Ketika Para Zehner Kembali Bersinar di Bundesliga

Serafin Unus Pasi | 4 Oktober 2019 20:01
Marco Reus (c) DFL

Bola.net - Di dunia sepakbola, ada beberapa istilah mengenai posisi-posisi pemain di atas lapangan. Ada istilah playmaker, Anchorman, Trquartista, Raumdauter yang menjadi penanda posisi seorang pemain di atas lapangan. Di antara posisi-posisi tersebut, mungkin Bolaneters belum familiar dengan posisi yang dijuluki sebagai Zehner.

Ya, istilah Zehner populer di Bundesliga dan khusus disematkan ke pemain yang bermain di posisi 'Nomor 10', ummmnya adalah seorang gelandang serang yang ditempatkan dan diposisikan di belakang striker.

'Zehn' dalam bahasa Jerman, dan dalam olahraga yang sudah menjadi bagian penting dari peradaban manusia sejak lebih dari 2000 tahun lalu itu, angka tersebut adalah nomor seragam yang -selama berabad-abad- telah dikenakan oleh pemain paling kreatif di tim.

Diposisikan di tengah-tengah antara dua gelandang serang lainnya di belakang striker tunggal dalam formasi 4-2-3-1 atau di ujung lini tengah berbentuk berlian pada formasi 4-4-2 seperti Zvejzdan Misimovic yang tak terjinakkan saat Wolfsburg dengan sensasional merajai Bundesliga di musim 2008/09.

Zvjezdan Misimovic (c) DFL

Rata-rata seorang 'Zehner' memiliki visi dan imajinasi dalam melihat celah yang tidak dapat dilihat pemain lain, yang juga didukung dengan kemampuan mereka dalam mengirim umpan dengan akurasi dan presisi yang maksimal. Zehner bukan hanya konduktor, tetapi juga solois yang mempertontonkan magis tiada henti sebelum akhirnya Torjäger muncul di sepertiga lapangan akhir.

Simak daftar 'Zehner' yang tengah bersinar di Bundesliga di bawah ini

1 dari 1 halaman

Siapa Sajakah Mereka?

Marco Reus (c) DFL

Dua nama beken penyemat peran Zehner saat ini adalah Marco Reus dan Ondrej Duda. Reus jelas menjadi pemain Borussia Dortmund yang paling perform musim lalu berkat kontribusinya yang
menyeluruh. Dia tidak hanya mengubah sebagian besar peluangnya menjadi gol, tetapi dia juga memainkan peran yang sangat penting dalam membangun serangan di struktur permainan yang
diterapkan pelatih mereka, Lucien Favre.

Begitu pula dengan Ondrej Duda. Pál Dárdai -mantan pelatihnya di Hertha BSC-menggambarkan Duda sebagai 'Seniman Sejati', karena pelatih berusia 43 tahun tersebut percaya bahwa mantan anak asuhnya ini adalah seorang playmaker yang mampu memotivasi diri sendiri dan jarang membutuhkan support darinya.

Di musim ini, Bundesliga kedatangan Philippe Coutinho, seorang Zehner kelas dunia asal Brasil. Tentu kedatangannya akan menghadirkan atmosfer kompetitif tersendiri terhadap pesaing-pesaingnya yang juga memainkan peran yang sama.

Ada juga Amine Harit, pemain muda asal Prancis berumur 22 tahun yang baru menemukan performa terbaiknya saat menjadi Zehner di musim ini, yang juga adalah kunci dari kebangkitan Schalke 04.

Tidak pula bisa dilupakan ialah Nadiem Amiri yang menjadi seorang Zehner di Bayer 04 Leverkusen; kehadirannya membuat Kai Havertz lebih bebas menjelajah lapangan, serta Daichi Kamada yang saat ini mulai dipercaya Adi Hutter untuk menjajal taktik barunya bersama Eintracht Frankfurt.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR