BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Barcelona vs Bayern Munchen: 5 Hal yang Bisa Dilakukan The Bavarians untuk Singkirkan Blaugrana

14-08-2020 12:08 | Ari Prayoga

Barcelona Vs Bayern Munchen. (c) bolanet Barcelona Vs Bayern Munchen. (c) bolanet

Bola.net - Bayern Munchen akan menghadapi Barcelona di perempat final Liga Champions 2019-2020 akhir pekan ini. Pertandingan seru ini akan digelar di Estadio da Luz, Sabtu (15/8/2020) dini hari dan bisa disaksikan di Vidio dan SCTV.

Pada pertandingan perempat final Liga Champions ini, Bayern Munchen tak bisa dibantah akan menghadapi salah satu tantangan terbesar mereka di Liga Champions. Di babak sebelumnya, Munchen memang mampu menang telak dengan agregat 7-1 atas Chelsea, namun Barca diklaim levelnya di atas Chelsea.

Baik The Bavarians maupun Blaugrana sama-sama memiliki pemain yang bisa menjadi pembeda. Dari segi taktik dan strategi, kedua tim juga memiliki pelatih yang bisa dikatakan sangat berpengalaman dan kaya taktik. Hansi Flick di kubu Bayern Munchen, dan Quique Setien di kubu Barcelona.

Dan dengan menghadapi tim seperti Barcelona yang tangguh dan punya banyak pemain hebat, Lionel Messi salah satunya, jelas butuh taktik dan strategi tepat. Berikut adalah 5 hal yang bisa dilakukan pelatih Hansi Flick pada duel Barcelona vs Bayern Munchen.

1 dari 6 halaman

1. Menerapkan Garis Pertahanan Rendah

Pemain Bayern Munchen berlatih di Estadio da Luz jelang duel melawan Barcelona di perempat final Liga Champions 2019-2020. (c) AP Photo Pemain Bayern Munchen berlatih di Estadio da Luz jelang duel melawan Barcelona di perempat final Liga Champions 2019-2020. (c) AP Photo

Seperti yang sudah diketahui bersama, menerapkan garis pertahanan tinggi melawan tim seperti Barcelona bisa jadi akan menjadi pilihan yang sangat berisiko. Termasuk bila itu dilakukan Hansi Flick.

Raksasa Spanyol tersebut memiliki para pemain dengan daya ledak serangannya bisa dikatakan yang terbaik. Lionel Messi, Luis Suarez, Antoine Griezmann hingga Ansu Fati memiliki kemampuan untuk membuat pertahanan tinggi lawan jadi keuntungan bagi mereka.

Menerapkan garis pertahanan yang lebih rendah bisa jadi pilihan masuk akal, dengan duet David Alaba dan Jerome Boateng menjadi andalan di jantung pertahanan. Akan sangat menarik melihat apakah Messi bisa mengalahkan Boateng dan Neuer lagi atau tidak kali ini.

2 dari 6 halaman

2. Sisi Kiri Bisa jadi Senjata Rahasia Bayern

Alphonso Davies berduel dengan Callum Hudson-Odoi di laga Bayern Munchen vs Chelsea pada 16 besar Liga Champions 2019-2020. (c) AP PhotoAlphonso Davies berduel dengan Callum Hudson-Odoi di laga Bayern Munchen vs Chelsea pada 16 besar Liga Champions 2019-2020. (c) AP Photo

Joshua Kimmich yang bermain di sisi kanan pertahanan bisa jadi akan lebih baik untuk bermain lebih bertahan pada pertandingan ini. Hal ini bisa jadi pertimbangan mengingat Bayern Munchen harus menghadapi setidaknya tiga penyerang Barcelona.

Tekel, intersep, ketangguhan, dan kemampuan membaca permainan milik Kimmich akan sangat berguna bagi Bayern Munchen ketika berada dalam fase bertahan.

