5 Alasan Dortmund Bisa Kalahkan Man City di Leg Kedua Perempat Final Liga Champions

Asad Arifin | 2021-04-12 14:33
Liga Champions, Borussia Dortmund vs Manchester City (c) Bola.net

Bola.net - Leg kedua perempat final Liga Champions antara Manchester City melawan Borussia Dortmund akan tersaji pada Kamis (15/04/2021) dini hari WIB. Kali ini, tentu tekanan besar ada di pihak City yang harus bermain tandang di Stadion Signal Iduna-Park.


Pada pertemuan di leg pertama yang berlangsung di markas City minggu lalu, pasukan Pep Guardiola terlihat cukup kerepotan menghadapi punggawa dari Edin Terzic. City juga terbilang beruntung karena gol dari Jude Bellingham dianulir dan mereka berhasil menang di menit-menit akhir berkat gol dari Phill Foden.

Dortmund punya kans besar untuk mengembalikan keadaan. Apalagi, Die Borussen bermain sebagai tim tuan rumah yang pastinya lebih percaya diri. Ditambah, Jadon Sancho dikabarkan akan segera kembali merumput dekat-dekat ini yang membuat daya gedor di lini serang Dortmund terasa akan lebih berbahaya.

Berikut 5 alasan Dortmund masih bisa kalahkan City pada leg kedua perempat final liga Champions.

1 dari 5 halaman

'The Unstoppable' Erlind Haaland

Erling Haaland adalah mesin pencetak gol bagi Dortmund musim ini. Ia memiliki 49 gol dalam 50 laga bersama Dortmund, termasuk 34 gol dalam 37 penampilan di Bundesliga. Pemain berusia 20 tahun ini juga penyandang top skor sementara Liga Champions dengan mengoleksi 10 gol.

Walaupun, di leg pertama tak mampu mencetak gol ke gawang City namun asis yang diberikan Haaland ke Marco Reus berbuah menjadi gol balasan. Apalagi, ia memiliki kecepatan yang luar biasa. Di Bundesliga musim ini, Haaland mencetak rekor kecepatan baru 22,39 mph pada laga melawan VfB Stuttgart lalu.

2 dari 5 halaman

Jadon Sancho Kembali?

Pemain asal Inggris tersebut memang punya memori bersama The Citizens dan berkesempatan untuk tampil jika ia mampu pulih dari cederanya sebelum leg kedua nanti bergulir. Jadon Sancho merupakan salah satu pemain sayap terbaik saat ini yang telah mencetak 36 gol dan 43 asis untuk Dortmund.

Sancho dan Haaland adalah kombinasi berbahaya di Dortmund dalam merobek jantung pertahanan lawan. Pasalnya, enam dari sembilan asis Sancho musim ini di Bundesliga diberikan kepada Haaland. Gaya permainan Sancho mampu mengalihkan perhatian para bek lawan yang menciptakan ruang gerak bebas bagi Haaland agar lebih mudah mencetak gol.

3 dari 5 halaman

Quick Out After The Break

Dortmund merupakan tim yang bermain lebih baik setelah jeda babak pertama. Tercatat, Die Borussen mencetak lebih dari 72 persen golnya setelah babak pertama usai. Kurang lebih 30 gol Dortmund tercipta di antara 46-60 dan 76-90 menit jalannya pertandingan.

Seperti pada leg pertama kemarin, setelah turun minum pasukan Pep Guardiola terlihat lebih lengah dan kebobolan di menit 83. Dortmund juga bermain lebih ganas di enam pertandingan terakhir yang sukses mencetak 16 dari 58 gol di Bundesliga.

City harus waspada dengan permainan cepat dari Dortmund pada leg kedua nanti. Seperti yang mereka tampilkan saat melawan Munchen pada laga Der Klassiker. Ketika itu, Haaland berhasil mencetak dua gol dalam sembilan menit pertama.

4 dari 5 halaman

Dortmund Punya Mentalitas di Partai Besar

Dortmund memang punya mentalitas kuat saat harus menjalani partai besar melawan tim terbaik Eropa. Apalagi, gol yang berhasil mereka cetak di Etihad sedikit meringankan beban Dortmund. Die Borussen hanya harus menang 1-0 untuk membawa mereka lolos ke semifinal.

Tim asuhan Edin Terzic juga selalu senang bermain di kandang, dengan torehan lima kemenangan dari tujuh pertandingan terakhir mereka di Liga Champions diraih di kandang sendiri. Dortmund juga pernah menaklukan City 1-0 di Signal Iduna-Park pada babak penyisihan grup 2012/13.

5 dari 5 halaman

Die Borussen ?The European Heavyweight?

Liga Champions hanya memiliki satu pemenang baru dalam kompetisi abad ini yakni Chelsea pada tahun 2012. Pemenang baru sebelumnya dipegang oleh Dortmund pada tahun 1997 yang berhasil mengalahkan juara bertahan Juventus dengan skor 3-1 di Munich.

Berbanding terbalik dengan City, mereka belum pernah merasakan juara di Liga Champions. Satu-satunya kesuksesan City di Eropa adalah Piala UEFA 1969/70 melawan Gornik Zabre tim asal Polandia. Perjalanan City di Liga Champions dalam tiga musim terakhir juga selalu kandas di babak perempat final melawan Liverpool, Tottenham Hotspur, dan Lyon.

Sumber: Bundesliga

(Bola.net/Muhammad Afif Farhan)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR