BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Rivalitas Antarklub Paling Panas di Dunia Sepakbola (Bagian 2)

15-09-2020 19:38 | Serafin Unus Pasi

Marco Materazzi bersandar pada pundak Rui Costa pada laga Derby della Madonnina di Liga Champions 2004/2005 (c) Squawka Marco Materazzi bersandar pada pundak Rui Costa pada laga Derby della Madonnina di Liga Champions 2004/2005 (c) Squawka

Bola.net - Sepak bola sejatinya merupakan olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas baik di dalam dan luar lapangan. Namun, pada kenyataannya olahraga 11 lawan 11 itu kerap menjadi pemicu rivalitas panas antar klub dan tak jarang juga, hingga terjadi gesekan antar suporter.

Rivalitas antar klub sebenarnya hal yang lumrah terjadi di sepak bola. Dengan tingginya intensitas permainan, ketatnya liga membuat segalanya menjadi mungkin dan rasa kompetitif tersebut semakin terjaga.

Namun, terkadang ada yang sampai melanggar batasan. Bahkan, ada yang sampai harus kehilangan nyawanya akibat mendukung tim sepak bola tersebut.

Tak hanya itu, penyebab yang lainnya seperti masalah bisnis, politik, hingga fanatisme buta pun dapat memicu rivalitas antar klub.

Lalu, klub mana saja yang memiliki sejarah rivalitas paling panas di dunia sepak bola? Berikut lima di antaranya.

1 dari 5 halaman

1. Superclasico (Boca Juniors vs. River Plate)

Boca Juniors dan River Plate adalah dua klub sepak bola terbaik di Argentina. Basis pendukung keduanya sangat berbeda, Boca Juniors lebih diidentikkan dengan kelas pekerja. Sedangkan pendukung River Plate lebih diidentikan dengan kelas menengah ke atas,

Namun, dalam sejarah Superclasico, Boca Juniors berhasil memimpin kemenangan paling banyak dengan 89 kali menang atas River Plate yang hanya meraih 83 kali kemenangan.

Tetapi dari segi prestasi, River Plate lebih banyak memiliki gelar domestik jika dibandingkan dengan Boca. River telah menjuarai Liga Argentina sebanyak 36 kali, sedangkan Boca tertinggal sedikit dengan menjadi juara sebanyak 34 kali.

Sementara untuk Piala Libertadores atau Liga Champions-nya Amerika Selatan, Boca telah memiliki 6 gelar juara, sedangkan River hanya baru memiliki 4 gelar.

Leg kedua Final Copa Libertadores menjadi saksi bagi perseteruan keduanya, ketika itu Boca hendak melakoni laga tandang ke El Monumental, markas River Plate.

Namun, duel itu batal dilangsungkan setelah bus yang mengangkut pemain Boca diserang oleh pendukung tim tuan rumah.

Akibat insiden itu, beberapa pemain Boca harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka-luka. Tak hanya itu, bus yang mereka tumpangi pun rusak berat akibat lemparan berbagai benda.

2 dari 5 halaman

2. El Clasico (Barcelona vs. Real Madrid)

Duel Barcelona kontra Real Madrid adalah salah satu yang paling ditunggu di seluruh penjuru dunia. Tak hanya di luar Spanyol, di dalam negara tersebut pun tensi mendadak panas akibat rivalitas panjang kedua klub.

Berawal dari sentimen politik pada tahun 1930-an, ketika Francisco Franco, jendral Spanyol menentang gagasan Catalonia sebagai negara yang terpisah. Ternyata keterlibatan politik tersebut membuat situasi semakin buruk.

Ditambah lagi Real Madrid berhasil menghajar Barcelona dengan skor 11-1 pada 1943, hal ini semakin memperburuk rivalitas antar keduanya.

Bak udah jatuh ketimpa tangga, rivalitas antar keduanya terus memanas saat Barcelona gagal mendatangkan Alfredo di Stefano pada tahun 1950-an, yang akhirnya lebih memilih untuk berseragam Los Blancos.

