BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Tapak Tilas PB Djarum: Dari Hobi Hingga Prestasi untuk Negeri

09-09-2019 14:47 | Richard Andreas

Tapak tilas perkumpulan bulu tangkis Djarum di Indonesia. (c) bola Tapak tilas perkumpulan bulu tangkis Djarum di Indonesia. (c) bola

Bola.net - Kabar mundurnya PB Djarum dari dunia bulu tangkis Indonesia menjadi salah satu topik paling hangat dalam tiga hari terakhir. Djarum merilis pengumuman mengejutkan pada pada Sabtu, 7 September 2019 lalu.

Keputusan ekstrem ini merupakan buntut dari permasalahan dengan KPAI dan Yayasan Lentera Anak. Djarum dituding melakukan pelanggaran eksploitasi anak pada audisi umum setiap tahunnya.

Mundurnya Djarum dari dunia bulu tangkis jelas menimbulkan reaksi pro-kontra besar-besaran. Sebagian merasa mundurnya Djarum berarti mundurnya prestasi Indonesia, sebagian lain mendukung tuntutan KPAI.

Terlepas dari kontroversi tersebut, Bola.net ingin menengok ke belakang untuk mengamati perkembangan PB Djarum di Indonesia. Baca selengkapnya di bawah ini ya, Bolaneters!

1 dari 7 halaman

Dimulai di Tempat Melinting Rokok

Proses pembentukan PB Djarum dimulai dari kegiatan olahraga karyawan Djarum di tahun 1960-an. Pemilik Djarum, Budi Hartono memang mencintai bulu tangkis dan kebetulan banyak karyawannya menyukai olahraga tersebut.

Tahun 1969, mereka mulai berlatih rutin di brak (tempat karyawan melinting rokok) di Jl. Bitingan Lama, Kudus, Jawa Tengah. Pada jadwal tertentu di sore hari, mereka berlatih di bawah nama komunitas kudus.

Berawal dari kegiatan rutin ini, Djarum menemukan bibit luar biasa, Liem Swie King yang masih berusia 13 tahun. Tiga tahun berlatih, Liem Swie King mulai mengharumkan nama Djarum dengan menjuarai Tunggal Putra Junior Munadi Cup.

2 dari 7 halaman

Legenda Liem Swie King

Liem Swie King akan selalu dikenang sebagai salah satu legenda pebulu tangkis Indonesia. Dia menjuarai All England pada tahun 1978, 1979, dan 1981.

Prestasi ini mendorong Djarum terus mengembangkan bulu tangkis. Mereka membangun sarana bulu tangkis terpadu di Kaliputu, Kudus. Tahun keemasan PB Djarum dimulai.

Tahun 1984, Indonesia berhasil menjuarai Thomas Cup. Tujuh dari delapan anggota tim Thomas berasal dari PB Djarum. Di tahun yang sama, duet Kartono/Heryanto menjuarai Ganda Putra All England.

3 dari 7 halaman

Juara Dunia

Djarum terus melahirkan atlet-atlet terbaik lainnya yang berprestasi. Mulai dari Sudirman Cup pada tahun 1989 dan kejuaraan dunia di tahun yang sama.

Ardy B. Wiranata menjuarai All England tahun 1991 setelah dua tahun sebelumnya hanya menjadi runner-up. Ardy merupakan orang Indonesia keempat yang mampu menjadi Juara Tunggal Putra All England.

Atlet lain yang namanya begitu akrab di telinga pecinta bulu tangkis Indonesia adalah Alan Budikusuma. Dia meraih medali emas tunggal putra Olimpiade Barcelona tahun 1992.

Ardy B. Wiranata (tunggal putra) dan Eddy Hartono/Gunawan (ganda putra) meraih medali perak Olimpiade Barcelona. Di tahun yang sama Eddy Hartono/Gunawan meraih Juara Ganda Putra All England.

