Para Pemain Keturunan Turki yang Bersinar di Bundesliga

Serafin Unus Pasi | 2020-01-17 21:34
Ilkay Gundogan (c) AFP

Bola.net - Jerman merupakan sebuah negeri yang kaya akan keragaman etnik. Meski sebagian besar penduduknya masih didominasi oleh warga Jerman asli, namun ada beberapa etnik yang turut mewarnai Jerman.


Salah satunya adalah etnik Turki. Sekitar 3,4% warga negara Jerman saat ini memiliki darah dari Turki di nadi mereka. Hal ini dikarenakan pada tahun 1960-an ada migrasi yang cukup besar dari Turki ke Jerman.

Dari situ muncul peranakan Jerman dan Turki hasil asimilasi kedua etnik tersebut. Beberapa dari para pemain keturunan tersebut memilih berkarir sebagai pesepakbola, dan bahkan mereka menjadi bintang besar di Bundesliga.

Sebagian dari bintang tersebut memilih untuk membela Timnas Jerman. Namun sebagian yang lain memilih untuk membela Timnas Turki.

Siapa sajakah pemain-pemain keturunan Turki-Jerman yang sukses menunjukkan sinarnya di Bundesliga? Simak informasinya di bawah ini.

1 dari 6 halaman

Mehmet Scholl, Jerman

Lahir di Jerman dari nenek moyang Turki, Mehmet memulai karier profesionalnya dengan Karlsruher SC sebelum bergabung dengan Bayern M³nchen, di mana ia tinggal selama sisa kariernya hingga pensiun pada tahun 2007.

Tak terbantahkan sebagai pemain terfavorit bagi para penggemar, mantan pemain yang pada masa aktifnya rutin berperan sebagai gelandang serang tersebut dalam 15 musimnya bersama Die Roten telah memenangkan Bundesliga sebanyak 8 kali, dan menjadi jawara Liga Champions pada tahun 2001.

Mehmet Scholl juga tampil untuk tim nasional Jerman pada 36 kesempatan dan berhasil mencetak 8 gol. Sayangnya, cedera terus-menerus mengganggu karier internasionalnya. Mungkin, puncak karier internasionalnya adalah ketika bersama Jerman memenangkan UEFA Euro pada tahun 1996.

2 dari 6 halaman

İlkay G?ndoğan, Jerman

Lahir di Gelsenkirchen, Jerman, Gundoğan memulai semuanya dengan VfL Bochum II sebelum pindah ke 1. FC Nurnberg pada tahun 2009. Setelah dua musim bersama Nurnberg, ia pindah ke salah satu raksasa Bundesliga, Borussia Dortmund.

Gelandang ini pun berkembang di bawah bimbingan Jurgen Klopp - memainkan peran kunci saat Dortmund menjawarai liga dan piala DFB pada musim 2011/12 dan mencapai final Liga Champions pada tahun berikutnya.

Setelah sukses di Dortmund, pemain kelahiran 24 Oktober 1990 itu bergabung dengan revolusi Pep Guardiola di Manchester City. Ia menjadi pemain pertama yang dikontrak klub di bawah arahan Guardiola, dengan biaya sekitar 20 juta pounds. Gundoğan telah mewakili Jerman di level remaja, sebelum melakukan debut internasional seniornya pada tahun 2011 saat menghadapi Belgia.

3 dari 6 halaman

Emre Can, Jerman

Terlahir dari kedua orang tua Turki di Frankfurt, Jerman, Can memulai kariernya bersama akademi remaja di kota asalnya, Eintracht Frankfurt, sebelum digaet oleh Bayern Munchen saat usia 15 tahun pada 2009.

Setelah "tiga tahun dan hanya empat penampilan" di Bundesliga, ia memutuskan untuk beralih ke tim Bundesliga lainnya, Bayern Leverkusen, untuk mencari pengalaman sepak bola tim utama. Dalam musim perdana dan terakhirnya di BayArena, Emre menjadi bagian penting dari tim dengan mencetak empat gol dalam 39 penampilan saat Leverkusen finis keempat di Bundesliga dan mencapai 16 besar di Liga Champions.

