5 Alasan Bayer Leverkusen Bisa Kalahkan Juventus

Afdholud Dzikry | 1 Oktober 2019 10:05
Selebrasi Kevin Volland bersama Kai Havertz. (c) AP Photo

Bola.net - Bayer Leverkusen akan menghadapi Juventus di lanjutan penyisihan grup D Liga Champions. Pertandingan seru ini bakal digelar di Allianz Stadium, Rabu (2/10/2019) dini hari WIB.

Baik Leverkusen maupun Juventus sama-sama memiliki modal yang bagus di pertandingan terakhir mereka. Leverkusen menang 3-0 atas Augsburg, sementara Bianconeri menang 2-0 atas SPAL di Serie A.

Kedua tim juga sama-sama memiliki senjata yang bisa menjadi pembeda. Penuh pemain muda bertalenta, dan juga sama-sama memiliki pelatih penuh taktik dan cerdas.

Juventus diprediksi banyak pihak memiliki potensi meraih kemenangan yang lebih baik, namun Leverkusen juga punya alasan untuk optimistis menyongsong pertandingan ini. Berikut lima alasan mengapa Bayer Leverkusen bisa kalahkan Juventus.

1 dari 5 halaman

1. Punya Kai Havertz

Sementara Juventus mungkin akan membanggakan nama-nama seperti Cristiano Ronaldo dan juga juara dunia Blaise Matuidi dalam skuad merekia, Leverkusen juga punya nama yang bisa membuat iri seluruh tim Eropa. Pemain itu adalah Kai Havertz. Tanyakan pada Juventus, apakah mereka akan senang memiliki pemain 20 tahun tersebut dalam tim mereka? Dan itu mungkin yang membuat namanya baru-baru ini dikaitkan dengan sang juara Italia.

Dengan 17 gol dari 34 penampilan terakhir di Bundesliga, Haverzt adalah gelandang tersubur kedua di Eropa, hanya kalah dari gelandang Sporting Lisbon, Bruno Fernandes. Dia menjadi satu-satunya remaja yang mencetak 15 gol untuk sebuah klub Jerman dalam satu musim.

Dan bila Juventus merangsek maju dan kemudian kehilangan bola, mereka harus mewaspadai bagaimana Havertz membawa dan mengalirkan bola dengan visi briliannya, atau bahkan mengeksekusinya sendiri.

2 dari 5 halaman

2. Leverkusen Cinta Italia

Leverkusen mungkin tanpa kemenangan di lima pertandingan terakhir dalam lawatan mereka ke Italia (seri 1, kalah 4), namun rekor mereka melawan tim Italia sebelum itu luar biasa. Dalam 13 penampilan sebelum itu melawan tim Italia, Die Wekself mampu meraih lima kemenangan, empat seri, dan kalah empat kali.

Catatan kemenangan di periode itu sudah termasuk kemenangan 3-1 atas Bianconeri di Liga Champions tahun 2002.

3 dari 5 halaman

3. Pertahanan Juventus tak Sekuat Dulu

Kesuksesan Juventus akhir-akhir ini, termasuk delapan scudetto beruntun, sangat besar dipengaruhi oleh kekuatan pertahanan mereka yang disebut sebagai yang terkuat di sepak bola Eropa. Tiga bek yang memiliki sebutan trio BBC, Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini, adalah kunci kekuatan Bianconeri di pertahanan, termasuk saat mereka membuat rekor hanya kebobolan 20 gol pada 2012 dan 2016.

Dengan Barzagli yang sudah pensiun dan Chiellini yang mengalami cedera ligamen parah, hanya Bonucci satu-satunya nama yang bertahan di pertahanan Juve saat ini. Saat ini Bonucci kerap diduetkan dengan bek 20 tahun asal Belanda, Matthijs de Ligt, namun duet ini dianggap tak sekokoh yang diharapkan. Bahkan pada akhir pekan lalu, Juventus harus memaksa Matuidi menjadi bek kiri seiring absennya Alex Sandro.

4 dari 5 halaman

4. Leverkusen yang Tajam dan Cepat

Bersama Peter Bosz, Leverkusen menjelma menjadi sebuah mesin penyerangan yang begitu rapi dalam melakukan teror ke pertahanan lawan, begitu cepat, begitu langsung. Selain itu, transisi yang ditunjukkan oleh Die Wekself juga begitu mulus.

Pasukan Bosz ini rata-rata mencetak dua gol dalam satu pertandingan musim ini, 16 gol dalam 8 pertandingan kompetitif sejauh ini, jadi ini bisa jadi kabar buruk bagi Juventus.

Selain itu, ada sebuah fakta yang menarik dari Leverkusen musim ini. Kai Havertz dkk tercatat sebagai tim dengan daya jelajah tertinggi di Bundesliga. Secara kolektif mereka mampu menjelajah lapangan rata-rata 74 mil per pertandingan.

5 dari 5 halaman

5. Kuat di Kedalaman Skuad

Leverkusen bisa dianggap sebagai salah satu tim yang memiliki aktivitas belanja pemain terbaik di Bundesliga musim panas ini. Bagaimana tidak, mereka sukses mendatangkan nama-nama berkualitas seperti Demirbay, Nadiem Amiry, dan dua talenta muda Moussa Diaby dan Daley Sinkgraven.

Dan dengan pemain seperti Lucas Alario dan Paulino juga siap dimainkan, Bosz memiliki banyak opsi untuk diterapkan melawan Juventus. Kombinasi para talenta muda dan pemain berkualitas nan berpengalaman di skuad Leverkusen berpotensi memberikan Juventus malam yang buruk.

Sumber: bundesliga.com

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR