BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

7 Pelajaran dari Liverpool vs RB Leipzig, Ini Gambaran Kekuatan The Reds yang Sesungguhnya

11-03-2021 12:45 | Dimas Ardi Prasetya

Duel Liverpool vs RB Leipzig di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-21 di Puskas Arena, Kamis (11/03/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo
Duel Liverpool vs RB Leipzig di leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-21 di Puskas Arena, Kamis (11/03/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Liverpool telah menuntaskan laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions 2020-21 melawan RB Leipzig, Kamis (11/03/2021) dini hari WIB.

Di laga yang dilangsungkan di Puskas Arena, Budapest, Hungaria ini, Liverpool berada dalam posisi unggul. Sebab di leg pertama mereka menang 2-0.

Di leg tersebut, Leipzig berstatus sebagai tuan rumah. Jadi tim asuhan Julian Nagelsmann itu harus mendaki medan terjal jika ingin mengalahkan Liverpool.

Di laga ini, Liverpool tampil apik. Berbeda dibandingkan saat bermain di Premier League, meskipun ada beberapa momen di mana Leipzig juga sempat mengancam pertahanan Alisson Becker.

Liverpool tampil efektif. Meski kalah dalam penguasaan bola, 40 persen berbanding 60 persen, mereka mencatatkan 12 percobaan tembakan dan tujuh on target. Di sisi lain, Leipzig mencatatkan 11 kali percobaan dan hanya dua yang on target.

Liverpool akhirnya bisa menang dengan skor 2-0 lagi. Gol-gol The Reds dicetak oleh Sadio Mane dan Mohamed Salah lagi.

Dari pertandingan Liverpool vs RB Leipzig ini, apa saja pelajaran yang bisa dipetik? Simak ulasannya berikut ini Bolaneters.

1 dari 7 halaman

Duo Bek Tengah Tampil Solid

Di pertandingan ini, Jurgen Klopp memainkan Ozan Kabak dan Nat Phillips. Bagi Liverpool ini adalah duet baru di Liga Champions. Dalam delapan laga di UCL musim ini, The Reds selalu memainkan delapan kombinasi pemain yang berbeda.

Opsi ini ternyata membuahkan hasil brilian. Keduanya tampil tanpa kompromi di lini belakang. Mereka siap menghadang setiap bola yang akan mengancam gawang Alisson Becker.

Mereka tak terlihat keteteran saat lawan mencoba melancarkan serangan balik untuk memanfaatkan ruang kosong di antara lini belakang dan kiper. Mereka sanggup menghentikan serangan lawan dengan berbagai cara.

Kabak di laga tersebut, menurut WhoScored, mencatatkan satu tekel, dua intersep, dua sapuan dan satu blok. Sementara Phillips mencatatkan tiga tekel dan lima sapuan.

Untuk Phillips, laga ini bisa dikatakan sebagai salah satu laga terbaiknya musim ini bersama Liverpool.

2 dari 7 halaman

Thiago Diuntungkan Kembalinya Fabinho

Di laga ini, fans Liverpool akhirnya bisa mendapatkan lagi pemandangan yang sudah lama mereka nanti-nantikan. Kembalinya Fabinho ke lini tengah.

Pemain asal Brasil itu tak cuma membuat pertahanan Liverpool makin kokoh. Ia juga berhasil membuat Thiago bisa leluasa membantu lini serang. Ia bisa mempertontonkan visinya yang jempolan.

Thiago sempat mendapat peluang untuk mencetak gol di laga tersebut, sebelum akhirnya memilih mengumpan pada Salah. Pemain Spanyol ini juga sempat memberikan umpan lob unorthodox pada pemain asal Mesir tersebut.

Di lain kesempatan, ia juga mendapat kans untuk menjebol gawang Leipzig lagi. Namun tendangan kerasnya masih bisa diblok oleh kiper lawan.

Thiago juga tak melupakan timnya saat bertahan. Tercatat ia melepaskan enam tekel, terbanyak dibanding pemain Liverpool lainnya. Ia juga mencatatkan satu intersep dan dua sapuan.

Thiago menjadi salah satu pemain yang tampil paling menonjol di pertandingan tersebut.

3 dari 7 halaman

Bersinarnya Lini Serang Liverpool

Di laga ini, Liverpool tetap memainkan Sadio Mane dan Mohamed Salah. Plus Diogo Jota, yang menggantikan Roberto Firmino yang sedang cedera.

Mereka tampil ciamik. Terlebih dengan sokongan dari Thiago dan Gini Wijnaldum.

Banyak peluang yang didapatkan oleh The Reds. Tak cuma dari Mane, Salah dan Jota, tapi juga dari Thiago dan Trent Alexander-Arnold. Sayangnya peluang-peluang itu ada beberapa yang tak bisa dimaksimalkan menjadi gol.

