BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pemain Top yang Berkaki Kaca, dari Marco van Basten hingga Arjen Robben

02-10-2020 16:45 | Ari Prayoga

Cedera Arjen Robben. (c) FCB Cedera Arjen Robben. (c) FCB

Bola.net - Dalam permainan sepak bola, cedera pemain merupakan hal yang biasa terjadi. Maklum, sepak bola adalah salah satu olahraga yang memungkinkan duel fisik di arena permainan.

Meski demikian, ada beberapa pemain yang kariernya mengalami cobaan akibat cedera yang kerap mereka alami, dan terpaksa membuat mereka absen tidak sebentar.

Dari mulai kisah Marco van Basten striker hebat Timnas Belanda dan AC Milan yang harus menyudahi kariernya di di usia 28 tahun hingga kapten Jerman, Michael Ballack absen di Piala Dunia 2006 gara-gara dihantam cedera lutut.

Dalam artikel ini, kita akan melihat lima pemain sepak bola kelas dunia, aktif dan pensiunan, yang telah berjuang dengan cedera terus-menerus yang telah menghentikan mereka untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi dari semestinya. Siapa saja mereka?

1 dari 5 halaman

Arjen Robben

Arjen Robben (c) AFP Arjen Robben (c) AFP

Arjen Robben, salah satu pemain sayap terhebat dalam 20 tahun terakhir. Ia menjalani karier yang sensasional bersama Bayern Munchen. Kolaborasinya dengan sayap Prancis Franck Ribery amat legendaris di Bavarian.

Namun, Robben bisa sukses di lebih besar lain seandainya dia tidak terlalu sering dilanda cedera dalam kariernya.

Pemain asal Belanda itu berjuang dengan sejumlah besar cedera saat di Chelsea. Mulai dari patah tulang, masalah pergelangan kaki, dan cedera hamstring yang membuat kariernya pendek di London. Dia bisa saja sukses besar sebagai Galactico juga, tapi karirnya di Real Madrid gagal karena kecenderungan masalah cedera yang ia alami.

Ia pun dijuluki Si Kaki Kaca (plesetan dongeng Cinderella), karena rentan cedera. Seringkali menepi di lapangan untuk waktu yang panjang. Namun, hebatnya saat pulih dari cedera Robben selalu on-fire. Hal itu membuat Bayern mengontraknya dalam durasi waktu yang lama.

2 dari 5 halaman

Thiago Alcantara

Thiago Alcantara. (c) UEFA Thiago Alcantara. (c) UEFA

Sang maestro lini tengah memainkan peran luar biasa dalam kemenangan Bayern Munchen di Liga Champions musim lalu. Kini ia memulai tantangan baru di juara Inggris Liverpool.

Namun, Alcantara bisa menjadi salah satu gelandang terhebat sepanjang masa seandainya dia tidak terlalu sering cedera. Pada awal kariernya di Liverpool, dia absen untuk pertandingan Arsenal pada akhir pekan dan sekarang dinyatakan positif COVID-19.

Thiago Alcantara telah cedera lebih dari 20 kali selama tinggal di Bayern Munchen. Bahkan, dia absen 74 pertandingan dalam tujuh musim akibat cedera di klub raksasa Bavaria itu.

Sekarang di usia 29 tahun, Thiago berada di puncak karier setelah melalui tahun-tahun yang suram. Dengan demikian, terlepas dari kualitas yang telah ia tunjukkan selama bertahun-tahun, potensi mantan pemain Barcelona tersebut belum sepenuhnya teracapai karena problematik cedera yang tak berkesudahan.

3 dari 5 halaman

Roberto Baggio

Roberto Baggio (c) ist Roberto Baggio (c) ist

Kiprah Roberto Baggio di tahun 1990-an amat fenomenal. Ia salah satu ikon kompetisi Serie A Italia yang pada periode itu jadi kompetisi terpopuler di dunia.

Roberto Baggio adalah contoh pemain yang tetap bisa eksis walau berkali-kali dihantam cedera berat. Kariernya di dunia sepak bola amat panjang, yakni selama 18 tahun. Ia salah satu gelandang serang terhebat di dunia pada masanya.

Baggio menderita cedera yang mengancam karier pertamanya pada usia 18 tahun tetapi pulih dengan luar biasa. Namun, dia segera mengalami cedera lutut yang mengerikan lainnya saat kariernya sedang bersinar di Juventus.

Dia kemudian memenangkan Ballon'd'Or pada tahun 1993 ketika di Juventus. Tetapi di luar kesuksesannya pemain dengan ciri khas rambut ekor kuda berjuang dengan cedera di Turin serta di klub berikutnya AC Milan, meskipun ia memenangkan gelar dengan keduanya.

Masalah lutut Baggio kambuhan. Ia kerap tampil dengan menggunakan obat penahan rasa sakit sepanjang kariernya. Mantan pemain Timnas Italia itu mengakui sempat frustrasi, ingin mati pada satu titik karena rasa sakit yang ia rasakan.

4 dari 5 halaman

Marco Reus

Marco Reus (c) Borussia Dortmund Marco Reus (c) Borussia Dortmund

Dalam performa terbaiknya Marco Reus bisa menjadi pemain menyerang terbaik di dunia. Tapi dia hampir tidak dalam kondisi terbaiknya karena serangkaian cedera parah yang tidak hanya membuatnya absen dari pertandingan penting untuk klubnya Borussia Dortmund tetapi juga event akbar Piala Dunia 2014, di mana Timnas Jerman menjadi jawara.

Reus telah memainkan peran penting dalam fase kualifikasi untuk turnamen empat tahunan itu, tetapi mengalami cedera pergelangan kaki saat pertandingan pemanasan jelang World Cup. Ia juga melewatkan Piala Eropa 2016 karena cedera pangkal paha dan baru akhirnya bisa mengecap kesempatan bermain di Piala Dunia 2018.

Kapten Dortmund yang berusia 31 tahun terus berjuang melawan cedera, tetapi masih mempesona panggung Bundesliga kapan pun dia fit dan bisa bermain.

5 dari 5 halaman

Marco van Basten

Marco Van Basten (c) Bob Thomas Marco Van Basten (c) Bob Thomas

Legenda Belanda Marco van Basten adalah salah satu pemain terhebat sepanjang masa.

Dia adalah pemenang Ballon'd'Or tiga kali, Liga Champions dua kali, dan Piala Eropa 1988. Marco juga menikmati kesuksesan bersama AC Milan saat mendominasi gelar Serie A.

Melihat fakta di atas agaknya sang striker itu meraih semuanya, tapi sedihnya ia hanya bermain hingga usia 28 tahun.

Van Basten, salah satu penyerang paling produktif dan bergaya yang pernah ada di dunia, menderita masalah pergelangan kaki yang berulang yang menolak untuk pergi meskipun dia menghabiskan musim di sela-sela mencoba untuk merehabilitasi karirnya.

Pada usia 28, dia akhirnya menyerah dan meninggalkan permainan dengan para penggemarnya dan bahkan pelatihnya saat itu di Milan, Fabio Capello menangis melepas kepergiannya.


Sumber: Sportskeeda

Disadur dari: Bola.com (Ario Yosia)

Dipublikasi: 2 Oktober 2020

KOMENTAR