BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Perbedaan Mendasar League of Legends vs Dota 2

19-11-2018 15:00 | Richard Andreas

League of Legends vs Dota 2. (c) bola League of Legends vs Dota 2. (c) bola

Bola.net - League of Legends dan Dota 2 terus menduduki puncak gim paling populer dalam kategori eSports selama bertahun-tahun. Kedua gim tersebut termasuk dalam kategori MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang mempertarungkan dua tim dalam formasi 5 vs 5.

Keduanya gim tersebut lahir dari 'ibu' yang sama, yakni WarCraft III yang begitu populer pada masanya. Baik LoL maupun Dota 2 adalah perkembangan dari Warcraft III yang disesuaikan dengan tuntutan kompetitif pada gim berjenis eSports.

Dota 2 dikembangkan oleh Valve dan LoL dikembangkan oleh Riot Games. Keduanya adalah pemain besar dalam dunia video gim. Seiring perkembangan zaman, LoL dan Dota 2 berjalan ke arah yang berbeda.

Riot fokus untuk menciptakan gim yang indah secara visual dan mudah diawali pun sulit dikuasai. Sementara itu, Valve berusaha menciptakan gim yang lebih mengutamakan strategi. Anggap saja LoL adalah bentuk yang lebih sederhana dari Dota 2.

Baca ulasan selengkapnya di bawah ini:

1 dari 4 halaman

Apa Saja Persamaannya?

Menukil pinnacle.com, baik LoL maupun Dota 2 mempertemukan dua tim dalam formasi 5 vs 5 pada map dengan layout serupa, yang terdiri atas top lane, mid lane, bottom lane dan jungle area.

Pula, terdapat puluhan karakter yang bisa dipilih berdasarkan beberapa peran yang berbeda, sesuai dengan taktik masing-masing tim. Untuk memenangkan pertandingan, tim harus menghancurkan markas utama lawan.

Pola permainan kedua gim pun sama. Pada awal gim, masing-masing pemain berusaha meningkatkan level mereka secepat mungkin dengan membunuh minion atau creep untuk mengumpulkan XP dan gold. Saat dirasa karakter mereka sudah cukup kuat, barulah kedua tim akan berduel.

2 dari 4 halaman

LoL vs Dota 2: Perbedaan Utama Gameplay

Mula-mula, perbedaan yang mendasar adalah dalam Dota 2 hanya ada sedikit skill shots di early gim, yang berarti tak banyak pemain yang berani mendekati lawan saat permaian baru dimulai.

Dota 2 juga memiliki fitur Denying yang berarti membunuh creep tim sendiri untuk menghentikan pemain lawan mendapatkan gold dan XP yang mereka butuhkan - supaya hero lawan tak semakin kuat. Fitur ini tidak ada dalam LoL, champions hanya bisa membunuh minion lawan.

Tak hanya itu, hero juga bisa tetap bertahan di lane dalam Dota 2 karena ada fitur courier untuk membeli item dan membawa item tersebut ke posisi mereka. Fitur ini tak ada dalam LoL, jadi setiap pemain harus kembali ke base utama untuk membeli item yang mereka butuhkan.

Juga, hanya ada satu shop dalam Summoner's Rift [peta LoL], sementara Dota 2 memiliki tiga shops di bawah map - main shop, side shop dan secret shop.

Kedua gim tersebut juga mengenal konsep scaling [ketika salah satu pemain atau tim mencapai titik terkuat mereka]. Namun, cara kerjanya sedikit berbeda. Dalam LoL, scaling bergerak dalam kurva melengkung, yang berarti pada suatu titik kemampuan mereka akan mencapai potensi terbaik dan akan menurun secara bertahap.

Sementara itu, dalam Dota 2, scaling juga ditentukan oleh komposisi tim. Pada suatu momen, tim tersebut harus mengambil risiko untuk berusaha meraih kemenangan atau mereka akan mulai tertinggal dari lawan dan menelan kekalahan bersama. Inilah uniknya Dota 2.

3 dari 4 halaman

LoL vs Dota 2: Perbedaan Utama Non-Gameplay

Pemain bisa memilih dua summoner spells sebelum permainan dimulai dalam LoL - spells ini berpengaruh pada abilities yang bisa digunakan selama permainan berlangsung. Fitur ini tak terdapat dalam Dota 2, sebab pilihan baru dibuat saat permainan dimulai dan bergantung pada peran yang dimainkan pemain tertentu.

Juga, peran pemain lebih pasti dalam LoL, Dota 2 jauh lebih fleksibel. Kebanyakan hero dalam Dota 2 bisa memerankan lebih dari satu role, yang bisa membuat tim mengganti komposisi selama permainan berlangsung.

Terdapat lima roles utama dalam LoL: ADC, top, jungler, mid dan support. Dota 2 menyuguhkan lebih banyak roles lagi: carry, disabler, initiator, jungler, support, durable, nuker, pushar dan escape. Kondisi ini membuat tak mungkin ada dua gim Dota 2 yang berjalan sama.

Hero support juga dimainkan secara berbeda - dalam Dota 2, hero support adalah hero yang memulai permainan dan mulai menyerang lawan, sementara dalam LoL mereka lebih berperan untuk mendukung di ADC.

Lalu, dalam LoL setiap pemain memiliki empat abilities - tiga abilities dasar dan satu ultimate yang bisa digunakan begitu mencapai level enam. Ini sangat berbeda dengan Dota 2, di mana pemain bisa memiliki jumlah abilities yang jauh lebih banyak dan membuat permainan berjalan lebih rumit: Invoker adalah salah satu hero yang paling sulit dikuasai karena memiliki 14 abilities.

4 dari 4 halaman

Berita Video

Berita video jawab cepat atlet renang Indonesia, Siman Sudartawa, tentang e-sports.

Para Bek Premier League yang Berbahaya pada Pekan Pertama

KOMENTAR