Lapangan Bulu Tangkis Licin, Gregoria Mariska Cedera Kaki

Anindhya Danartikanya | 3 Desember 2019, 11:48
Gregoria Mariska Tunjung (c) PBSI
Gregoria Mariska Tunjung (c) PBSI

Bola.net - Gregoria Mariska Tunjung gagal menyumbang poin pada partai pertama final bulu tangkis beregu putri SEA Games 2019 usai kalah dari wakil Thailand, Ratchanok Intanon, 13-21, 21-12, 14-21, di Muntinlupa Sports Complex, Filipina, Selasa (3/12/2019).

Bukan hanya kekalahannya jadi perhatian. Kondisi Gregoria juga menyedot perhatian karena harus ditandu keluar lapangan akibat cedera. Pemain asal Wonogiri itu cedera akibat terjatuh di lantai lapangan yang licin. Insiden ini terjadi pada gim penentuan alias gim ketiga.

Pada gim penentuan, Gregoria tertinggal 5-11 pada jeda interval. Situasi tersebut berlanjut hingga akhir permainan. Tertinggal 10-20, Gregoria sempat berusaha menambah empat poin menjadi 14-20.

Namun pada poin berikutnya, Gregoria terjatuh di lapangan saat berusaha mengejar bola dari Intanon. Ia tak bisa bangun dan harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera.

1 dari 2 halaman

Penjelasan Pelatih Tunggal Putri

Gregoria Mariska Tunjung (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Gregoria Mariska Tunjung (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Pelatih tunggal putri Indonesia, Rionny Mainaky, mengatakan belum mengetahui separah apa cedera yang menimpa Gregoria.

“Dia tadi mau ambil bola silang, terus licin lapangannya. Jadi kaki kirinya kena dan jatuh. Kondisi sementara belum tahu separah apa. Tapi saya lihat tadi tangannya gemetaran, berarti memang sakit sekali. Harus dicek lagi,” kata Rionny, melalui rilis dari PBSI.

“Dari sebelum berangkat memang ada kendala sedikit kaki kirinya. Dia bisa main bagus sampai hari ini, sudah baik lah,” ungkap Rionny, tentang performa Gregoria Mariska Tunjung.

2 dari 2 halaman

Bermain Terlalu Hati-Hati

Secara keseluruhan, Intanon masih terlalu tangguh bagi Gregoria. Saat gim pertama dimulai, Gregoria tak bisa banyak mengungguli Intanon. Sempat beradu ketat di awal, Intanon akhirnya berhasil unggul dan mengalahkan Gregoria.

Kondisi berbeda terjadi di game kedua. Gregoria justru berhasil terus memimpin perolehan angka. Ia tak membiarkan Intanon sekalipun menyamai skornya. Gregoria menang 21-12.

“Saya lihat Gregoria mainnya sudah normal dan benar, tapi masih terlalu hati-hati. Cuma memang lawannya lebih berpengalaman. Lawan mengubah pola sedikit, Gregoria agak kurang siap. Memang untuk lawan Ratchanok ini harus fokus dan kalau lawan bisa baca pola, harus bisa diantisipasi dengan cepat,” imbuh Rionny.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Benediktus Gerendo Pradigdo/Dipublikasi: 3 Desember 2019

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR