BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Sepak Bola di Lagu Indonesia: Mulai Iwan Fals, Slank, sampai Black Brothers

06-07-2020 14:08 | Gia Yuda Pradana

Iwan Fals (c) Bambang E. Ros/Fimela.com Iwan Fals (c) Bambang E. Ros/Fimela.com

Bola.net - Sepak bola telah membuktikan diri lebih dari sekadar sebuah cabang olahraga. Bagi banyak orang, sepak bola merupakan inspirasi dalam hidup.

Demikian pula bagi sejumlah musisi Indonesia. Mereka pun menjadikan sepak bola sebagai tempat menggali inspirasi bagi karya-karya mereka.

Ada sejumlah lagu dari musisi Indonesia yang bertemakan sepak bola. Tak melulu soal adu strategi selama 2x45 menit di lapangan, lagu-lagu ini juga berkisah soal perjuangan, kekalahan, bahkan juga kritik sosial.

Dari penelusuran Bola.net, lagu-lagu bertema sepak bola ini datang dari berbagai genre musik. Selain pop, folk, rock, ada juga dari genre progressive rock yang kental dengan nuansa psychedelic.

Lagu-lagu ini tak semata terdapat di album sang musisi. Ada juga lagu yang dibuat sebagai lagu tema film bertema sepak bola juga. Bahkan, ada juga lagu yang dibuat untuk album kompilasi gelaran sepak bola paling akbar di dunia, Piala Dunia.

Bola.net mengumpulkan lagu yang bertema sepak bola. Berikut kami sajikan daftarnya untuk Anda.

Simak artikel selengkapnya di bawah ini.

1 dari 8 halaman

Kebanggaan Bernama Persipura

Perjuangan gagah berani yang ditunjukkan Persipura Jayapura, pada Soeharto Cup 1976, mengilhami Black Brothers, grup asal Papua, Black Brothers.

Lagu yang mengabadikan kehebagan Timo Kapisa, Johanis Auri, dan kawan-kawan ini dikemas dalam album berjudul The Best of Black Brothers, yang diproduksi PT Irama Tara, pada 1977 silam.

Dari lagu ini muncul juga julukan Mutiara Hitam bagi Persipura. Julukan tersebut melekat sampai saat ini.

2 dari 8 halaman

Sepak Bola Psychedelic ala Rasela

Selain Black Brothers, pada 70-an, lahir pula lagu Pemain Bola. Tembang ini dinyanyikan grup band rock asal Jakarta, Rasela. Nama mereka ini merupakan singkatan nama jalan tempat tinggal mereka, Rajawali Selatan.

Kendati kental bernuansa psychedelic, lirik lagu Pemain Bola ini bisa dikatakan sangat ringan. Lirik lagu mereka 'hanya' ajakan untuk bermain sepak bola.

Namun, kendati lirik dan temanya sederhana, lagu Pemain Bola ini sama sekali tak bisa dipandang sebelah mata. Pada 2011 lalu, lagu ini masuk album kompilasi Those Shocking Shaking Days: Indonesian Hard, Psychedelic, Progressive Rock And Funk 1970 - 1978, yang dirilis oleh label asal Amerika Serikat, Now-Again Records.

3 dari 8 halaman

Sepak Bola Lawak Bang Ben

Benyamin Sueb adalah seorang seniman besar Indonesia yang terkenal juga sebagai pencinta sepak bola. Tak hanya bermain sepak bola, seniman asal Betawi ini juga sempat mengarang lagu bertema sepak bola.

Lagu berjudul Sepak Bola tersebut bercerita soal pertandingan antara tim pelawak melawan tim Brasil. Dalam lagu ini, Bang Ben menyisipkan nama-nama sejawatnya, para pelawak Indonesia, seperti: Ateng, Diran, S. Bagio, Jojon, dan kawan-kawan. Seperti jamaknya lagu-lagu Benyamin, lagu ini juga sarat nuansa humor.

