BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Syalomita Gasya Karen, Marketing Sulut United dan Lika-liku yang dihadapi di Tengah Pandemi

04-08-2021 13:57 | Gia Yuda Pradana

Syalomita Gasya Karen, marketing tim Liga 2 Sulut United (c) Tangkapan layar YouTube Akurasi TV
Syalomita Gasya Karen, marketing tim Liga 2 Sulut United (c) Tangkapan layar YouTube Akurasi TV

Bola.net - Namanya, Syalomita Gasya Karen. Dia adalah marketing di divisi bisnis klub Liga 2, Sulut United. Dia berbagi kisah tentang lika-liku dan tantangan yang dihadapi di tengah pandemi Covid-19.

Perempuan cantik berusia 21 tahun itu sudah bekerja di Sulut United sejak musim 2019. Awalnya, dia adalah seorang petugas loket tiket pertandingan di Stadion Klabat, Manado, yang merupakan markas Sulut United.

Dari yang awalnya sama sekali tidak tahu soal dunia sepak bola khususnya Liga Indonesia, perlahan ia paham dan menikmati. Gasya merasa bangga ikut ambil bagian di tim yang merupakan tanah kelahirannya. Bahkan orang tuanya sangat mendukung dan bangga anaknya bekerja di Sulut United.

Gasya Karen kini mengabdi untuk Sulut United terutama mulai bergelut dengan sponsorship. Ia mengaku telah menemukan ritme pekerjaan di sebuah klub sepak bola, khususnya dalam menjaring mitra bisnis dengan Sulut United.

1 dari 2 halaman

Tantangan Akibat Wabah Virus Corona

Suasana Pembukaan Liga 2 2020 (c) Bola.net/Fitri Apriani
Suasana Pembukaan Liga 2 2020 (c) Bola.net/Fitri Apriani

Setelah satu musim pertama ia bekerja di Sulut United, wabah virus corona merebak. Pandemi membuat banyak sektor lumpuh, termasuk kompetisi sepak bola yang masih vakum selama satu setengah tahun terakhir.

Gasya mengatakan pandemi COVID-19 sejak tahun 2020 juga menjadi tantangan besar bagi klub dan dirinya. Bidang pekerjaannya ikut terpengaruh. Meski demikian, menurutnya Sulawesi Utara khususnya Manado tetap memiliki pangsa pasar tersendiri di sepak bola Indonesia.

"Segmen pasarnya berbeda, jadi tantangan tersendiri. Sulut United ini kan tim baru, dulu ada Persma atau Stadion klabat pernah jadi sejarah, kami mencoba meyakinkan bahwa ada pasar atau fanbase di Sulawesi Utara," terang Syalomita Gasya dalam obrolan di channel YouTube Akurasi TV.

2 dari 2 halaman

Optimistis

PT Liga Indonesia Baru (c) Bola.com/Dody Iryawan
PT Liga Indonesia Baru (c) Bola.com/Dody Iryawan

Gasya kini semakin bangga karena di lingkungan pekerjaannya semakin banyak kaum hawa yang ikut masuk. Sepak bola kini sudah tidak hanya didominasi laki-laki.

Kehadiran perempuan di sebuah tim ikut membawa dampak positif khususnya membuat suasana cair dan penuh kekeluargaan.

"Saya masuk 2019, lalu ada pandemi, susah sekali situasinya. Sebenarnya tren sudah bagus. Tantangan juga buat saya, belajar soal sepak bola di luar teknik, saya ingin buktikan perempuan itu bisa hadir dan membawa sesuatu yang positif untuk sebuah tim sepak bola," tuturnya.

"Potensi Sulut United juga besar meski sejauh ini belum ada kepastian tentang kompetisi. Tapi ada space waktu untuk membuat kami semakin siap. Komposisi sudah 90 persen. Kami juga optimistis Sulut bisa banyak bicara di kompetisi 2021 nanti," imbuh runner-up Putri Pariwisata Indonesia 2017 itu.

Disadur dari: Bola.com/Vincentius Atmaja/Yus Mei Sawitri

Published: 3 Agustus 2021

KOMENTAR