Nah, di sisi yang berlawanan Hansi Flick bisa mencoba taktik baru. Meskipun tetap bisa memberikan bala bantuan ketika bertahan, namun memiliki Alphonso Davies, dengan kecepatannya, bisa menjadi ide untuk menghukum Barcelona ketika transisi menyerang. Ya, sisi kanan Barcelona memang sangat lemah dan sudah banyak yang mengetahui itu.

Namun keberhasilan taktik ini juga akan sangat dipengaruhi oleh etos kerja dari Serge Gnabry, tak bisa hanya Davies seorang.

3 dari 6 halaman

3. Lebih Konservatif dalam Pendekatan di Lini Tengah

Skuad Bayern Munchen merayakan gol Robert Lewandowski ke gawang Chelsea, Minggu (9/8/2020) (c) AP Photo Skuad Bayern Munchen merayakan gol Robert Lewandowski ke gawang Chelsea, Minggu (9/8/2020) (c) AP Photo

Melawan Barcelona yang terbiasa dan jago menguasai permainan dari lini tengah, Bayern Munchen harus mempertimbangkan untuk bermain lebih konservatif kali ini. Memiliki Thiago memang menguntungkan dalam kreativitas Munchen, namun sang gelandang lebih bernaluri menyerang ketimbang bertahan.

Nah, dengan Joshua Kimmich ada kemungkinan bermain sebagai bek, sosok Leon Goretzka bisa jadi pilihan. Dengan memiliki sosok yang mampu menjadi 'jagal' di lini tengah, pendekatan konservatif ini diharapkan bisa mematikan kreativitas lini tengah Barcelona.

Selain itu, dengan bermain lebih konservatif Bayern Munchen juga bisa menjadikan David Alaba sebagai 'false libero'. Selain tangguh ketika bertahan, Alaba bisa dijadikan libero untuk menjadi sosok pertama dalam menginisiasi serangan balik tim lewat umpan-umpan terukurnya.

4 dari 6 halaman

4. Pakai Taktik Umpan-umpan Jauh

Bek Bayern Munchen Jerome Boateng. (c) AP Photo Bek Bayern Munchen Jerome Boateng. (c) AP Photo

Memang bakal aneh melihat tim seperti Bayern Munchen memainkan bola-bola panjang ketika menghadapi big match. Namun taktik ini bisa jadi pilihan Hansi Flick bila ingin memanfaatkan salah satu kelemahan Barcelona.

Sudah bukan rahasia lagi bahwa skuad Barcelona memang perlu untuk regenerasi. Dengan skuad 'tua' yang dimiliki Barcelona, terutama di lini belakang, umpan-umpan jauh akan sangat merepotkan Gerard Pique cs.

Memiliki Alaba, Kimmich, hingga Boateng akan menguntungkan dalam taktik ini. Kemampuan ketiganya dalam mengirimkan umpan diagonal bisa jadi senjata rahasia, terutama dengan memiliki pemain cepat seperti Gnabry dan Davies yang selalu siap membongkar pertahanan lawan dengan kecepatan mereka.

5 dari 6 halaman

5. Manfaatkan Bola Mati

Robert Lewandowski dan Leon Goretzka. (c) AP PhotoRobert Lewandowski dan Leon Goretzka. (c) AP Photo

Dalam pertandingan besar seperti ini, penting bagi sebuah tim mampu mendominasi pertarungan fisik dan juga duel-duel udara sepanjang pertandingan. Tak terkecuali bagi Bayern Munchen.

The Bavarians dapat menggunakan situasi bola mati untuk memberikan efek kejut ke Barcelona. Taktik ini sangat mungkin dilakukan mengingat mereka memiliki beberapa pemain yang jago di duel udara seperti Robert Lewandowski, Boateng dan Goretzka.

Dan juga dengan fakta bahwa Barcelona kerap kerepotan menghadapi situasi bola mati, taktik ini bisa menjadi salah satu pilihan Bayern Munchen untuk menyingkirkan Lionel Messi dkk dari panggung Liga Champions.

Sumber: Berbagai sumber

6 dari 6 halaman

Tonton Video Menarik Ini

KOMENTAR