Di laga ini, Liverpool mencatatkan 12 percobaan tembakan. Tujuh di antaranya tepat sasaran.

Ini tentu berbeda dibandingkan dengan laga-laga Liverpool sebelumnya, khususnya di liga. Contohnya saja saat lawan Chelsea di mana mereka cuma mencatatkan tujuh percobaan tembakan dan cuma satu saja yang tepat sasaran.

Jika Liverpool bisa mempertahankan performa ini di liga domestik, niscaya mereka akan baik-baik saja di akhir musim nanti.

4 dari 7 halaman

RB Leipzig yang Naif

Semua tim tahu bahwa Liverpool tim yang sulit dilawan. Jika adu serangan dengan mereka, akibatnya bisa fatal.

Salah satu opsi untuk menjinakkan Liverpool adalah bermain dengan menumpuk pemain di lini belakang. Jangan sampai menyisakan ruang kosong antara lini pertahanan dengan kiper.

Namun Leipzig mengabaikan hal tersebut. Mereka dengan naifnya berani bermain dengan pressing tinggi. Hal itu banyak membuka ruang bagi Sadio Mane, Mohamed Salah, dan Diogo Jota untuk berkreasi.

Leipzig sendiri tampaknya terlalu tergiur dengan kelemahan yang tampak terlihat di lini belakang Liverpool. Mereka tampak mengincar Trent Alexander-Arnold yang kurang solid dalam bertahan dan juga mencoba mengeksploitasi ruang yang ada antara para bek tengah dengan Alisson Becker.

Sayang rencana mereka gagal. Mereka harus membayarnya dengan mahal; tersingkir dari Liga Champions.

5 dari 7 halaman

Gulacsi Layak Diacungi Jempol

Di pertandingan ini, RB Leipzig tetap mengandalkan Peter Gulacsi untuk mengawal lini belakangnya. Mantan kiper Liverpool itu tampil solid.

Jika bukan karena aksi-aksinya, Leipzig akan kebobolan banyak gol. Ia melakukan sejumlah aksi penyelamatan dari peluang-peluang yang didapatkan Diogo Jota hingga Thiago.

Di laga tersebut, Gulacsi tercatat membuat lima penyelamatan dan lima recoveries. Kiper 30 tahun tersebut jelas layak diacungi jempol.

6 dari 7 halaman

Liverpool Akhiri Rentetan Hasil Negatif di 'Anfield'

Liverpool sempat membuat Anfield menjadi angker. Namun belakangan ini stadion tersebut tak lagi angker bagi tim-tim lawan.

Bahkan Anfield menjadi tambang poin bagi tim-tim lawan. Liverpool gagal meraih kemenangan dalam delapan laga terakhirnya di markas sendiri.

Catatannya, dua kali imbang dan enam kali kalah. Enam kekalahan itu didapat secara beruntun.

Liverpool terakhir kali meraih kemenangan saat jumpa Tottenham pada 17 Desember 2020 lalu. Saat itu mereka menang 2-1.

Kemenangan atas RB Leipzig ini akhirnya berhasil memutus rangkaian hasil negatif Liverpool tersebut. Meskipun, sebenarnya laga kali ini digelar di Puskas Arena, bukan di Anfield yang sebenarnya.

7 dari 7 halaman

Gambaran Kekuatan Asli Liverpool

Pemain Liverpool merayakan gol ke gawang RB Leipzig dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2021). (c) AP Photo
Pemain Liverpool merayakan gol ke gawang RB Leipzig dalam laga leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2021). (c) AP Photo

Di pertandingan ini, Liverpool bisa tampil normal. Dalam artian para pemain semua bisa tampil di posisi aslinya.

Memang masih ada sejumlah pemain yang cedera dan absen. Namun masih ada penggantinya.

Contohnya saja Fabinho. Ia sebelumnya didapuk sebagai bek tengah dadakan dan di laga lawan RB Leipzig ini pemain Brasil tersebut ditempatkan kembali di sektor gelandang.

Fabinho membantu lini tengah tampil solid. Lini belakang juga sangat bisa diandalkan. Sementara itu lini serang sangat berbahaya dan sering menciptakan peluang berbahaya.

Liverpool pun secara sekilas menunjukkan seperti inilah kekuatan mereka yang sebenarnya jika saja musim ini mereka tak dilanda kesialan. Mulai dari keletihan hingga badai cedera pemain.

Jika nanti Virgil van Dijk dan Joe Gomez pulih, plus Jordan Henderson, sementara Roberto Firmino tak lagi keletihan, bersiaplah melihat kelas Liverpool yang sesungguhnya.

(WhoScored/Sportskeeda/This Is Anfield)

KOMENTAR