Kembalinya Para Perantau: Mengincar Tempat di Tim Utama

Asad Arifin | 2019-07-02 11:51
Jeremy Toljan (c) Photo by Lars Baron/Bundesliga/DFL via Getty Image

Bola.net - Bagi sebagian pesepak bola, musim baru berarti kesempatan lain untuk membuktikan diri kepada pelatih bahwa mereka layak menjadi pilihan utama di tim. Namun adanya peraturan yang membatasi jumlah pemain dalam sebuah tim mau tak mau membuat beberapa pemain harus rela tak diikutsertakan.


Seleksi pun tak terelakkan, yang tak terpilih harus hengkang ke klub lain, beberapa secara permanen namun ada juga yang dinilai klub masih memiliki potensi di masa depan. Mereka yang masuk dalam pertimbangan biasanya akan dipinjamkan ke klub lain dengan berbagai klausul seperti loan-to-buy, cup-tied hingga can be recalled.

Di Bundesliga musim 2018/19, ada beberapa pemain yang dipinjamkan oleh klubnya ke klub lain demi menambah menit bermain mereka dan menjaga agar potensinya tak hilang. Beberapa dari mereka pun sukses menunjukkan potensinya dan berkesempatan besar untuk meraih tempat utama di musim 2019/20 ini. Kami telah memilih lima nama yang berpotensi besar untuk masuk ke tim utama.

1 dari 4 halaman

Lázlo Bénes - Borussia Mönchengladbach (Holstein Kiel)

Bénes direkrut Gladbach pada musim 2016/17 di usia 19 tahun dari klub negara asalnya Slovakia, MSK Zilina, dengan banderol 2 juta euro. Ia memang diproyeksikan Gladbach sebagai investasi masa depan. Itulah mengapa ia baru menjalankan debutnya untuk Die Fohlen pada rückrunde, tepatnya pada 19 Maret 2017 saat ia masuk sebagai pemain pengganti di laga kandang lawan Bayern München. Dua pekan berikutnya, ia berhasil mencetak gol debut untuk tim senior kala melawan Hertha Berlin.

Namun sayang, di musim berikutnya, Bénes menghabiskan hampir seluruh musimnya dalam balutan cedera metatarsal. Proses pemulihan pun berlanjut hingga hinrunde musim 2018/19 di mana ia hanya bermain sebanyak 26 menit.

Gladbach pun memutuskan untuk memberi Bénes suasana baru dengan meminjamkannya ke klub 2. Bundesliga, Holstein Kiel. Hasilnya cukup memuaskan, di pertandingan keduanya ia langsung mengemas seluruh assist di kemenangan dua gol tanpa balas lawan Jahn Regensburg. Puncaknya terjadi saat melawan Erzgebirge Aue di pekan ke-26, Bénes mencatatkan dua gol dan dua assist di kemenangan 5-1 tersebut. Bénes pun sukses menjalani paruh musim keduanya bersama Kiel tanpa cedera.

Musim ini menjadi kesempatan lain bagi Bénes untuk bersaing merebut tempat utama di lini tengah Gladbach. Meski ia harus bersaing dengan gelandang muda andalan musim lalu, Florian Neuhaus, namun di bawah pelatih baru Marco Rose semua pemain akan memiliki kesempatan yang sama untuk membuatnya terkesan.

2 dari 4 halaman

Riechedly Bazoer - VfL Wolfsburg (FC Porto & FC Utrecht)

Bazoer adalah salah satu dari generasi emas Belanda di era baru. Pemain lulusan akademi Ajax Amsterdam ini dibeli Wolfsburg pada jeda transfer musim dingin tahun 2017. Bazoer menjalani setengah musim pertamanya bersama Wolfsburg sebagai gelandang bertahan.

Di musim berikutnya, karirnya mengalami pasang surut karena cedera. Hingga memasuki musim 2018/19, saat ia dipinjamkan ke Porto, di mana ia pun menghabiskan waktunya di pinggir lapangan karena cedera. Baru di awal tahun 2019, Wolfsburg memutuskan untuk memindahkannya ke negara asalnya dan bermain untuk Utrecht. Diproyeksikan di sisi lapangan sebagai pemain sayap, Bazoer mulai menunjukkan kualitasnya.

Di bawah pelatih baru Oliver Glasner, menggantikan Bruno Labbadia, Bazoer akan mendapatkan kesempatan untuk membuktikan bahwa ia pantas bermain untuk Die Wolfe, dan pastinya bukan sebagai gelandang bertahan.

3 dari 4 halaman

Jeremy Toljan & Felix Passlack - Borussia Dortmund (Glasgow Celtic & Norwich City)

Tahun ini, Lukasz Piszczek berusia 34 tahun. Usia yang tidak muda lagi untuk ukuran seorang bek sayap yang membutuhkan stamina tinggi. Sang pelapis adalah Achraf Hakimi, yang dipinjam dari Real Madrid hingga 2020. Dortmund jelas butuh investasi untuk meregenerasi sektor pertahanan kanannya.

Pilihannya ada dalam diri Toljan dan Passlack. Dua bek kanan ini masih berstatus milik Dortmund. Toljan menghabiskan separuh musim lalu bersama klub Skotlandia, Celtic sedangkan Passlack terdampar di tanah Inggris bersama Norwich, di mana dia hanya bermain sekali.

Norwich mungkin tak membutuhkan Passlack, namun ia sempat menjadi andalan Dortmund di musim 2016/17. Keputusan ada di tangan Lucien Favre, namun yang pasti salah satu dari mereka pantas mendapat kesempatan untuk menjadi penerus Piszczek di masa depan.

4 dari 4 halaman

Vicenzo Grifo - TSG Hoffenheim (SC Freiburg)

Grifo selalu menjadi bagian dari Hoffenheim sejak 2013 meski dalam kurun waktu enam tahun ini ia selalu berkelana. Bahkan ia sempat dipermanenkan dua klub Bundesliga lainnya, Freiburg dan Gladbach sebelum akhirnya kembali ke Hoffenheim di awal musim 2018/19.

Pemain yang terkenal akan tendangan bebasnya ini kemudian dipinjamkan kembali ke Freiburg pada jeda transfer musim dingin. Bersama Freiburg, Grifo berhasil mengemas enam gol dan empat assist sekaligus menyelamatkan Freiburg dari degradasi.

Di musim 2019/20, Hoffenheim kedatangan pelatih baru, Alfred Schreuder, dan Grifo punya segudang pembuktian untuknya agar bisa dipercaya kembali berseragam biru-putih.

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR