Ivan Perisic Terlalu Tua untuk Bayern Munchen?

Asad Arifin | 14 Agustus 2019 08:29
Ivan Perisic diperkenalkan sebagai pemain baru Bayern Munchen (c) Bayern Munchen Official

Bayern Munchen resmi mendapatkan jasa Ivan Perisic pada hari Selasa (13/7/2019) yang lalu. Transfer ini menuai beberapa kritik. Salah satunya adalah usia Perisic yang dinilai terlalu tua.

Ivan Perisic sebenarnya bukan rencana utama Bayern di bursa transfer musim panas 2019 ini. Bayern punya nama lain yang dikejar untuk menggantikan Arjen Robben dan Franck Ribery.

Nama pertama yang dibidik oleh Bayern adalah Callum Hudson-Odoi tetapi tidak dilepas Chelsea. Lalu, ada Leroy Sane yang urung dibeli dari Manchester City karena mengalami cedera ACL.

Bayern kemudian meminjam Perisic dari Inter Milan, dengan opsi pembelian permanen di akhir musim depan.

Secara teknis, tidak ada yang salah dengan Perisic. Sebab, dia masih berada di level terbaik. Tetapi, mantan pemain Wolfsburg tersebut sudah berusia 30 tahun dan dinilai terlalu tua untuk Bayern.

Pelatih Bayern, Niko Kovac, tidak sepakat dengan penilaian itu. "Perdebatan soal usia ini pada dasarnya salah. Setiap pemain pantas untuk dihormati," ucapnya dikutip dari The Guardian. (gua/asa)

1 dari 1 halaman

Usia Bukan Jaminan

Niko Kovac agaknya cukup geram dengan wacana yang berkembang seputar perekrutan Ivan Perisic dari Inter Milan. Dia heran, mengapa publik dengan mudah melancarkan kritik pada setiap langkah yang diambil klub.

"Seseorang kini mengkritik dengan terlalu mudah. Pertama-tama, Anda tidak mendatangkan seorang pemain dan kemudian akan bagaimana lalu Anda akan punya solusi X dan Y. Itu tidak baik," sambungnya.

Pelatih asal Kroasia tersebut yakin bahwa usia bukan jaminan bagi seorang pemain akan sukses atau tidak. Bahkan, dia punya contoh sebagai perbandingan dalam kasus transfer Perisic.

“Stefan Effenberg bergabung dengan Bayern pada usia 30 tahun dan meraih juara Liga Champions bersama klub. Kita harus meninggalkan cara padang pada seseorang berdasar usia,” tutup Niko Kovac.

Sumber: The Guardian

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR