BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Sabet Emas Olimpiade, Greysia/Apriyani Beri Hadiah Umrah ke Asisten Pelatih

08-09-2021 12:09 | Anindhya Danartikanya

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo

Bola.net - Pasangan pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, memberikan kejutan kepada sang asisten pelatih, Chafidz Yusuf, yang membantu perjuangan mereka meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020. Chafidz Yusuf dan sekeluarga diberi hadiah berupa paket ibadah Umrah ke Tanah Suci, Mekkah.

Peran Chafidz memang tak bisa dipisahkan dari kesuksesan Greysia/Apriyani. Chafidz membantu pelatih Eng Hian dalam menerapkan strategi permainan Greysia/Polii. Chafidz pun terharu atas hadiah ini, dan berharap kebaikan Greysia/Apriyani dan Eng Hian jadi berkah untuknya dan sekeluarga.

"Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Tadi siang diberikan surprise apresiasi dari mereka pribadi yakni Coach Eng Hian, Greysia, dan Apri kepada saya dan sekeluarga paket umroh ke Tanah Suci. Semoga berkah ya Coach Eng Hian, Greysia, dan Apri. Semoga Tuhan yang akan membalasnya. Terima kasih banyak. Jadi terharu sebegitu perhatiannya kepada masmu, " tulis Chafidz via Instagram.

Nama Chafidz Yusuf memang sudah tak asing di dunia bulu tangkis Indonesia. Sebelum mendampingi Greysia/Apriyani, Chafidz juga turut dalam menemukan bakat Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo.

1 dari 2 halaman

Impian Terbesar

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo

Chafidz mengawali kariernya saat bermain di PB Djarum sejak 1979. Dia kemudian berhasil menembus pelatnas PBSI 1983-1988. Setelah gantung raket pada 1988, Chafidz mengawali karier sebagai pelatih di PB Djarum. Pada 2003, Chafidz dipercaya jadi pelatih di pelatnas PBSI dan menjadi asisten pelatih ganda putri sejak 2014 sampai saat ini.

Chafidz pun menyebut bahwa membantu Greysia/Apriyani meraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 adalah impian terbesarnya sebagai pelatih. Chafidz juga bersyukur bisa membantu mengharumkan nama Indonesia.

"Tentu saja ada rasa syukur dan bangga tak terkira bahwa anak asuh saya berhasil meraih prestasi di ajang Olimpiade. Impian terbesar saya sebagai pelatih tentu adalah membantu mereka dalam meraih medali yang mampu mengharumkan nama bangsa di pentas dunia," ujar Chafidz.

2 dari 2 halaman

Cetak Sejarah

Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo
Greysia Polii/Apriyani Rahayu (c) AP Photo

Greysia/Apriyani sendiri mencetak sejarah dengan mempersembahkan medali emas pertama Indonesia dari sektor ganda putri. Ini juga menjadi medali emas perdana yang diraih Indonesia pada Olimpiade 2020. Secara keseluruhan, bulu tangkis sudah mengemas delapan medali emas di Olimpade.

Pencapaian itu ditorehkan Susy Susanti dan Alan Budikusima (1992), Rexy Mainaky/Ricky Subagja (1996), Tony Gunawan/Candra Wijaya (2000), Taufik Hidayat (2004), Markis Kido/Hendra Setiawan (2008), Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (2016), dan Greysia Polii/Apriyani Rahayu (2020).

Disadur dari: Bolacom (Zulfirdaus Harahap, Rizki Hidayat) | Dipublikasi: 7 September 2021

KOMENTAR