Tak sampai disitu saja, Luis Figo pun kembali menambah bumbu perseteruan bagi kedua klub tersebut setelah dirinya hengkang dari Barcelona ke Real Madrid pada tahun 2000.

Bahkan, Figo sampai harus dicap sebagai pengkhianat oleh fans Barcelona akibat kepindahannya tersebut. Legenda sepak bola Portugal ini juga pernah dilempar kepala babi oleh para penggemar, ketika dua tim tersebut bertemu.

Barcelona dan Real Madrid telah bertemu sebanyak 244 kali dalam pertandingan kompetitif. Namun, dalam urusan perebutan trofi baik La Liga maupun Liga Champions, Los Merengues lebih diunggulkan dengan 34 gelar La Liga dan 13 Liga Champions.

Sedangkan, Blaugrana hanya mengoleksi 24 gelar La Liga dan lima Liga Champions.

3 dari 5 halaman

3. The Intercontinental Derby (Fenerbahce vs. Galatasaray)

Fenerbahce dan Galatasaray adalah dua klub yang berasal dari kota yang sama, Istanbul. Rivalitas kedua klub ini bisa dibilang derby paling intens dan pahit di sepak bola Eropa.

Pasalnya, pertarungan tersebut melibatkan segalanya. Mulai dari rasisme, vandalisme, pertarungan di lapangan dan hooliganisme.

Puncaknya pada tahun 2013, ketika ada penusukan kepada pendukung Fenerbahce serta nyanyian rasis yang ditujukan kepada pemain asal Afrika.

Namun, terlepas dari sisi gelap rivalitas kedua klub tersebut. Fenerbahce dan Galatasaray memiliki persaingan yang ketat dan selalu menarik di setiap tahunnya.

Dalam 111 tahun sejarah mereka, klub yang bermarkas di Istanbul itu telah bertemu sebanyak 391 kali.

Fenerbahce unggul dengan kemenangan sebanyak 146 dibanding Galatasaray 124 kali. Tetapi, Galatasaray berhasil unggul dalam perolehan gelar Liga Super Turki sebanyak 22 kali dan Fenerbahce hanya 19 kali.

Selain itu, tim berjuluk Cimbom Aslan ini pun memiliki gelar paling banyak di Piala Turki sebanyak 18 kali dan Fenerbahce hanya enam kali.

4 dari 5 halaman

4. Derby of Eternal Enemies (Olympiakos vs Panathinaikos)

Tak hanya Liga Argentina saja yang mengalami permasalahan dengan pendukungnya yang berasal dari tingkatan ekonomi yang berbeda. Ternyata hal serupa pun terjadi pada Liga Yunani antara Olympiakos dan Panathinaikos.

Pendukung Olympiakos datang dari pinggiran Athena di Piraeus, yang notabenenya kelas pekerja. Sedangkan Panathinaikos mendapat dukungan dari bagian kota yang kaya.

Setelah bertahun-tahun permasalahan ekonomi selesai, permasalahan baru mulai datang di dunia sepak bola yang menjadi lebih ganas dan gila dengan setiap pertandingannya.

Namun, Olympiakos berhasil mendominasi Panathinaikos dengan track record 45-20 di Liga Super Yunani.

5 dari 5 halaman

5. Derby Della Madonnina (AC Milan vs. Inter Milan)

Derby Della Madonnina menjadi yang paling unik di antara rivalitas antar klub lainnya. Pasalnya AC Milan dan Inter Milan sama-sama mempunyai gelar Serie A sebanyak 18 kali. Tak hanya itu, kedua klub tersebut juga saling berbagi rumah yang sama, di San Siro Stadium.

Kedua tim telah saling berhadapan 296 kali dalam pertandingan resmi dan tidak resmi, dan AC Milan memegang keunggulan dengan 112 kemenangan.

(Bola.net/Hendra Wijaya)

KOMENTAR