Penampilan konsistennya menarik perhatian Liverpool dan klub Merseyside tersebut mengaktifkan klausul pelepasan sebesar 9,75 juta pounds untuk mengontraknya dari Leverkusen. Gelandang industrial tak kenal lelah itu juga adalah bagian dari skuad Jerman di kompetisi UEFA Euro 2016 dan Piala Dunia FIFA 2018.

4 dari 6 halaman

Nuri Sahin, Turki

Lahir di Ludenscheid, Jerman Barat–dari orang tua berdarah Turki–Nuri Sahin memilih untuk bermain untuk tim nasional Turki dari U-16 dan seterusnya. Sahin adalah pemain termuda yang bermain dan mencetak gol untuk mereka, ironisnya, ia mencetak gol pada debutnya melawan Jerman pada tahun 2005.

Sahin menjadi pemain termuda yang tampil di Bundesliga saat ia melakukan debut pada usia 16 tahun dan 344 hari untuk Borussia Dortmund. Setelah masa peminjaman singkat di Feyenoord, Sahin kembali ke Signal Iduna Park, membintangi kampanye perebutan gelar mereka di musim 2010/11.

Pemain kelahiran 5 September 1988 itu mencetak 7 gol dan 8 assist dalam kesuksesan Dortmund di musim tersebut dan terpilih sebagai Pemain Terbaik Bundesliga di saat yang sama. Tentu, tidak mengherankan ketika Real Madrid datang menggodanya. Setelah satu musim panas yang penuh dengan spekulasi, spesialis umpan lambung dan terakurat itu akhirnya menandatangani kontrak enam tahun dengan Real Madrid.

Setelah gagal mencapai kesuksesan di Madrid dan Liverpool, Sahin kembali berseragam kuning-hitam pada tahun 2013. Setelah lima musim bersama Die Borussen, Sahin bergabung dengan Werder Bremen -rival Bundesliga mereka- pada tahun 2018.

5 dari 6 halaman

Hamit Altıntop, Turki

Lahir di Gelsenkirchen, Jerman Barat, Hamit Altıntop memulai karirnya di SG Wattenscheid 09 sebelum pindah ke FC Schalke 04 pada tahun 2003. Setelah empat musim yang sukses di Schalke, ia bergabung dengan raksasa Bundesliga, Bayern Munchen, pada tahun 2007.

Hamit, pemain serba bisa yang mampu bermain di berbagai posisi tersebut berhasil mengangkat trofi juara Bundesliga dua kali bersama Bayern di musim 2007/08 dan 2009/10. Setelah gagal menegosiasikan perpanjangan kontrak dengan Die Roten, Hamit pindah ke Real Madrid pada tahun 2011.

Gagal berkembang baik secara karier dan permainan di Madrid, ia dilepas ke klub Turki, Galatasaray, pada tahun berikutnya. Semasa tugasnya di Galatasaray, Hamit berhasil menyabet dua gelar Liga Super.

Di level internasional, Hamit memutuskan untuk bermain untuk tim nasional Turki. Antara periode 2004 hingga 2014, ia mencatatkan 82 caps dan mencetak 7 gol. Puncak karier internasionalnya adalah ketika ia membantu Turki mencapai semi final UEFA Euro tahun 2008.

6 dari 6 halaman

Hakan ?alhanoğlu, Turki

Lahir di Mannheim, Jerman, Calhanoğlu memilih untuk mewakili Turki di level internasional, melakukan debutnya di kualifikasi Piala Dunia FIFA 2013 melawan Andorra. Gelandang serang ini telah bermain sebanyak 38 kali dan mencetak sembilan gol bagi mereka.

Calhanoğlu memulai kariernya dengan Karlsruher SC sebelum bergabung dengan Hamburg SV pada tahun 2012. Setelah serangkaian penampilan mengesankan, Hamburg tidak dapat mencegahnya bergabung dengan rival mereka Bayern Leverkusen dengan bayaran menggiurkan sebesar 14,5 juta euro.

Selama waktunya di BayArena, Calhanoğlu mencetak 17 gol dalam 79 penampilan. Setelah tiga musim yang menjanjikan bersama Die Werkself, pemilik nomor 10 yang elegan tersebut bergabung dengan klub Serie A, AC Milan, pada tahun 2017.

(Bundesliga)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR