BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

9 Momen Akrab Ahsan/Hendra dengan Pebulu Tangkis Dunia Lainnya

17-01-2020 13:10 | Anindhya Danartikanya

Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan (c) PBSI Hendra Setiawan dan Mohammad Ahsan (c) PBSI

Bola.net - Pasangan ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, masih mampu tampil gemilang meski tak lagi muda. Saat ini, Hendra telah berusia 35 tahun, sedangkan Ahsan 32 tahun. Namun, keduanya belum memperlihatkan tanda akan gantung raket dalam waktu dekat.

Tahun lalu, Ahsan/Hendra, merengkuh empat gelar di berbagai ajang, tiga di antaranya pada turnamen besar. The Daddies tersebut menjadi kampiun pada All England, Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis, BWF World Tour Finals 2019, dan Selandia Baru Terbuka.

Sebelumnya mereka juga meraih berbagai gelar bergengsi, termasuk beberapa kali di Kejuaraan Dunia. Hendra telah mengantongi empat titel Kejuaraan Dunia, sedangkan Ahsan tiga kali. Bahkan, Hendra pernah mencicipi emas Olimpiade 2008 saat berpasangan dengan Markis Kido.

Kini, Ahsan/Hendra juga sudah melaju di jalur yang benar untuk merebut tiket ke Olimpiade Tokyo 2020. Mereka masih bercokol di peringkat kedua ganda putra, tepat di bawah pasangan Indonesia lainnya, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

Deretan prestasi itu membuat Ahsan/Hendra disegani para pebulu tangkis, baik dari Indonesia maupun negara lain. Apalagi Ahsan/Hendra dikenal ramah dan rendah hati, termasuk di luar lapangan.

Ahsan/Hendra tampaknya memegang prinsip siapa pun yang jadi rival di lapangan, tetap menjadi teman di luar lapangan. Tak heran, tak sedikit pebulu tangkis yang mengidolakan mereka. Berikut ini potret akrab Ahsan/Hendra dengan pebulu tangkis negara lain di luar lapangan.

1 dari 9 halaman

Ahsan/Hendra Bersama Pemain Jepang Takeshi Kamura

2 dari 9 halaman

Ahsan/Hendra Bersama Ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi

"Rasanya membuat frustrasi, tapi ini medali perak, jadi saya sangat senang! Terima kasih atas dukungannya. Saya akan melakukan yang terbaik lagi. Sang legenda begitu kuat! Saya ingin seperti mereka," tulis Yuho Kobayashi.

3 dari 9 halaman

Hendra Bersama Pemain Denmark, Anders Skaarup Rasmussen

"Mengalahkan Lee Yong-dae untuk kali pertama dan melingkarkan tangan saya di pundak idola saya. Benar-benar hari yang epik. Terima kasih Istora. Kalian semua menakjubkan," tulis Rasmussen pada unggahan fotonya setelah babak kedua Indonesia Masters 2020, Kamis (16/1/2020).

4 dari 9 halaman

Hendra Bersama Pemain China, Liu Yu Chen

View this post on Instagram

badminton idol English teacher 😄 happy day!

A post shared by liuyuchen_0725 (@liuyuchen88888) on

"Idola di bulutangkis dan guru bahasa Inggris. Hari yang menyenangkan," tulis Liu Yu Chen pada unggahan di Instagramnya, pada 22 November 2017.

5 dari 9 halaman

Ahsan/Hendra Bersama Ganda Denmark, Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen

View this post on Instagram

4 old men united on court again, always a pleasure. Good luck tomorrow Hendra and Ahsan👍🏼🏸😃

A post shared by Mathias Boe (@mathias.boe) on

"Empat pria tua bersatu di lapangan lagi, selalu menyenangkan. Semoga beruntung besok Hendra dan Ahsan," tulis Mathias Boe pada unggahan di Instagramnya, 18 Oktober 2018.

6 dari 9 halaman

Hendra Bersama Pemain China, Zhang Nan

View this post on Instagram

Ready for today,ciayo!!💪🏻💪🏻

A post shared by hendra setiawan (@hendrasansan) on

7 dari 9 halaman

Hendra Bersama Pemain Korea Selatan, Lee Yong-dae

View this post on Instagram

Latihan sama kawan lama ✌🏻

A post shared by hendra setiawan (@hendrasansan) on

8 dari 9 halaman

Ahsan/Hendra Bersama Legenda Bulu Tangkis China, Cai Yun

"CAI YUN...legenda bulutangkis China, teman saya dan lawan terbaik, juga inspirator saya untuk selalu juara. Saya berharap bisa meraih gelar juara dunia lebih banyak dari dia," tulis Hendra Setiawan.

9 dari 9 halaman

Ahsan/Hendra Bersama Legenda Bulu Tangkis Denmark, Poul-Erik Hoyer Larsen

View this post on Instagram

With Poul eric hoyer larsen,mens single Olympic champion 1996

A post shared by hendra setiawan (@hendrasansan) on

"Bersama Poul-Eric Hoyer Larsen, juara tunggal putra Olimpiade 1996," tulis Hendra.

Disadur dari: Bolacom/Penulis: Yus Mei Sawitri/Editor: Yus Mei Sawitri/Dipublikasi: 17 Januari 2020

KOMENTAR