Atlet-atlet Djarum mewakili Indonesia di panggung internasional. Mulai dari juara All Englad, Piala Dunia, Kejuaraan Dunia, Olimpiade dan lainnya.

4 dari 7 halaman

Era 2000-an

Djarum sempat memasuki masa gersang di awal 2000-an. Tidak banyak atlet-atlet yang berprestasi. Ada Sigit Budiarto/Candra Wijaya yang menjuarai All England pada tahun 2000.

Pada tahun 2006, Djarum mendirikan Bakti Olahraga Djarum Foundation dan memulai Audisi Umum Beasiswa Bulutangkis untuk pertama kalinya.

Atlet Djarum kembali bersinar di era 2010-an. Duet Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir berhasil menjadi juara Ganda Campuran All England tahun 2012. Gelar ini begitu memuaskan setelah penantian panjang 33 tahun.

Setahun berselang, Tontowi/Liliyana kembali menjadi juara Ganda Campuran All England dan BWF Championships. Jebolan Djarum lainnya, Mohammad Ahsan, berduet dengan Hendra Setiawan untuk menjadi juara Ganda Pria BWF World Championship.

5 dari 7 halaman

Prestasi Teranyar

Di tahun 2015, pasangan Mohammad Ahsan dengan Hendra Setiawan menjadi Juara Dunia Ganda Putra. Djarum juga meresmikan GOR bulu tangkis bertaraf internasional di Magelang.

Setahun berselang, pasangan ganda putra asal PB Djarum, Praveen Jordan/Debby Susanto menjuarai All England 2016. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir juga meraih emas ganda campuran di Olimpiade Rio de Janeiro.

Tahun 2017 menjadi tahun keemasan PB Djarum. Atlet PB Djarum, Kevin Sanjaya Sukamuljo bersama pasangannya Marcus Fernaldi Gideon berhasil meraih gelar juara ganda putra All England.

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih gelar juara ganda campuran Indonesia Open setelah 12 tahun tidak diraih pasangan Indonesia, juga menjadi Juara Dunia untuk kedua kalinya di Glasgow, Skotlandia.

6 dari 7 halaman

2017-2018

Tahun keemasan 2017-2018 membuktikan prestasi atlet Djarum. Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dianugerahi BWF Male Player of The Year 2017 (Pemain Putra Terbaik Dunia 2017) oleh BWF di Dubai

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon menjuarai BWF Superseries Final 2017 sekaligus memecahkan rekor sebagai ganda putra satu-satunya yang pernah meraih 7 gelar Superseries dalam satu tahun.

Di tahun yang sama, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon mempertahankan gelar juara All England dan meraih medali emas Asian Games 2018

7 dari 7 halaman

Kelanjutan PB Djarum

Kini, di kuartal ketiga tahun 2019, Djarum undur diri setelah membina lebih dari 5.000 atlet bulu tangkis sejak tahun 1969, tepat 50 tahun.

"Kemudian pada audisi kali ini juga saya sampaikan sebagai ajang untuk pamit sementara waktu, karena di tahun 2020 kita memutuskan untuk menghentikan audisi umum. Memang ini disayangkan banyak pihak, tetapi demi kebaikan bersama kita hentikan dulu, biar reda dulu, dan masing-masing pihak agar bisa berpikir dengan baik," jelas Yoppy Rosimin, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation.

Selama 50 tahun itu, ada 11 atlet jebolan PB Djarum yang mempersembahkan medali Olimpiade untuk Indonesia. Olimpiade adalah bukti bakti atlet untuk negara.

Saat ini Kemenpora masih berusaha menengahi dialog antara PB Djarum dengan KPAI. Tidak perlu mencari siapa pihak yang salah, yang penting bagaimana menjaga mimpi pebulu tangkis muda dalam lingkungan yang sesuai undang-undang dan standar hukum lainnya.

Sumber: PB Djarum

Dispora Gelar Lomba Permainan Tradisional di Hari Anak

KOMENTAR