaco. Namun, Ed Woodward bersikeras mendatangkan pemain asal Prancis tersebut ke Old Trafford.

Martial tak langsung moncer bersama United. Ia sempat gagap menyesuaikan diri di bawah kepemimpinan Jose Mourinho.

Saat ini, Martial mulai menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia menjadi salah satu pemain kunci United di bawah kepemimpinan Ole Gunnar Solskjaer.

6 dari 9 halaman

2016 Renato Sanches - LOSC Lille

Menjadi bagian Timnas Portugal kala menjuarai Piala Eropa pada 2016 membuat nama Renato Sanches menjadi buah bibir. Pembicaraan tentangnya kian intens ketika Renato menjadi rebutan antara Bayern Munich dan Manchester United.

Bayern akhirnya menjadi pihak yang memenangi perebutan Sanches. Namun, hal ini tak berarti peruntungan Sanches pun meningkat. Ia hanya menjadi penghangat bangku cadangan.

Pada musim panas 2017 ia dipinjamkan selama setahun ke Swansea. Setelahnya, pada 23 Agustus 2019, Sanches meninggalkan Bayern dan bergabung dengan Lille.

7 dari 9 halaman

2017 Kylian Mbappe PSG

Mbappe meraih penghargaan ini setelah menunjukkan penampilan apiknya bersama PSG. Ia bermain di PSG dengan status sebagai pinjaman dari Monaco.

Pada 1 Juli 2018, Mbappe bergabung dengan PSG dengan status permanen. Berdasar laman Transfermarkt, ia dipinang dengan mahar 145 juta Euro.

Sejauh ini, Mbappe menjadi salah seorang andalan PSG. Ia mencetak 99 gol dalam 133 pertandingan. Selain di level klub, Mbappe juga menjadi andalan di Timnas Prancis. Ia mencetak empat gol dalam usia belasan tahun, prestasi yang hanya dikalahkan Pele.

8 dari 9 halaman

2018 Matthijs de Ligt - Juventus

Kala memenangi penghargaan Golden Boy pada 2018, Matthijs de Ligt adalah salah seorang pilar lini belakang Ajax. Setelah mendapat penghargaan ini, ia membawa tim asal Amsterdam tersebut memenangi gelar ganda, termasuk juara Eredivisie, gelar juara pertama sejak 2014.

Tak hanya itu, De Ligt juga merupakan pemain kunci Ajax ketika melaju sampai ke Semifinal Liga Champions.

Serangkaian hasil apik ini membuatnya diminati klub-klub besar. Namun, Juventus lah yang menjadi pelabuhan karier De Ligt setelahnya. Pada 18 Juli 2019 ia pindah ke Turin.

Bersama Juventus, ia berhasil meraih gelar juara Serie A. Namun, bagi banyak pihak, ia belum bisa menunjukkan kemampuan terbaik.

9 dari 9 halaman

2019 Joao Felix - Atletico Madrid

Joao Felix menampilkan performa apik selama memperkuat Benfica. Ia mencetak 15 gol dan tujuh assist pada 26 laga di Primeira Liga musim 2018/19.

Setelah penampilan apiknya ini, juga performa ciamik bersama Timnas Portugal, Joao Felix bergabung dengan Atletico Madrid. Bersama Atletico musim ini, ia mencetak tujuh gol dan tiga assist dalam 11 pertandingan di semua ajang.

Bagi sebagian orang, ini masih belum menunjukkan kemampuan asli Joao Felix. Namun, ini adalah awal yang sangat bagus baginya.

(Sumber: Squawka dan Transfermarkt)

KOMENTAR