Kecintaan Benyamin terhadap sepak bola pun ia bawa sampai akhir hayat. Pada 5 September 1995, ia mengembuskan napas terakhir pada usia 56 tahun, usai koma beberapa hari setelah terkena serangan jantung kala bermain sepak bola.

4 dari 8 halaman

Kritik Sosial via Sepak Bola Ala Iwan Fals

Iwan Fals (c) Adrian Putra/Bintang.com Iwan Fals (c) Adrian Putra/Bintang.com

Sepak bola tak lepas juga pengamatan sosok Iwan Fals. Musisi yang dikenal kritis ini pun jeli mengamati fenomena-fenomena yang ada di dunia lapangan hijau.

Pada 1992, musisi bernama asli Virgiawan Listanto tersebut merilis lagu berjudul Mereka Ada di Jalan. Lagu ini berisi kesulitan anak-anak perkotaan bermain sepak bola akibat lahan kosong habis disulap menjadi gedung pencakar langit megah. Sepak bola bagi mereka menjadi hal yang mahal. Padahal, bisa jadi, anak-anak tersebut merupakan penerus Ramang, Iswadi Idris, Ronny Pattinasarani, Soetjipto Soentoro dan legenda-legenda sepak bola Indonesia lainnya.

18 tahun kemudian, Iwan Fals kembali mengeluarkan lagu bertema sepak bola. Lagu tersebut terdapat di album Keseimbangan.

Berbeda dengan lagu sebelumnya, yang sarat kritik sosial, lagu sepak bola ini lebih 'kalem'. Lirik lagu ini bertutur soal permainan sepak bola itu sendiri.

"Main bola adalah permainan tim, bukan main sendiri atau asik sendiri. Memang dibutuhkan pemain yang cerdas. Cerdas membaca permainan lawan maupun kawan," demikian potongan lirik lagu tersebut.

Iwan Fals kembali mengungkapkan kegelisahannya pada sepak bola dengan menulis lagu berjuluk Suporter pada 2019 mendatang. Lagu yang diciptakan Iwan Fals bersama teman-temannya ini berisi kegelisahannya soal banyak terjadinya bentrokan antarsuporter.

5 dari 8 halaman

Sentilan Parodi Padhyangan Project

Menjadikan lagu sebagai sarana kritikan terhadap sepak bola tak hanya dilakukan oleh Iwan Fals. Padhyangan Project pun mengungkapkan sentilan-sentilan mereka melalui lagu.

Namun, berbeda dengan Iwan Fals, grup asal Bandung ini melontarkan kritikan mereka dalam kemasan humor. Maklum saja, grup band yang digawangi Iszur Muchtar dan kawan-kawan ini adalah band parodi.

Pada 1994, Padhyangan Project merilis lagu Kop dan Headen. Dengan nada lagu Close To Heaven milik Color Me Badd, mereka melontarkan kritikan pada sejumlah fenomena yang terjadi terjadi di sepak bola Indonesia. Mulai dari perkelahian antarpemain sampai kerusuhan suporter menjadi sorotan dalam lagu ini.

Empat tahun berselang, Padhyangan Project kembali meluncurkan lagu bertema sepak bola. Kali ini, momennya bersamaan dengan gelaran Piala Dunia 1998 di Prancis.

Mereka memparodikan lagu tema Piala Dunia 1998, La Copa de La Vida milik Ricky Martin menjadi lagu berjudul Lagunya Lagu Bola.

Dalam lagu ini, mereka menyoroti prestasi Timnas Indonesia yang seakan jalan di tempat. Selain itu, mereka juga menyoroti nasib malang kompetisi yang harus berhenti di tengah jalan akibat krisis moneter dan kerusuhan.

6 dari 8 halaman

Padi, Dewa, dan Sheila on 7 Meriahkan Piala Dunia

Kendati Timnas Indonesia belum bisa melaju ke Piala Dunia, paling tidak keberadaan Indonesia pada ajang ini sudah bisa diwakili oleh Padi. Lagu Work of Heaven dari grup band asal Surabaya ini masuk ke album resmi tema Piala Dunia 2002.

