Ada Mitos Tato Singa di Arema, Diego Michiels Sudah Tahu Artinya?

Gia Yuda Pradana | 8 Juli 2021, 14:57
Aremania, suporter Arema FC (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan
Aremania, suporter Arema FC (c) Bola.com/M Iqbal Ichsan

Bola.net - Diego Michiels dikenal gemar membuat tato di tubuhnya. Pemain naturalisasi Arema FC itu punya tato tak hanya di badan, tapi juga di area wajah dan kepala bagian belakang.

Dari berbagai tato yang dimiliki Diego Michiels, salah satunya adalah tato singa di bagian perut. Umumnya, orang pasti mengira kalau pemain yang punya tato singa bakal mendapatkan apresiasi lebih dari Aremania, karena singa merupakan maskot Arema.

Namun, ternyata ada mitos kurang bagus bagi pemain yang punya tato singa di Arema. Mayoritas kariernya tidak panjang, misalnya Kiko Insa, Felipe Bertoldo, dan beberapa nama lainnya.

1 dari 2 halaman

Diego Michiels Kini Tahu Mitos Tersebut

Diego Michiels saat diperkenalkan sebagai pemain Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Diego Michiels saat diperkenalkan sebagai pemain Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Sebelum gabung Arema, Diego Michiels tidak mengetahui mitos itu. Begitu mendengar cerita itu, mantan kapten Borneo FC ini hanya tertawa. “Saya tidak tahu mitos tato singa di sini. Saya punya, tapi ini singa Belanda,” ujarnya.

Diego membuat tato singa karena lahir di Belanda. Seperti diketahui, Belanda menjadikan singa sebagai ikonnya. Timnas Belanda juga menggunakan logo itu.

Tentunya dia berharap tidak terkena mitos singa di Arema. Meski kontraknya hanya berdurasi satu musim, jika tampil apik kariernya di Arema akan lebih panjang.

Selain tato singa, Diego juga memiliki tato burung garuda di perutnya. Itu sebagai simbol kecintaannya untuk Indonesia, karena kariernya tergolong apik selama jadi warga negara Indonesia.

Sayang, kontribusinya untuk Timnas Indonesia hanya sampai U-23. Ketika masuk usia senior, Diego Michiels jarang dipanggil lagi.

2 dari 2 halaman

Harapannya Terkait Kompetisi

Diego Michiels di sesi latihan Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Diego Michiels di sesi latihan Arema FC (c) Bola.com/Iwan Setiawan

Diego masih dalam proses pemulihan cedera. Sebenarnya penundaan Liga 1 jadi sebuah berkah tersendiri baginya.

Pemain 30 tahun itu punya waktu mengembalikan kondisinya sebelum kompetisi. Namun di sisi lain, dia berharap kompetisi tak tertunda lama.

Itu tergantung dari penyebaran virus corona di Indonesia. Jika angka penyebarannya minim, besar kemungkinan kompetisi digelar.

Tapi jika masih tinggi, bisa jadi Liga 1 mundur bulan depan.

"Saya terakhir bermain ketika anak pertama saya baru lahir. Sekarang saya sudah punya dua anak tapi kompetisi belum berjalan juga," candanya.

Disadur dari: Bola.com/Iwan Setiawan/Yus Mei Sawitri

Published: 7 Juli 2021

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR