5 Alasan Bayern Munchen Akan Kembali Kalahkan PSG di Liga Champions

Asad Arifin | 2021-04-05 15:20
Prediksi pertandingan Bayern Munchen vs PSG (c) Bola.net

Bola.net - Setelah menelan kekalahan menyakitkan atas Bayern Munchen di final Liga Champions 2019/20, PSG kembali bertemu dengan Munchen di perempat final Liga Champions 2020/2021, Kamis (08/04/2021) pukul 02.00 WIB. Laga ini akan berlangsung di Stadion Allianz Arena.


Bermain sebagai tim tamu, PSG punya kans menghadirkan kejutan untuk Munchen. Pasalnya, jelang laga melawan PSG nanti, Munchen kehilangan beberapa pemain vitalnya seperti Corentin Tolisso, Robert Lewandowski, dan Douglas Costa.

Akan tetapi, PSG tetap harus waspada dan tidak boleh lengah karena Munchen memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Ditambah, mereka punya segudang pengalaman pada pentas Liga Champions. Apalagi, di laga nanti Munchen berstatus sebagai tuan rumah dan memiliki rekor kandang yang baik.

Berikut 5 alasan Munchen bakal kembali taklukan PSG pada leg pertama perempat final Liga Champions.

1 dari 5 halaman

Been There, Done That

PSG sudah mengerahkan segala kemampuannya saat melakoni partai Final Liga Champions 2019/20 di Lisbon musim lalu. Namun, Munchen juga tidak menyerah begitu saja, mereka memberikan perlawanan kuat kepada PSG.

Momen penting diukir oleh Kingsley Coman yang berhasil menyelesaikan umpan pinpoint dari Joshua Kimmich dan menceploskan bola ke gawang Keylor Navas. Skor 1-0 untuk Munchen tidak berubah hingga peluit panjang berbunyi.

Kemenangan tersebut menambah koleksi trofi Liga Champions Munchen menjadi enam dan menjadikan treble kontinental kedua dalam delapan musim. Raksasa Jerman itu kini sudah tampil di 11 partai final Liga Champions.

Sedangkan, PSG yang belum merasakan trofi Liga Champions, baru dua kali melaju ke babak perempat final.

2 dari 5 halaman

Eric Maxim Choupo-Moting 'Si Orang Dalam'

Dengan absennya bintang mereka yakni Robert Lewandowski, Eric Maxim Choupo-Moting dipastikan akan ada di starting line-up jelang laga nanti. Munchen memiliki alternatif kelas dunia seperti Serge Gnabry dan Thomas Muller.

Akan tetapi, Choupo-Moting yang menyandang eks pemain PSG mengenal lebih baik gaya permainan PSG daripada siapapun di Munchen. Sebelum bergabung ke Munchen, Choupo-Moting tercatat tampil sebanyak 51 kali pada semua kompetisi di bawah Thomas Tuchel.

Setelah Thomas Tuchel hengkang ke Chelsea, PSG meminang Mauricio Pochettino untuk menukangi PSG. Dengan begitu, Choupo-Moting hanya mampu membeberkan gaya permainan dari beberapa mantan rekan setimnya di PSG saja.

3 dari 5 halaman

Lima Bintang yang berperan sebagai pendukung di lini serang

Tim yang bertabur pemain bintang layaknya Munchen, tidak hanya memiliki fokus penyerangan di beberapa pemain saja. Kurang lebih, 18 pemain Munchen musim ini sudah mencetak setidaknya satu gol. Sorotan justru tertuju pada para pemain pendukung seperti Thomas Muller yang memuncaki daftar assist Bundesliga sebanyak (15).

Lalu, ada Joshua Kimmich yang mengoleksi (10), Leroy Sane (9), dan Kingsley Coman (9). Beberapa pemain tersebut membantu skema penyerangan Munchen menjadi yang paling produktif di Bundesliga. Kekuatan itu benar-benar menjadikan Munchen beda dengan tim-tim lainnya di daratan Eropa.

Adapun bek kiri cepat milik Munchen yakni Alphonso Davies. Ia juga harus masuk dalam radar pemain yang wajib diwaspadai oleh PSG. Setelah itu, Serge Gnabry juga mungkin akan menjadi momok menakutkan dari sisi kanan Munchen.

4 dari 5 halaman

Manuel Neuer, tembok kokoh Die Roten

Tidak hanya menakutkan di lini serang. Munchen juga punya tembok kokoh pada sektor pertahanan yakni Manuel Neuer. Di partai final Liga Champions musim lalu, Neuer berhasil melakukan serangkaian penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang emas dari Neymar dan Kylian Mbappe.

Neuer sepertinya terus berkembang ke arah lebih baik seiring bertambahnya usia. Ia berhasil mengangkat peran kiper ke level lebih krusial bagi tim. Di usia 35 tahun, Neuer tetap mampu konsisten untuk menampilkan performa terbaiknya.

5 dari 5 halaman

Kecerdikan Hansi Flick

Melihat kehebatan individu dan kolektif Munchen, tak heran mereka tidak terkalahkan dalam 19 laga di Liga Champions. Hanya Manchester United yang mampu bertahan lebih lama dalam kompetisi ini yakni 25 pertandingan tanpa kekalahan dari 19 September 2007 hingga 5 Mei 2009.

Setelah Hansi Flick mengambil alih kursi kepelatihan Munchen. Die Roten mencetak rekor 54 gol dari 15 kemenangan dan hanya kebobolan 11 gol di Liga Champions. Mental juara Munchen serasa hadir kembali pasca Hansi Flick duduk di kursi pelatih.

(Bola.net/Muhammad Afif Farhan)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR