5 Pelatih Hebat yang Berstatus Tanpa Klub, Siapa Berminat?

Aga Deta | 27 September 2022, 08:01
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo
Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane. (c) AP Photo

Bola.net - Banyak pelatih yang meraih prestasi bagus pada tahun 2022. Sebut saja Carlo Ancelotti yang menyabet gelar La Liga dan trofi Liga Champions sebagai pelatih Real Madrid.

Pep Guardiola mempertahankan mahkota Liga Inggris bersama Manchester City, sedangkan Julian Nagelsmann memenangi gelar Bundesliga pertamanya sebagai pelatih Bayern Munchen.

Tetapi di sisi yang lain, ada beberapa pelatih yangmeninggalkan klub pada 2022.

Beberapa pelatih saat ini menganggur dan menunggu mendapatkan pekerjaan impian. Padahal mereka memiliki kualitas yang tidak kaleng-kaleng.

Saat tidak menganggur, mereka menciptakan tim yang tangguh dan sulit dikalahkan serta meraih sejumlah trofi. Namun nasib berkata lain, hingga kini mereka belum mendapatkan pekerjaan baru.

Berikut lima pelatih terbaik yang masih menganggur hingga sekarang atau sampai September 2022. Tanpa basa-basi lagi langsung saja kita simak siapa mereka.

1 dari 5 halaman

Jorge Sampaoli

Pelatih Marseille, Jorge Sampaoli (c) AP Photo

Pelatih Marseille, Jorge Sampaoli (c) AP Photo

Jorge Sampaoli memulai karier manajerial saat mengambil alih kendali klub Liga Argentina, FC Rosario, pada 1997. Setelah itu dia merantau ke Eropa, untuk menangani Sevilla kemudian kembali ke Amerika Selatan melatih Timnas Chile dan Argentina.

Pada Februari 2021, pelatih Argentina itu menangani Olympique Marseille dan membawa klub Prancis itu finis di tempat kelima pada Ligue 1 2020/2021. Setelah itu, Marseille malah dibantu menjadi runner up pada musim lalu.

Tapi setelah tidak mendapat dukungan dari direksi klub pada bursa transfer, Sampaoli meninggalkan Marseille musim panas ini. Pelatih berusia 62 tahun itu sejak itu menganggur dan belum mendapatkan klub baru lagi.

2 dari 5 halaman

Mauricio Pochettino

Pelatih PSG Mauricio Pochettino. (c) AP Photo

Pelatih PSG Mauricio Pochettino. (c) AP Photo

Mauricio Pochettino, meski baru berusia 50 tahun tahun ini, pernah membesut beberapa klub top di Eropa. Karier kepelatihan Pochettino berawal pada 2009 ketika menangani mantan klubnya, RCD Espanyol.

Setelah tiga setengah musim yang mengesankan di Espanyol, dia mundur pada November 2012 karena menurunnya performa tim dan langsung mendapat tawaran dari Southampton, Januari 2013. Hasil kerjanya apik, sehingga membuat Tottenham Hotspur merekrutnya pada 2014.

Dia bersama Spurs lima tahun, termasuk mengantar ke final Liga Champions, tapi akhirnya dipecat pada 2019. PSG menampung sang pelatih karena melihat prospeknya.

Bersama PSG, dia memenangi trofi pertamanya dari Piala Perancis hingga Ligue 1, namun akhirnya dipecat lagi karena PSG gagal lagi di Liga Champions.

3 dari 5 halaman

Thomas Tuchel

Manajer Chelsea Thomas Tuchel. (c) AP Photo

Manajer Chelsea Thomas Tuchel. (c) AP Photo

Pemecatan Thomas Tuchel oleh Chelsea beberapa pekan lalu mengejutkan penggemar dan pakar sepak bola. Pelatih berusia 49 tahun itu bergabung dengan The Blues sejak Januari 2021 setelah karier kepelatihan yang luar biasa di Mainz, Borussia Dortmund, dan PSG.

Tuchel menyabet tiga trofi di Stamford Bridge, termasuk Liga Champions. Namun Chelsea mengalami perubahan kepemilikan awal tahun ini setelah pemerintah Inggris menjatuhkan sanksi terhadap oligarki Rusia Roman Abramovich.

Pelatih Jerman itu mungkin tidak akan lama mendapatkan pekerjaan baru, mengingat prestasinya. Menurut Christian Falk, Tuchel didekati oleh Manchester United awal tahun in, tetapi menolaknya.

4 dari 5 halaman

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane pada laga Real Madrid vs Real Betis di pekan ke-32 La Liga 2020/2021 (c) AP Photo

Zinedine Zidane pada laga Real Madrid vs Real Betis di pekan ke-32 La Liga 2020/2021 (c) AP Photo

Zinedine Zidane bisa dibilang pelatih menganggur yang paling menggoda untuk klub-klub raksasa Eropa yang menginginkan perubahan. Pria asal Prancis itu mengawali karier kepelatihan saat menjadi pelatih Real Madrid Castilla pada 2014, kemudian menjadi asisten pelatih tim utama Real Madrid.

Zidane kemudian mengambil alih posisi pelatih Real Madrid pada Januari 2016. Dia berhasil membawa Los Blancos berjaya merebut sembilan trofi, termasuk tiga gelar Liga Champions berturut-turut. Meski sempat mengundurkan diri pada Juni 2018, dia kembali lagi ke Real Madrid setahun kemudian atau pada 2019.

Pria yang jenius saat menjadi pelatih maupun pemain ini kembali La Liga dan Piala Spanyol sebelum meninggalkan klub lagi pada Juni 2021. Sejumlah klub besar seperti PSG hingga Manchester United tertarik memakai jasanya, tetapi dia menolak karena kemungkinan mengincar posisi pelatih Timnas Prancis selepas Piala Dunia 2022 akhir tahun ini.

5 dari 5 halaman

Marcelo Bielsa

Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa (c) AP Photo

Pelatih Leeds United, Marcelo Bielsa (c) AP Photo

Marcelo Bielsa memiliki pengalaman melatih sejumlah klub Eropa seperti Athletico Bilbao, Olympique Marseille, LOSC Lille hingga Lazio. Dia juga pernah menjadi pelatih Timnas Argentina dan Chile.

Terakhir kali, pelatih yang kini berusia 67 tahun itu memimpin Leeds United sejak Juli 2018. Bielsa kemudian menanamkan taktik dan ideologinya tidak hanya ke tim senior klub tetapi juga ke akademi muda.

Hasilnya muncul saat Leeds promosi ke Premier League pada 2020 dan berhasil finis di tempat kesembilan pada musim 2020/2021. Namun, hasilnya berubah menjadi buruk musim lalu, hingga akhirnya dia dipecat awal tahun ini pada bulan Februari dan hingga kini belum mendapat klub.

Sumber: Sportskeeda
Disadur dari: Bola.com/Penulis Suharno/Editor Yus Mei Sawitri
Published: 26 September 2022

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR