5 Pelajaran Laga AC Milan vs Salzburg: Menanti Tuah DNA Eropa Rossoneri di Fase Knock Out

Ari Prayoga | 3 November 2022, 07:32
5 Pelajaran Laga AC Milan vs Salzburg: Menanti Tuah DNA Eropa Rossoneri di Fase Knock Out
Selebrasi gol pemain AC Milan dalam laga melawan Salzburg, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - AC Milan berhasil membungkam Salzburg dengan skor 4-0 dalam partai matchday 6 fase grup Liga Champions 2022/2023 yang dihelat di San Siro, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB.

Olivier Giroud menjadi bintang kemenangan Milan dengan memborong dua gol. Selain itu, Giroud juga menyumbang assist untuk gol yang dicetak Rade Krunic dan Junior Messias.

Berkat hasil ini, Milan yang memiliki poin 10 mengakhiri babak penyisihan dengan menjadi runner-up Grup E. Sementara itu, Salzburg finis sebagai peringkat ketiga dengan poin 6 dan berhak tampil di Liga Europa.

Sejumlah pelajaran bisa diambil dari laga ini. Berikut ulasan selengkapnya.

1 dari 6 halaman

Perlawanan Sengit Salzburg

Aksi Theo Hernandez dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Aksi Theo Hernandez dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Terlepas dari mencoloknya skor akhir laga ini untuk kemenangan Milan, Salzburg sejatinya memberikan perlawanan sengit selama 2x45 menit.

Dari sisi tembakan, Milan total melepas 15 shots, tujuh di antaranya tepat sasaran. Di sisi lain, Salzburg unggul dengan 16 tembakan, enam di antaranya on target.

Berimbangnya permainan kedua tim juga tercermin dari statistik penguasaan bola 49 persen Milan dan 51 persen untuk Salzburg. Meski demikian, Milan jauh lebih bisa memanfaatkan peluang yang mereka dapat.

2 dari 6 halaman

Penantian 9 Tahun

Olivier Giroud mencetak gol dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) (c) AP Photo

Olivier Giroud mencetak gol dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) (c) AP Photo

Musim lalu, Milan mengakhiri penantian delapan tahun kembali berlaga di Liga Champions. Sayang, petualangan Rossoneri terhenti di babak penyisihan grup.

Setelah meraih Scudetto, musim ini Milan kembali tampil di Liga Champions. Il Diavolo Rosso pun kini sukses mengakhiri penantian sembilan tahun kembali ke fase knock-out.

Berstatus sebagai runner-up Grup E, Milan bisa jadi bertemu tim raksasa Eropa di babak 16 besar nanti. Deretan calon lawan Milan adalah Real Madrid, Manchester City, Tottenham, Bayern Munchen, Porto, dan Benfica.

3 dari 6 halaman

Roda Berputar di Italia

Pelatih AC Milan Stefano Pioli. (c) AP Photo

Pelatih AC Milan Stefano Pioli. (c) AP Photo

Musim ini roda berputar di Italia. Dalam hampir satu dekade ke belakang, Italia mayoritas hanya meloloskan satu wakil ke fase knock-out, dan itu adalah Juventus.

Kenyataan berbalik di musim ini. Italia sukses mengirim tiga wakil sekaligus ke babak 16 besar Liga Champions. Selain Milan, dua tim lainnya adalah Napoli dan Inter.

Menariknya, Juventus justru menjadi satu-satunya tim Italia yang gagal lolos ke 16 besar Liga Champions. Mereka hanya menempati peringkat ketiga Grup H dan akan tampil di Liga Europa.

4 dari 6 halaman

Giroud Tua-Tua Keladi

Selebrasi gol Olivier Giroud dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Selebrasi gol Olivier Giroud dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Panelis UEFA memilih Giroud sebagai Player of the Match. Pilihan ini sangat layak jika melihat kontribusi signifikan yang diberikan bomber 36 tahun tersebut.

"Sang targetman menunjukkan permainan yang fantastis dengan dua gol dan dua assist. Di darat atau di udara dia selalu terlibat." ujar

Secara keseluruhan, Giroud juga tercatat berkontribusi secara defensif dengan masing-masing sekali melakukan clearence dan intersep.

5 dari 6 halaman

Menanti Tuah DNA Eropa

Selebrasi Rade Krunic dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) (c) AP Photo

Selebrasi Rade Krunic dalam laga AC Milan vs Salzburg, Kamis (3/11/2022) (c) AP Photo

Milan boleh saja sering absen di Liga Champions dalam 10 musim terakhir. Namun, faktanya Rosso tetaplah menjadi peraih trofi juara terbanyak kedua di ajang antarklub tertinggi Eropa tersebut.

Milan hingga kini tercatat sudah tujuh kali menjadi juara Liga Champions. Mereka hanya kalah dari Real Madrid yang sudah 14 kali mengangkat trofi si kuping besar.

Oleh karena itu, Milan dikenal memiliki DNA Eropa yang sangat kuat. Hal inilah yang bisa menjadi senjata andalan Theo Hernandez cs ketika bertemu lawannya di fase knock-out nanti.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR