BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Beruntungnya, Angel Di Maria Pernah Merumput Bareng Pemain Bintang Hingga Legenda

07-03-2021 13:03 | Jeffrydien Winanda

Winger PSG Angel Di Maria. (c) AP Photo Winger PSG Angel Di Maria. (c) AP Photo

Bola.net - Jika karir mentereng atlet sepak bola dilihat dari banyaknya pemain bintang yang satu klub dengan dirinya, maka Angel Di Maria telah memenuhi kriteria tersebut. Portofolio pemain asal Argentina ini sudah sangat mewah dan tentunya bikin iri para pemain lain.

Selain deretan medali dan trofi yang didapatkan, bermain untuk tim papan atas eropa juga membuat Di Maria berkesempatan satu klub dengan pemain berlabel bintang hingga legenda. Siapa saja? Ini daftarnya!

1 dari 5 halaman

SL Benfica

Benfica adalah klub pertama Di Maria ketika dia menginjakkan kaki di tanah eropa. Fernando Santos yang kala itu melatih Benfica terpincut dengan penampilan anak muda ini saat bermain untuk tim lokal Rosario Central.

Bergabung bersama raksasa Portugal, Di Maria muda merasakan atmosfer bermain dengan sederet pemain legenda. Sosok seperti mantan goal getter Barcelona Javier Saviola, playmaker legendaris Argentina Pablo Aimar, hingga mantan gelandang AC Milan Rui Costa memberikan banyak pengalaman bagi Di Maria.

Selama 3 musim membela Benfica, Angel Di Maria telah memainkan 117 pertandingan dengan membukukan 15 gol, 27 asis, dan rangkaian video skillful yang menghiasi jagat maya. Sensasi yang dihadirkan Di Maria membuat Real Madrid mendatangkannya pasca gelaran World Cup 2010 dengan mahar 33 juta euro.

2 dari 5 halaman

Real Madrid

(c) AFP (c) AFP

Angel Di Maria adalah salah satu pemain kunci Real Madrid pada project Los Galacticos jilid 2 yang diidamkan Florentino Perez. Di Maria seolah tak tergantikan mengisi pos winger kanan El Real dalam 4 musim.

Namanya juga Los Galacticos, tentu saja tim ini bertabur bintang. Sebut saja Mesut Ozil, Kaka, Iker Casillas, Sergio Ramos, Xabi Alonso, hingga sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Para pemain papan atas ini bahu membahu merajai Spanyol dan Eropa. Puncaknya adalah ketika Di Maria bersama deretan bintang El Real menjuarai Liga Champions tahun 2014.

3 dari 5 halaman

Manchester United

(c) AFP (c) AFP

Tahun 2014 menjadi turning point dalam karir Angel Di Maria. Setelah deretan trofi saat bermain di Real Madrid dan sukses membawa Timnas Argentina ke final World Cup 2014, karir Di Maria berlanjut di Manchester United.

Ambisi Manchester United mengembalikan masa kejayaan setelah pensiunnya Sir Alex Ferguson berlanjut ketika ditunjuknya Louis Van Gaal yang dikenal sebagai manager bertangan dingin. Ambisi ini terlihat mulus ketika MU mendatangkan banyak nama besar di bawah LvG, selain Di Maria ada pula nama besar seperti Radamel Falcao, Memphis Depay, hingga Bastian Schweinsteiger. Portofolio Di Maria bertambah ketika dirinya bermain satu tim dengan bintang mahal MU dan pemain yang melegenda seperti Wayne Rooney, Robin Van Persie, hingga David De Gea.

Namun ternyata, ambisi ini tidak berjalan dengan baik dan semua rekrutan Van Gaal terbilang flop. Radamel Falcao dipinjamkan ke Chelsea sebelum akhirnya balik ke Monaco, Depay dilego ke Lyon, Schweinsteiger gagal masuk starting line up dan pindah ke Chicago Fire, serta Di Maria yang hanya bertahan 1 musim di Old Trafford.

4 dari 5 halaman

PSG

Angel Di Maria dan Neymar pada laga melawan Marseille di pekan ke-3 Ligue 1 2020/2021 yang berakhiri ricuh. (c) AP Photo Angel Di Maria dan Neymar pada laga melawan Marseille di pekan ke-3 Ligue 1 2020/2021 yang berakhiri ricuh. (c) AP Photo

Setelah periode buruk bersama Manchester United, Angel Di Maria mengembalikan performa terbaiknya ketika bermain di PSG. Catatan statistik Di Maria membaik ketika menjadi pelayan bagi Zlatan Ibrahimovic dan Edinson Cavani.

Selain 2 nama besar di atas, Di Maria kini juga bermain dengan bintang yang ada pada diri Neymar dan Kylian Mbappe. Hingga musim keenamnya bersama PSG, Di Maria telah memainkan 246 pertandingan dengan rincian 87 gol dan 104 asis.

5 dari 5 halaman

Timnas Argentina

(c) AFP (c) AFP

Label pemain sepakbola paling beruntung makin tersemat dalam diri Di Maria ketika karirnya tak hanya mentereng di klub, namun juga di Timnas Argentina. Lini depan Timnas Argentina yang bertabur bintang tak membuat Di Maria kehilangan tempat.

Bersama Gonzalo Higuain, Sergio Aguero, hingga legenda hidup Lionel Messi, Di Maria menjadi tumpuan penyerangan Timnas Argentina. Prestasi tertinggi yang diraih adalah mampu mencapai final World Cup 2014.

Portofolio pesepakbola hebat tak hanya dilihat dari deretan gol dan trofi yang diraih. Angel Di Maria adalah pesepakbola paling beruntung karena telah memenangkan semuanya. Ratusan gol, bermain untuk tim besar, torehan trofi, hingga kesempatan bermain bersama pemain bintang. Pencapaian ini akan sangat sulit disamai oleh pemain lainnya.

KOMENTAR