BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Penyebab Tangis Greysia Polii Pecah Setelah Menjuarai Thailand Terbuka 2021

18-01-2021 12:48 | Anindhya Danartikanya

Apriyani Rahayu dan Greysia Polii (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan Apriyani Rahayu dan Greysia Polii (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Pasangan pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, sukses merebut gelar juara Thailand Terbuka 2021 usai mengalahkan wakil tuan rumah, tuan rumah, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, dengan skor 21-15 dan 21-12 pada Minggu (17/1/2021).

Tepat usai laga berakhir, Greysia pun terlihat menangis di tepi lapangan. Lewat rilis resmi PBSI, pebulu tangkis berusia 33 tahun ini pun menyatakan, tangisnya pecah lantaran sedang menyimpan rasa duka yang cukup mendalam. Alhasil, kesuksesannya ini menghadirkan perasaan campur aduk.

"Puji Tuhan dibilang lega ya lega, karena sudah menyelesaikan tugas dengan baik. Namun, pada waktu yang bersamaan sebenarnya ada rasa yang campur aduk, lebih kepada emosional, karena... Dari kemarin jujur sebenarnya tidak ada perasaan apa-apa, konsentrasi dengan pertandingan dan lebih fokus sama tujuan di sini. Tapi, ada rasa campur aduk yang kadang membuat sedih," ujar Greysia.

1 dari 4 halaman

Kepikiran Keluarga, Berjuang Lawan Covid-19

"Dari kemarin sebenarnya sudah tidak bisa menahan. Bukan dari kemarin saja sebenarnya, tapi setiap hari. Baik-baik saja sebenarnya, tapi namanya lagi berduka dan keluarga semua di rumah Jakarta lagi struggle, kita semua lagi struggle sebagai sebuah keluarga. Berjuang melawan Covid-19, semua diisolasi," jelas Greysia.

Greysia sebenarnya lega karena bisa melaksanakan tanggung jawab dan mengantarkan kemenangan bagi Indonesia bersama Apriyani. Apalagi ini merupakan gelar pertama ganda putri Indonesia dalam kelas Super 1000. Namun, suasana hatinya tak bisa berbohong, karena pikirannya terbagi, termasuk memikirkan sang suami yang baru dinikahinya pada 23 Desember 2020, Felix Djimin.

Setelah menikah, Greysia memang hanya libur sepekan dan lalu kembali ke pelatnas PBSI di Cipayung untuk mempersiapkan jelang Thailand Terbuka 2021. "Senang bisa menjadi juara di sini, tapi rasanya campur aduk. Iya masih harus berjuang dan memikirkan keluarga di rumah, memikirkan suami juga. Kasihan, setelah menikah ditinggal dan tidak boleh bertemu," ujarnya.

2 dari 4 halaman

Dukungan Suami dan Mendekatkan Diri Kepada Tuhan

Greysia Polii dan Felix Djimin (c) Instagram/Greysia Polli Greysia Polii dan Felix Djimin (c) Instagram/Greysia Polli

Bagi Greysia, gelar Thailand Terbuka 2021 juga hadiah pernikahan dan motivasi untuk keluarga. Pasalnya, saat Greysia fokus berlatih di Pelatnas Cipayung dan kembali ke asrama setelah menikah, sang ibu sempat terpapar Covid-19. Ia juga kehilangan kakak kandungnya, Rickettsia Polii.

Kedua alasan inilah penyebab tangis Greysia pecah setelah menjadi juara. "Saya mendedikasikan gelar juara ini buat keluarga saya yang sedang berjuang, terus mereka sedang kehilangan. Jadi pikiran saya memang ke mana-mana, campur aduk. Setelah kakak meninggal dan mama terkena Covid-19," ujar Greysia.

"Puji Tuhan diberikan kekuatan terus setiap hari, sampai hari ini juga sebenarnya. Apalagi Felix banyak berkorban dan berjuang untuk keluarga besar juga. Dia tidak terkena Covid-19 ya. Felix sangat dewasa dan bisa memberikan dukungan dalam menjalani semua ini. Sangat mendukung penuh, khususnya emosional saya yang selalu dia dukung sejak dulu," lanjutnya.

3 dari 4 halaman

Lanjut 2 Turnamen Lain di Thailand

Apriyani Rahayu dan Greysia Polii (c) PBSI Apriyani Rahayu dan Greysia Polii (c) PBSI

Kondisi tersebut tak menghalangi Greysia menghadapi tiga turnamen di Thailand, terutama karena sudah menjalani persiapan sejak November 2020. Ia pun meminta kekuatan dari Tuhan sebagai satu-satunya cara yang bisa dilakukan. "Saya berusaha lebih dekat dengan Tuhan. Saya minta kekuatan setiap hari, berdoa agar bisa terus menjalani keseharian, tidak terbawa atau hilang fokus," ujarnya.

Usai jadi juara Thailand Terbuka 2021, Greysia/Apriyani masih akan menjalani dua kejuaraan lagi di Negeri Gajah Putih. Masih ada Thailand Terbuka edisi kedua pada 19-24 Januari 2021 dan BWF World Tour Finals pada 27-31 Januari 2021. Ia bertekad terus berusaha dan menjalankan dengan gembira.

"Pertandingan ke depan dijalankan saja. Saya bersama Apri tidak berpikir harus bagaimana, tapi kami mencoba untuk berusaha menjalani satu per satu. Setelah juara ini sudah selesai, tapi minggu depan ada lagi. Jadi kami menjalani saja hari demi harinya dengan penuh sukacita, tetap senang, dan pastinya menikmati," tuturnya.

Disadur dari: Bolacom (Benediktus Gerendo Pradigdo) | Sumber: PBSI | Dipublikasi: 17 Januari 2021

4 dari 4 halaman

Video: Kalah dari Victor Axelsen, Anthony Ginting Gagal ke Final Thailand Terbuka 2021

KOMENTAR