BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Ini Penyebab Praveen / Melati Tumbang di Babak Pertama Indonesia Open 2019

16-07-2019 20:40 | Serafin Unus Pasi

Pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melatih Daeva Oktavianti menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Chinese Taipei pada semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, Jumat (24/5/2019). (c) https://twitter.com/INABadminton Pasangan ganda campuran Praveen Jordan / Melatih Daeva Oktavianti menjadi penentu kemenangan Indonesia atas Chinese Taipei pada semifinal Piala Sudirman 2019 di Nanning, Tiongkok, Jumat (24/5/2019). (c) https://twitter.com/INABadminton

Bola.net - Ganda Campuran Indonesia, Praveen Jordan / Melati Dave Oktaviani mendapatkan kekalahan mengejutkan di babak pertama Indonesia Open 2019. Pasangan andalan Indonesia itu harus dikalahkan pasangan non unggulan asal Jerman, Mark Lamsfuss/Isabel Herttrich di Istora Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (16/7/2019).

Lamsfuss/Herttrich sempat unggul 20-18 pada gim pertama. Tinggal membutuhkan satu poin lagi, keduanya lengah. Lamsfuss/Herttrich mampu mengembalikkan keadaan menjadi 20-22.

"Kami sudah bermain menyerang dan sempat unggul 20-18. Namun, mereka mengembalikkan skor dan pada set kedua, kami tak bisa keluar dari tekanan," ujar Praveen setelah bertanding.

Meski secara peringkat lebih unggul dibanding Lamsfuss/Herttrich, Praveen mengatakan lawannya itu lebih tangguh. Saat ini, Lamsfuss/Herttrich menduduki peringkat ke-20 dunia.

"Lawan kami lebih berat. Kami terlalu hati-hati. Mereka tampil lepas. Itu yang kita rasakan selama bertanding," imbuh Praveen, tentang penampilannya pada babak pertama Indonesia Open 2019.

Baca komentar Praveen dan Melati selengkapnya di bawah ini.

1 dari 1 halaman

Gagal Penuhi Target

Praveen / Melati gagal memenuhi target di Indonesia Open 2019. Sebelum turnamen, keduanya kompak ingin meraih gelar juara.

"Soal target tak tercapai, kami harus banyak evaluasi. Bermain di Indonesia juga pasti ada rasa ingin membuktikan, tapi ada grogi sedikit," ujar Praveen.

"Penonton tidak mengganggu. Justru bikin semangat. Kami grogi karena mau membuktikan di hadapan penonton. Tapi, malah berlebihan. Itu yang perlu dievaluasi," tutur Praveen.

Sumber: Bola.com

Gabungkan Tenis Meja dan Sepakbola, Olahraga ini Bisa Dicoba Saat Lomba 17 Agustus

KOMENTAR