5 Pelajaran Kemenangan Tipis Inter Milan: Jegal Barcelona Lewat Perpaduan Sepak Bola Italia yang Klasik dan Modern

Abdi Rafi Akmal | 5 Oktober 2022, 04:58
5 Pelajaran Kemenangan Tipis Inter Milan: Jegal Barcelona Lewat Perpaduan Sepak Bola Italia yang Klasik dan Modern
Selebrasi pemain Inter Milan usai mencetak gol ke gawang Barcelona pada pekan ke-3 Grup C Liga Champions 2022/2023, Rabu (5/10/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Inter Milan sukses keluar sebagai pemenang pada pekan ke-3 Grup C Liga Champions 2022/2023. Inter berhasil mengatasi Barcelona dengan skor tipis 1-0 di Giuseppe Meazza, Italia, Rabu (5/10/2022) dini hari WIB.

Hakan Calhanoglu menjadi satu-satunya pencetak gol di laga tersebut. Tendangan mendatar dari luar kotak penalti berhasil menggetarkan jala gawang Barcelona di menit ke-45+2.

Jika melihat kembali ke statistik, Inter tak begitu dominan dari segi penguasaan bola. Nerazzuri lebih memilih untuk memainkan skema serangan balik yang mematikan.

Barcelona yang dibiarkan memegang bola tidak mampu menciptakan satu pun gol. Itu tidak lepas dari pertahanan rapat Inter sepanjang 90 menit.

1 dari 6 halaman

Kemenangan Ketiga

Inter dan Barcelona sudah bertemu 15 kali setelah pertandingan ini. Kemenangan 1-0 oleh Inter menjadikannya sebagai kemenangan ketiga setiap berjumpa Barcelona.

Terakhir kali Inter menang atas Barcelona terjadi pada semifinal leg pertama Liga Champions 2009/2010. Inter menang 3-1 ddi tempat yang sama.

Sisanya, Inter lebih sering kalah atau paling baik seri. Alhasil, kemenangan ini membuat rekor pertemuan dengan Barcelona tetap aman-aman saja.

2 dari 6 halaman

Perpaduan Sepak Bola Italia yang Klasik dan Modern

Inter di luar dugaan bermain dengan blok rendah. Pertahanan mereka rapat dan disiplin. Barcelona yang dominan dengan bola tak bisa berbuat apa-apa menghadapi sepak bola klasik Italia yang piawai bertahan.

Namun, Inter tidak berniat untuk bertahan selama 90 menit. Cara mereka menyerang lewat transisi positif menunjukkan sepak bola modern Italia. Inter menebar ancaman berlebih untuk pertahanan Barcelona.

Meski tak sering memegang bola, serangan-serangan yang dibangun Inter lewat transisi positif jauh lebih berbahaya daripada Barcelona. Masalahnya adalah efisiensi mencetak gol saat sudah mencapai kotak penalti yang masih minim.

3 dari 6 halaman

Serangan Tetap Kurang

Kendati permainan Inter layak dipuji, Inter tidak boleh tutup mata bahwa aspek serangan belum sebagus yang mereka kira. Khususnya ketika masuk di babak kedua.

Intensitas serangan yang sama seperti di babak pertama tidak lagi tampak di babak kedua. Cederanya Joaquin Correa dan masuknya Edin Dzeko jadi faktor berkurangnya intensitas serangan.

Apalagi di babak kedua, Inter beruntung serangan-serangan Barcelona tidak ada yang berbuah manis untuk menyamakan kedudukan.

4 dari 6 halaman

Rapuh di Liga Champions

Sementara itu, Barcelona tampak sangat rapuh setiap kali bermain di Liga Champions. Empat gol sudah bersarang ke gawang mereka dari hanya tiga laga. Dua laga di antaranya berakhir dengan kekalahan.

Bandingkan saja dengan di Liga Spanyol. Dari tujuh laga yang sudah dijalankan atau dua kali lipat lebih banyak, gawang Barcelona baru bobol sekali.

Ini menunjukkan betapa pertahanan Barcelona sedang bermasalah. Mereka beruntung bisa melihat kelemahan itu di Liga Champions untuk segera diamankan

5 dari 6 halaman

Perlu Long-Range Shooter

Memiliki filosofi permainan sepak bola memang perlu, tetapi ada kalanya filosofi itu harus ditanggalkan sekali-kali jika tidak membuahkan hasil. Sama seperti yang dilakukan Barcelona di pertandingan ini.

Setelah menjaga penguasaan bola lebih dari 60%, tidak satupun gol tercipta. Prinsip penguasaan bola tidak membantu Blaugrana untuk mencetak gol penyama kedudukan.

Hal yang paling terlihat adalah perlunya pemain yang punya kemampuan long-range shooting atau penembak jarak jauh. Jika ada, pertahanan blok rendah Inter tadi bisa diancam dengan cara lain.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR