5 Pelajaran Kekalahan Juventus dari PSG: Tiga Catatan Negatif, Dua Catatan Positif

Abdi Rafi Akmal | 3 November 2022, 09:00
5 Pelajaran Kekalahan Juventus dari PSG: Tiga Catatan Negatif, Dua Catatan Positif
Selebrasi pemain Juventus setelah menjebol gawang Paris Saint-Germain pada pekan ke-6 Grup H Liga Champions 2022/2023, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. (c) AP Photo

Bola.net - Tidak ada yang mengejutkan saat Juventus kalah 1-2 dari Paris Saint-Germain di Allianz Stadium, Italia, Kamis (3/11/2022) dini hari WIB. Sebelum menjalani pekan ke-6 Grup H Liga Champions 2022/2023, Juventus memang sedang tidak baik-baik saja.

Dari sepuluh laga terakhir di seluruh ajang, Juventus menelan total lima kekalahan. Jangankan untuk membungkam raksasa Liga Prancis, Juventus bahkan terjungkal di tim promosi Monza dalam lanjutan Liga Italia beberapa waktu lalu.

Kekalahan ini memastikan Juventus tersingkir ke play-off Liga Europa karena hanya bisa menempati peringkat ke-3 klasemen akhir dengan koleksi tiga poin. Ya, Juventus hanya bisa sekali menang dan lima kali menelan kekalahan.

Tiga poin tersebut menjadi pencapaian terburuk Juventus selama fase grup Liga Champions. Sebelumnya kala Juventus mengakhiri fase grup di peringkat ke-3, Juventus masih bisa mendapatkan setidaknya enam poin.

1 dari 6 halaman

Satu-satunya Perwakilan Italia yang Gagal

Liga Champions 2022/2023 menempatkan empat wakil dari Liga Italia. Empat tim itu adalah AC Milan, Napoli, Juventus, dan Inter Milan.

Napoli jadi wakil Italia dengan catatan terbaik. Partenopei menjadi juara Grup A dengan torehan 15 poin. Inter Milan juga tampil memukau di Grup C yang disebut sebagai grup neraka. Nerazzuri lolos sebagai runner up dengan 10 poin.

AC Milan juga berhasil lolos, meski dengan status runner-up. Rossoneri mengumpulkan 10 poin. Sementara Juventus harus finis paling rendah di antara tiga wakil Italia lainnya degan menempati peringkat ke-3. Sekaligus jadi poin terendah karena hanya mengumpulkan tiga poin.

2 dari 6 halaman

Persentase Kemenangan 50%

Dalam sepuluh pertandingan terakhir, Juventus hanya meraih lima kemenangan. Lima pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan. Artinya, rasio kemenangan Bianconeri hanya 50%.

Dari lima kekalahan tersebut, Juventus kalah menghadapi dua tim besar, yaitu kalah menghadapi PSG (1-2) dan AC Milan (0-2). Satu kekalahan dari tim yang kualitasnya sedikit di bawah, yaitu Benfica (3-4).

Sedangkan dua kekalahannya lainnya diperoleh Juventus dari tim kecil. Juventus sempat kalah dari Monza (0-1) dan Maccabi Haifa (0-2).

3 dari 6 halaman

Pencapaian Terburuk

Juventus mesti tersingkir ke Liga Europa bukanlah kali pertama. Massimiliano Allegri tercatat jadi pelatih ketiga yang mengalami hal tersebut.

Hanya saja jika dibandingkan dengan dua pelatih lainnya, pencapaian Allegri yang paling buruk. Juventus hanya mengumpulkan tiga poin, terpaut 11 poin dari pemimpin klasemen dan poinnya sama dengan posisi empat.

Waktu di bawah asuhan Antonio Conte, Juventus juga pernah tersingkir ke Liga Europa tahun 2013. Juventus hanya mengumpulkan enam poin, tetapi hanya terpaut satu poin dari pemuncak klasemen.

Juventus tercatat pertama kali tersingkir dari Liga Champions ke Liga Europa pada 2009 silam. Manajernya masih Ciro Ferrara. Di tangannya, Juventus yang sudah meraih delapan poin, terpaksa mengakhiri klasemen di peringkat ke-3. Juventus terpaut dua poin saja dari pemuncak klasemen saat itu.

4 dari 6 halaman

Kembalinya Federico Chiesa

Hal positif pertama dari kekalahan ini adalah kembalinya Federico Chiesa. Pemain berusia 25 tahun ini masuk pada menit ke-74 menggantikan Fabio Miretti.

Chiesa jadi sosok yang sudah lama dirindukan oleh para penggemar. Pemain sayap tajam berpaspor Italia tersebut menderita cedera sejak awal Januari 2022 lalu.

Chiesa sebenarnya sudah mulai berlatih bersama Juventus sekitar dua minggu yang lalu. Ia tiba di latihan bersama Paul Pogba yang saat itu mulai pulih dari cederanya. Akan tetapi, Chiesa pulih seperti biasa, namun Pogba mendapatkan cedera lagi.

5 dari 6 halaman

Bara Pemain Muda

Satu lagi hal positif dari kekalahan tersebut adalah penampilan para pemain muda Juventus. Allegri menurunkan dua pemain di bawah usia 22 tahun sejak awal laga. Kemudian menambah tiga lagi jelang akhir laga.

Fabio Miretti (19) dan Nicolo Fagioli (21) jadi dua pemain yang penampilannya cukup memuaskan bagi para penggemar. Satu hal yang mungkin perlu diasah adalah pengambilan keputusan agar lebih baik.

Kemudian, pada periode menit 85 sampai 88, ada tiga pemain yang masuk. Matias Soule (19) lebih dulu masuk di menit ke-85. Lalu di menit ke-88 ada pergantian dobel dengan memasukkan Enzo Barrenechea (21) dan Tommaso Barbieri (20).

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR