BERITA TIMNAS JADWAL KLASEMEN LAINNYA

5 Pelajaran Laga Zenit St. Petersburg vs Juventus: Menang Sih, Tapi...

21-10-2021 06:30 | Yaumil Azis

Pemain Juventus, Dejan Kulusevski, merayakan golnya ke gawang Zenit St. Petersburg bersama Weston McKennie (kiri) dalam laga fase grup Liga Champions hari Kamis (31/10/2021). (c) AP Photo
Pemain Juventus, Dejan Kulusevski, merayakan golnya ke gawang Zenit St. Petersburg bersama Weston McKennie (kiri) dalam laga fase grup Liga Champions hari Kamis (31/10/2021). (c) AP Photo

Bola.net - Kemenangan lagi-lagi diraih Juventus. Kali ini, pada laga fase grup Liga Champions hari Kamis (21/10/2021), klub besutan Massimiliano Allegri tersebut mengalahkan Zenit St. Petersburg dengan skor tipis 1-0.

Hasil positif kali ini cukup sulit didapatkan oleh Juventus. Gol semata wayangnya didapatkan pada menit ke-86 lewat Dejan Kulusevski yang baru masuk di menit ke-58 untuk menggantikan Federico Bernardeschi.

Ada lima pelajaran penting yang Bolaneters bisa petik dari laga sengit kali ini. Informasi selengkapnya bisa disimak dengan melakukan scroll ke bawah.

1 dari 5 halaman

Satu Bulan Tanpa Kekalahan

Leonardo Bonucci berduel udara lawan Artem Dzyuba di laga Zenit St Petersburg vs Juventus di matchday 3 Grup H UCL di St Petersburg Stadium, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo
Leonardo Bonucci berduel udara lawan Artem Dzyuba di laga Zenit St Petersburg vs Juventus di matchday 3 Grup H UCL di St Petersburg Stadium, Kamis (21/10/2021) dini hari WIB. (c) AP Photo

Juventus, pelan tapi pasti, menunjukkan tajinya. Awal musim 2021/22 ini menjadi mimpi buruk buat fans Bianconeri karena harus menyaksikan tim kesayangannya menelan sederet hasil buruk dalam beberapa pertandingan.

Kemenangan telak 3-0 atas Malmo FF dalam laga perdana fase grup Liga Champions pada bulan September lalu jadi titik balik buat Giorgio Chiellini dkk. Sejak saat itu, kata 'kalah' seperti terhapus dari kamus Bianconeri.

Delapan pertandingan telah terlewati, tujuh di antaranya berhasil dimenangkan dan sisanya berakhir imbang. Pelan tapi pasti, Juventus menunjukkan tajinya seperti pada era kepelatihan pertama Allegri.

2 dari 5 halaman

Empat Clean Sheet Beruntun

Moise Kean merayakan gol yang dicetak Dejan Kulusevski di laga Zenit St Petersburg vs Juventus di matchday ketiga Grup H Liga Champions 2021-22 di St Petersburg Stadium, Kamis (21/10/2021) dini hari W
Moise Kean merayakan gol yang dicetak Dejan Kulusevski di laga Zenit St Petersburg vs Juventus di matchday ketiga Grup H Liga Champions 2021-22 di St Petersburg Stadium, Kamis (21/10/2021) dini hari W

Seperti yang diutarakan pada poin pertama, awal musim menjadi mimpi buruk buat fans Juventus. Sebab bukan cuma kekalahan, mereka juga harus menyaksikan gawang tim kesayangannya dihujani gol oleh lawan.

Dalam empat pertandingan, Juventus kebobolan lima gol. Bahkan dalam rentetan kemenangan mereka pun dihiasi oleh empat gol lawan, masing-masing dua buat Spezia dan Sampdoria. Ini jelas mengkhawatirkan.

Namun kekhawatiran itu sirna begitu Juventus memetik clean sheet sedari laga kontra Chelsea. Zenit kini jadi klub keempat yang gagal menjebol gawang Wojciech Szczesny. Sang kiper, setelah melakukan 'horror show' pada awal musim, kini tampil gemilang di bawah mistar gawang.

3 dari 5 halaman

Lini Depan Bermasalah?

Pemain Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo
Pemain Juventus, Paulo Dybala (c) AP Photo

Lini belakang tidak lagi menjadi masalah buat Juventus. Kali ini mereka harus memikirkan kenapa lini depannya begitu sulit mengkonversi sejumlah peluang emas yang didapatkan dalam beberapa pertandingan terakhir.

Empat kemenangan yang diraih Juventus secara berturut-turut, lengkap dengan clean sheet, berakhir dengan skor tipis 1-0. Padahal mereka memiliki sejumlah peluang dan mampu menang dengan margin skor yang lebih besar.

Federico Chiesa yang kerap mendapatkan pujian sejatinya cukup buruk dalam hal penyelesaian akhir. Moise Kean sendiri masih cukup sering kelimpungan untuk mencari posisi yang tepat agar bisa mencetak gol.

Jikalau ada harapan, itu cuma muncul dari pundak Alvaro Morata yang sebenarnya juga bukan seorang pencetak gol ulung. Apakah Juventus harus menunggu Paulo Dybala kembali agar bisa menang besar?

4 dari 5 halaman

Masih Mencari Pakem Terbaik

Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. (c) Juventus FC
Pelatih Juventus, Massimiliano Allegri. (c) Juventus FC

Fans Juventus pasti tahu bahwa 4-3-1-2 adalah formasi andalan Allegri. Namun, mereka juga sejatinya tahu bahwa Allegri tidak pernah memaksa taktiknya digunakan secara penuh di musim perdana kepelatihannya.

Allegri sudah pernah mencoba memakai formasi 4-3-1-2 pada musim ini dengan berbagai eksperimen: Danilo sebagai gelandang bertahan dan Weston McKennie di posisi trequartista. Hasilnya? Kalah 0-1 dari Empoli.

Sejak saat itu, Juventus bolak-balik menggunakan formasi 4-4-2 (warisan Andrea Pirlo) dan 4-3-3. Yang pertama, sejauh ini, memberikan stabilitas dan digunakan dalam dua laga sebelumnya. Namun saat melawan Zenit, Allegri kembali memakai pakem 4-3-3.

Sepertinya sang allenatore masih mencari pakem yang tepat buat Juventus. Namun satu hal yang pasti, pakem 4-4-2 dan 4-3-3 memberikan garansi kemenangan tertinggi serta permainan yang paling stabil.

5 dari 5 halaman

Selangkah Lagi ke 16 Besar

Pemain Juventus merayakan gol yang dicetak Manuel Locatelli (tengah) dalam laga lanjutan Serie A melawan Torino hari Sabtu (2/10/2021). (c) AP Photo
Pemain Juventus merayakan gol yang dicetak Manuel Locatelli (tengah) dalam laga lanjutan Serie A melawan Torino hari Sabtu (2/10/2021). (c) AP Photo

Juventus sudah melakoni tiga pertandingan di fase grup. Mereka sementara ini memuncaki klasemen Grup H dengan sembilan poin, belum menelan kekalahan bahkan tak pernah kebobolan, dan sudah mencetak lima gol.

Mereka hanya butuh satu kemenangan lagi untuk mengunci tempat di babak 16 besar. Pada laga berikutnya, raksasa Italia tersebut akan menghadapi Zenit lagi tapi di markas kebanggaannya, Allianz Stadium.

Laga berikutnya harus menjadi panggung habis-habisan buat Juventus. Sebab dengan begitu, beban mereka akan jadi lebih enteng kala menghadapi Chelsea pada pekan berikutnya.

KOMENTAR