Ada Covid-19 di Balik Kesuksesan Chelsea Merekrut Kai Havertz, Kok Bisa?

Yaumil Azis | 2020-09-14 00:27
Kai Havertz bergabung dengan Chelsea (c) CFC

Bola.net - Bayer Leverkusen sempat 'jual mahal' kepada Chelsea yang meminati salah satu pemainnya, Kai Havertz. Namun pada akhirnya, peserta Bundesliga tersebut harus menyerah.


Chelsea merampungkan transfer Kai Havertz beberapa hari yang lalu. Demi mendapatkan gelandang berusia 21 tahun tersebut, mereka harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit yakni 70 juta pounds.

Angka segitu terbilang cukup pantas untuk pemain sekaliber Havertz. Pasalnya, meskipun berposisi sebagai gelandang, ia sanggup mengantongi total 18 gol dan sembilan assist dari 45 penampilannya di semua kompetisi bersama Leverkusen.

Chelsea memenangkan persaingan dengan sejumlah klub raksasa Eropa lainnya. Seperti yang diketahui, Havertz sempat dikaitkan dengan tim lain seperti Manchester United dan juga Real Madrid.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 2 halaman

Chelsea Diuntungkan Covid-19

Situasi inilah yang membuat Leverkusen bisa memasang sikap jual mahal terhadap tawaran Chelsea. Namun pada akhirnya, mereka harus menyerah karena tergiur nilai yang diberikan oleh klub asuhan Frank Lampard tersebut.

Tentu, mereka bukannya dibutakan oleh uang semata. Situasi pandemi Covid-19 yang membuat industri sepakbola luluh lantak juga memengaruhi Leverkusen. Angka 70 juta euro cukup bagus untuk menyeimbangkan neraca keuangannya.

"[Chelsea] benar-benar memanfaatkan situasi virus Corona. Tahun depan Chelsea bisa kesulitan untuk mendapatkan Kai," buka direktur Leverkusen, Rudi Voller, kepada Bild.

"[Tim lainnya yang tertarik] memilih untuk menahan diri karena besarnya harga transfer dalam waktu yang spesial dan tidak menentu ini," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Rugi karena Covid-19

Havertz bukan satu-satunya pemain yang dilepas oleh Bayer Leverkusen pada bursa transfer musim panas ini. Mereka juga harus merelakan kepergian Kevin Volland ke Monaco dengan nilai transfer sebesar 15 juta euro.

Berkat pemasukan yang besar itu, Leverkusen pun jadi bisa mendatangkan Patrik Schick dan Lennart Grill. Sayangnya, mereka tidak bisa berinvestasi lebih banyak lagi lantaran harus menutupi kerugian akibat pandemi.

"Kami juga mengalami kerugian pada masa virus Corona ini. Kami tentu saja memperhitungannya dan tidak sepenuhnya menginvestasikan kembali biaya transfer yang didapatkan untuk Kai Havertz," tambahnya.

"Bayern Munchen adalah tim terbaik, lalu disusul Borussia Dortmund. Di belakangnya kami melihat diri kami bersama tiga atau empat tim. Kami ingin kembali ke Liga Champions," pungkasnya.

(Goal International)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR