BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

5 Pelajaran Man City vs PSG: Jalan Buntu dan Gak Butuh Striker!

05-05-2021 08:45 | Richard Andreas

Riyad Mahrez merayakan gol yang ia cetak ke gawang PSG bersama pemain Manchester City di leg kedua semifinal Liga Champions 2020-2021. (c) AP Photo Riyad Mahrez merayakan gol yang ia cetak ke gawang PSG bersama pemain Manchester City di leg kedua semifinal Liga Champions 2020-2021. (c) AP Photo

Bola.net - Manchester City masih terlalu perkasa bagi PSG. Pasukan Josep Guardiola itu melangkah meyakinkan ke final Liga Champions 2020/21 dengan agregat 4-1.

Rabu (5/5/2021) tadi, Man City menghajar PSG 2-0 dalam duel leg kedua semifinal di Etihad Stadium. Skor ini melengkapi kemenangan 2-1 Man City di leg pertama lalu.

Man City dan Guardiola boleh berpesta. Ini adalah final Liga Champions pertama mereka sepanjang sejarah, torehan manis dalam karier Pep.

Man City masih harus menunggu hasil duel Chelsea vs Real Madrid malam nanti untuk bersiap menghadapi lawan mereka di final nanti.

Selain itu, setidaknya ada 5 pelajaran menarik lainnya dari pertandingan kali ini. Apa saja?

1 dari 5 halaman

Jalan buntu PSG

Momen kartu merah Angel Di Maria, Manchester City vs PSG, Liga Champions 2020/21. (c) AP PhotoMomen kartu merah Angel Di Maria, Manchester City vs PSG, Liga Champions 2020/21. (c) AP Photo

PSG main cukup baik di babak pertama, tapi kebobolan gol fatal di menit ke-11. Setelahnya Man City mengubah permainan, membiarkan PSG membawa bola.

Meski begitu, permainan tetap dikontrol Man City. PSG membawa bola, tapi bukan berarti menguasai pertandingan.

Man City menerapkan garis pertahanan tinggi untuk menekan PSG. Hasilnya, serangan-serangan PSG terlalu mudah dipatahkan dan tampak rapuh.

2 dari 5 halaman

Pertahanan Man City

Penyerang PSG, Neymar (kiri) berduel dengan pemain Manchester City, Bernardo Silva, dalam laga leg kedua babak semifinal Liga Champions hari Rabu (5/5/2021). (c) AP PhotoPenyerang PSG, Neymar (kiri) berduel dengan pemain Manchester City, Bernardo Silva, dalam laga leg kedua babak semifinal Liga Champions hari Rabu (5/5/2021). (c) AP Photo

Guardiola patut dipuji karena bersikeras merekrut Ruben Dias musim panas lalu. Hasilnya luar biasa, pertahanan Man City meningkat drastis.

Duet Dias dan John Stones di laga ini begitu tangguh menetralisir ancaman umpan silang dan bola mati PSG. Gaya defensif Dias juga unik, dia memosisikan badannya dengan sangat baik.

Lalu masih ada Kyle Walker dan Zinhencko di kedua sisi. Belum lagi Fernandinho dan Gundogan yang ikut mundur.

Singkatnya di pertandingan tadi Man City benar-benar tidak tertembus.

3 dari 5 halaman

Siapa pun bisa cetak gol

 (c) AP Photo (c) AP Photo

Guardiola memilih formasi 4-4-2 tanpa striker di pertandingan ini. Sejak awal tahun 2021, melihat Man City bermain tanpa striker sudah jadi pemandangan biasa.

Di laga ini De Bruyne dan Bernado Silva diposisikan sebagai dua penyerang terdepan. Namun, karena perputaran permainan Man City, ancaman justru datang dari Riyad Mahrez dan Phil foden di kedua sisi sayap.

Gaya bermain sepert ini jelas menyulitkan bek-bek PSG. Dua kebobolan PSG terjadi karena bek sayap mereka terlambat mengejar serangan sayap Man City.

4 dari 5 halaman

Final pertama

Riyad Mahrez merayakan gol yang ia cetak ke gawang PSG bersama pemain Manchester City di leg kedua semifinal Liga Champions 2020-2021. (c) AP PhotoRiyad Mahrez merayakan gol yang ia cetak ke gawang PSG bersama pemain Manchester City di leg kedua semifinal Liga Champions 2020-2021. (c) AP Photo

Man City melangkah ke final Liga Champions pertama sepanjang sejarah klub. Ini saja sudah jadi torehan yang luar biasa istimewa, apalagi jika jadi juara.

Final pertama adalah pencapaian istimewa untuk Guardiola. Setelah bertahun-tahun melatih Man City, akhirnya dia mendekati ambisi besar klub.

Selain itu, bagi Guardiola pribadi ini adalah catatan istimewa. Dia terakhir membawa tim ke final UCL saat masih melatih Barcelona silam.

5 dari 5 halaman

Pep vs Poch

Laga Man City vs PSG ini juga diwarnai rivalitas antara kedua pelatih, Guardiola dan Pochettino.

Menurut Opta, Pochettino sudah 12 kali kalah dari Guardiola. Ini kekalahan terbanyak sepanjang karier Poch.

Di sisi lain, 12 kemenangan atas Poch ini jadi sentuhan manis dalam karier Pep. Pep juga mengoleksi 12 kemenangan atas dua pelatih lainnya, Pellegerini dan Dyche.

Sumber: Bola, Opta,

KOMENTAR