BERITA JADWAL KLASEMEN LAINNYA

Mengenal Daniel Ek, Kreator Spotify yang Ingin Membeli Arsenal

27-04-2021 11:02 | Yaumil Azis

Pendiri Spotify, Daniel Ek. (c) AFP/Drew Angerer
Pendiri Spotify, Daniel Ek. (c) AFP/Drew Angerer

Bola.net - Publik, terutama fans Arsenal, dikejutkan dengan rumor mengenai pembeli klub dari Kroenke Sports & Entertainment (KSE) bernama Daniel Ek. Siapakah sebenarnya pengusaha asal Swedia ini?

Semuanya bermula ketika Arsenal menyatakan ikut serta dalam ajang European Super League yang kontroversial. Usai dikritik secara gila-gilaan dari berbagai kalangan termasuk fans sendiri, mereka pun memutuskan menarik diri dari ajang tersebut.

Selama beberapa tahun terakhir, fans Arsenal telah menunjukkan ketidaksukaannya terhadap pemilik sekarang. Namun emosinya berada di titik didih begitu mengetahui kalau the Gunners turut menjadi satu dari 12 klub pendiri ESL.

Pihak Arsenal sudah meminta maaf kepada fans dan berjanji takkan mengulangi kesalahan yang sama. Namun keyakinan mereka sudah bulat, KSE beserta Josh Kroenke diminta segera angkat kaki dari Emirates Stadium.

Scroll ke bawah untuk membaca informasi selengkapnya.

1 dari 4 halaman

Kemunculan Daniel Ek

Agar terjadi pergantian kepemilikan, tentu harus terjadi transaksi pembelian klub dari pihak lain. Harapan fans sepertinya bakalan terwujud karena ternyata Arsenal masih punya peminat, meski belakangan ini mereka sedang minim prestasi.

Dia adalah Daniel Ek, yang juga dikenal sebagai kreator Spotify. Ia menunjukkan indikasi ketertarikan membeli klub lewat media sosial Twitter. Ek mengaku kalau dirinya mendukung Arsenal sejak masih kecil.

"Sebagai seorang anak kecil yang bertumbuh, saya mendukung @Arsenal selama yang saya bisa saya ingat. Jika KSE ingin menjual Arsenal, saya dengan senang hati akan angkat topi," tulisnya.

Lebih lanjut. menurut laporan Daily Telegraph, Ek sudah punya rencana untuk membeli klub bersama gabungan mantan pemain Arsenal. Mereka adalah Thierry Henry, Patrick Viera, dan juga Dennis Bergkamp.

2 dari 4 halaman

Siapa Daniel Ek?

Ek adalah seorang pengusaha asal Swedia yang dikenal sebagai sosok di balik layar terciptanya platform musik streaming digital bernama Spotify. Menurut catatan, Spotify memiliki pengguna sebanyak 345 juta orang yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Bakat berbisnis Ek, terutama di sektor teknologi, sudah tercium sejak dirinya masih berusia 13 tahun. Ia mulai mengembangkan website untuk klien ketika masih bersekolah dan pada usia 18 tahun, ia dilaporkan memiliki pendapatan 500 ribu dollar (setara Rp7,2 miliar) per bulan.

Ek sebenarnya punya kesempatan untuk pensiun dini setelah menjual perusahaan periklanan bernama Advertigo. Namun, ia memilih jalur lain yakni membuat platform yang diharapkan bisa memerangi pembajakan di dunia musik.

3 dari 4 halaman

Tentang Spotify

Spotify mulai diluncurkan pada tahun 2006 di Swedia dan terus bertumbuh seiring waktu berjalan. Kini Spotify dikenal sebagai salah satu perusahaan penyedia layanan musik yang paling berpengaruh di dunia.

Menurut Forbes, Spotify memiliki harga sebesar 51,9 juta pounds sekarang. Ek juga disebut sebagai sosok yang punya kekuatan di dunia musik oleh Billboard Magazine pada tahun 2017 lalu dan secara personal memiliki harga 3,4 juta pounds seperti yang dikatakan Forbes.

Pada tahun 2017, Ek menikahi pasangannya bernama Sofia Levander di Lake Como, Italia. Pernikahannya sendiri dihadiri sejumlah sosok penting seperti Bruno Mars, Chris Rock, hingga pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.

4 dari 4 halaman

Kontroversi di Balik Spotify

Meski berhasil menekan tingkat pembajakan di dunia musik, Spotify buatan Ek tidak bisa lepas dari kontroversi dan kritikan. Beberapa musisi percaya kalau Spotify tidak memberikan upah yang sepantasnya terhadap musik mereka.

Ek pun sempat dikritik lantaran menyuruh musisi untuk merilis album lebih sering jika ingin mendapatkan bayaran yang lebih pantas dari Spotify. Mengingat mereka masih menggunakan sistem pay-per-click.

"Dari data, semakin banyak artis yang bisa mendapatkan penghasilan langsung dari streaming. Anda tidak dapat merekam musik setiap tiga sampai empat tahun sekali dan berpikir kalau itu sudah cukup," katanya kepada Music Ally beberapa waktu lalu.

(Express Sport)

KOMENTAR