BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Real Madrid vs Liverpool: Blunder Fatal Pangkas Nyawa the Reds

07-04-2021 08:10 | Yaumil Azis

Duel Real Madrid vs Liverpool, perempat final Liga Champions 2020/21. (c) AP Photo Duel Real Madrid vs Liverpool, perempat final Liga Champions 2020/21. (c) AP Photo

Bola.net - Seru dan sengit adalah dua kata yang pas untuk menggambarkan laga leg pertama babak perempat final Liga Champions antara Real Madrid melawan Liverpool, Rabu (7/4/2021). Real Madrid berhasil keluar sebagai pemenang dengan skor 3-1.

Dalam laga yang berlangsung di Estadio Alfredo Di Stefano tersebut, Real Madrid unggul lebih dulu berkat gol Vinicius Junior pada menit ke-27. Los Merengues memperlebar jarak skor usai Marco Asensio menjebol gawang Alisson di menit ke-36.

Liverpool coba memberikan perlawanan dan menghasilkan gol dari kaki Mohamed Salah di awal babak kedua. Sayangnya, the Reds harus mengakui kekalahannya setelah Vinicius kembali membubuhkan namanya di papan skor pada menit ke-65.

Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari pertemuan antara dua raksasa Eropa ini. Informasi lengkap bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Blunder Fatal Memangkas Nyawa The Reds

Real Madrid mungkin harus berterima kasih kepada bek the Reds, Trent Alexander-Arnold. Bagaimanapun juga, pemain berumur 22 tahun tersebut punya peran yang penting di balik kemenangan ini.

Alexander-Arnold melakukan blunder fatal dengan melakukan operan diagonal ke arah Marco Asensio di area pertahanan the Reds. Pada akhirnya, Asensio menjebol gawang Alisson dan menghasilkan gol kedua buat Madrid.

Ia mungkin tampil gemilang ketika Liverpool bertemu Arsenal dalam laga lanjutan Premier League akhir pekan kemarin. Tapi, kesalahan ini jelas membuktikan kalau ada yang salah dengan inkonsistensi sang pemain di musim ini.

2 dari 5 halaman

Trio Real Madrid Sulit Tergantikan

Zinedine Zidane kerap dikritik lantaran terlalu mengandalkan trio gelandangnya yang sudah mulai berumur: Toni Kroos, Luka Modric dan Casemiro. Karena itulah, pemain muda seperti Martin Odegaard dan Federico Valverde jarang dimainkan.

Namun pada kenyataannya, ketiganya sudah menjadi pondasi utama Real Madrid yang sulit tergentikan. Aksi ketiga pemain tersebut membuat Liverpool kesulitan membangun permainan dari lini tengahnya.

Modric dan Kroos sama-sama mencatatkan assist untuk Vinicius Junior, yang terakhir bahkan membuat umpan gemilang dari lini tengah. Sementara Casemiro memberikan bantuan penting buat pertahanan yang tak dikawal Sergio Ramos dan Raphael Varane.

3 dari 5 halaman

Real Madrid Bukan Cuma Benzema Seorang

Melihat betapa krusialnya peran seorang Karim Benzema di lini depan Real Madrid musim ini, tidak heran kalau Liverpool bakal lebih memfokuskan perhatian kepada dia. Kendati demikian, laga ini membuktikan kalau Benzema bukan satu-satunya sosok yang patut mendapatkan perhatian.

Benzema tidak memberikan pengaruh yang cukup besar dalam laga ini. Tenggelamnya pria asal Prancis itu justru membuat dua penyerang lain yang mengapitnya dalam format tiga striker, Vinicus dan Asensio, jadi bersinar.

Selama ini, Real Madrid kerap dikaitkan dengan sejumlah striker untuk menggantikan sosok Benzema. Namun sepertinya, mereka tak perlu repot-repot mencari pemain baru karena Vinicius dan Asensio bisa diandalkan. Plus, usianya masih cukup muda.

4 dari 5 halaman

Mohamed Salah Memang Penting Buat Liverpool

Beberapa pemberitaan mengungkapkan kalau Liverpool sudah siap berpisah dengan Mohamed Salah. Namun di laga ini, jelas sekali terlihat kalau the Reds masih membutukan bantuan pria berkebangsaan Mesir tersebut.

Liverpool memulai babak kedua dengan kondisi tertinggal dua gol. Walaupun demikian, mereka masih mampu melawan dan memberikan 'shock therapy' buat Real Madrid di awal babak kedua lewat gol Mohamed Salah.

Gol tandang seperti ini sangatlah krusial dalam duel dua leg di fase gugur Liga Champions. Ini merupakan satu-satunya modal penting buat the Reds menghadapi Madrid di leg kedua, dan bisa jadi takkan tercipta kalau mereka tak memiliki Mo Salah.

5 dari 5 halaman

Pergantian Dini Naby Keita, Tepat atau Buruk?

Jurgen Klopp membuat keputusan yang mencolok jelang babak pertama berakhir. Ia memutuskan menarik keluar salah satu gelandangnya, Naby Keita, untuk memainkan Thiago Alcantara saat babak pertama belum berakhir.

Sudah cukup jelas kalau lini tengah Liverpool kalah dari trio Toni Kroos, Luka Modric dan Casemiro. The Reds butuh sosok baru yang bisa diandalkan untuk mengalirkan bola dan menggantikan Keita yang merupakan salah satu penampil buruk mereka.

Meski begitu, keputusan ini terbilang cukup kejam. Sebab Klopp tidak memberikan kesempatan buat Keita untuk memperbaiki performanya. Dalam dunia sepak bola, ditarik keluar saat babak pertama belum berakhir adalah hal yang cukup memalukan buat seorang pemain.

(The Mirror)

KOMENTAR