Dalam lagu ini, Padi menceritakan sisi filosofis dari sepak bola. Segala usaha di lapangan akhirnya juga berpulang pada kuasa Tuhan.

Tak hanya Padi, grup band Dewa pun juga sempat mengisi lagu tema Piala Dunia 2002. Lagu mereka berjudul Juara Sejati menjadi lagu tema siaran langsung Piala Dunia di salah satu stasiun televisi swasta di Indonesia.

Empat tahun berselang, giliran Sheila on 7 yang mendapat kehormatan berpartisipasi memeriahkan gelaran Piala Dunia. Grup band asal Yogyakarta ini menyumbangkan lagu Sang Pemenang ke dalam album Voices from the FIFA World Cup, yang diproduksi jelang Piala Dunia 2006 Jerman.

Selain Sheila on 7, album ini juga diisi Celine Dion, Mariah Carey, dan sejumlah artis papan atas dunia lain. Album yang berisi lagu Sheila on 7 tersebut dijual di Indonesia dan Malaysia.

7 dari 8 halaman

Jadi Lagu Tema Film

Selain menjadi tema Piala Dunia, ada juga lagu-lagu dari musisi Indonesia yang menjadi lagu tema film. Tentu saja, film ini juga tak jauh-jauh dari tema sepak bola.

Pada 2009, beredar film berjudul Garuda di Dadaku. Sebagai tema, dipilihlah lagu berjudul sama dengan judul film. Lagu ini diciptakan dan dinyanyikan oleh grup band Netral.

Lirik lagu ini sarat dengan semangat dan pesan nasionalisme, sesuai dengan perjuangan Bayu, tokoh utama film tersebut, menembus Timnas U-13. Semangat dan rasa nasionalisme yang sangat kental dalam lirik lagu ini membuatnya kerap dijadikan lagu tema pertandingan Timnas Indonesia.

Dua tahun berselang, muncul lagi film bertema sepak bola. Kali ini, grup band Kotak yang menjadi pengisi lagu temanya. Lagu mereka berjudul Tendangan dari Langit, sama dengan judul film yang skenarionya ditulis Timo Scheunemann tersebut.

Kemudian, pada 2014, giliran grup band Letto yang merilis lagu bertema sepak bola. Lagu grup band asal Yogyakarta tersebut berjudul Hati Garuda.

Lagu ini menjadi lagu tema film berjudul Garuda 19, yang mengisahkan perjuangan Timnas Indonesia U-19 sebelum menjuarai Piala AFF U-19 2013. Kabarnya, Pelatih Timnas Indonesia U-19 pada Piala AFF U-19 2018, Indra Sjafri, sendiri yang meminta kepada Letto agar lagu ini bisa dijadikan tema film tersebut.

8 dari 8 halaman

Revolusi Bersama Slank

Band Slank (c) bintang.com Band Slank (c) bintang.com

Tak mau ketinggalan dari rekan-rekan mereka, Slank pun menciptakan lagu bertema sepak bola. Lagu tersebut singkat saja judulnya, Bola.

Dalam lagu ini, Slank tak sekadar bercerita soal sepak bola Indonesia. Grup yang bermarkas di Gang Potlot ini juga menyerukan untuk mendobrak tradisi lama dan melakukan revolusi sepak bola Indonesia.

"Bola bola bola. Bobol gawang lawan. Revolusi sepakbola Indonesia," demikian potongan lirik dari lagu yang dirilis pada 2010 tersebut.

Lagu Slank ini sempat menjadi salah satu lagu pembuka turnamen Piala Jenderal Soedirman, pada 2015 lalu. Turnamen ini digelar sebagai pengganti kompetisi Liga Indonesia 2015, yang waktu itu dihentikan oleh PSSI.

Dalam turnamen ini, salah seorang gitaris Slank, Abdee Negara, didapuk menjadi ketua steering committee. Abdee sendiri juga dikenal sebagai sosok gila bola. Ia bahkan sempat menjadi salah satu petinggi klub sepak bola Celebest FC.

(Bola.net/Dendy Gandakusumah)

KOMENTAR