Dua Legenda Bundesliga yang Gantung Sepatu di Akhir Musim 2019/20, Siapa Mereka?

Serafin Unus Pasi | 2020-07-06 20:52
Mario Gomez (c) Bundesliga

Bola.net - Musim 2019/20 di Bundesliga sudah resmi berakhir. Bayern Munchen dinyatakan sebagai jawara kasta tertinggi sepakbola Jerman tersebut dengan meraih 82 poin dari 34 pertandingan musim ini.


Dengan berakhirnya musim ini, para pemain di Bundesliga mulai menatap untuk musim 2020/21. Namun ada beberapa pemain yang sudah mencapai garis akhir dari perjalanan karir mereka sebagai pesepakbola.

Di akhir musim 2019/20 ini ada dua sosok legendaris yang memutuskan untuk menyudahi karir profesional mereka. Keduanya adalah sosok yang cukup berpengaruh di Bundesliga, yaitu Mario Gomez dan juga Claudio Pizzaro.

Kedua penyerang ini sama-sama memiliki torehan yang luar biasa dalam perjalanan mereka di Bundesliga. Sebagai penghormatan bagi keduanya, kali ini kami mengajak Bolaneters melakukan napak tilas perjalanan kedua legenda hidup ini.

1 dari 2 halaman

Mario G?mez Garc?a, Patriot Sejati Stuttgart

Mantan striker tim nasional Jerman, Mario Gomez, memutuskan pensiun dari sepak bola pada usia 34 tahun setelah membantu klub pertama dan terakhirnya, VfB Stuttgart - memenangkan promosi mereka kembali ke Bundesliga.

Ia mencetak satu-satunya gol bagi timnya dalam kekalahan 3-1 Die Roten dari Darmstadt 98. Klub jawara lima kali Liga Jerman tersebut finis di belakang Arminia Bielefeld untuk kembali ke divisi utama setelah relegasi selama satu musim.

Adalah mimpi dan misi terakhir Gomez untuk menyelesaikan kariernya di VfB, terlebih lagi berhasil mengantarkan klub tercintanya kembali ke level teratas divisi sepak bola Liga Jerman.

Striker jangkung yang telah tampil sebanyak 78 kali untuk Jerman sebelum pensiun dari level internasional dua tahun lalu itu memulai karier klubnya di Stuttgart, memenangkan Bundesliga pada musim 2006/07, sebelum akhirnya ditarik Bayern Muenchen, di mana ia memenangkan Bundesliga berlipat kali lebih banyak dan Liga Champions satu kali.

Ia sempat merumput beberapa musim bersama AC Fiorentina, VfL Wolfsburg dan Besiktas sebelum kembali ke kampung halamannya, Stuttgart pada musim 2017/18.

2 dari 2 halaman

Claudio Pizarro, Peruvian Pencetak Sejarah di Bundesliga

Dicintai oleh banyak orang, dimusuhi oleh lebih banyak lagi. Menjadi Claudio Pizarro bukan perkara mudah, tetapi untuk terus loyal selama 20 tahun di salah satu liga paling menuntut di dunia membuat hal itu semakin sulit lagi. Fakta tersebut menjadi satu alasan yang cukup untuk membuatnya dihormati.

Sejak 1999, “Sang Bomber” mendedikasikan dirinya terhadap kerja keras yang membawanya ke titik sekarang. Catatan demi catatan yang hampir mustahil untuk ditandingi oleh pemain Peru lainnya; enam gelar liga dan 199 gol, telah menaikkan standar yang ia ciptakan sendiri.

Claudio adalah pencetak gol terbanyak kedua di Bundesliga pada abad XXI, yang hanya mampu dilampaui oleh Robert Lewandowski. Ia juga adalah pemain asing dengan jumlah gol tertinggi kedua dalam sejarah Bundesliga dengan 199 gol dalam 478 pertandingan, lagi-lagi hanya Lewandowski yang mampu mengalahkannya.

Seorang pencetak gol terbanyak keturunan Latin dalam sejarah Bundesliga, serta pula pemain asing dengan total permainan terbanyak dalam sejarah Bundesliga. Kelahiran 41 tahun lalu tersebut membukukan 235 kemenangan di Bundesliga yang membuatnya sejajar dengan legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer.

Dan Pizarro, bersama Werder Bremen pada usia 40 tahun dan 136 hari, mencetak rekor sebagai pencetak gol tertua Bundesliga. Rekor sebelumnya dipegang oleh pemain Bremen lainnya, Mirko Votava, yang mencetak gol pada usia 40 tahun dan 121 hari pada tahun 1996.

(Bundesliga)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR