BERITA JADWAL KLASEMEN BUNDESLIGA LAINNYA

Empat Kandidat Bersaing Jadi Ketum Perbasi

09-12-2010 22:10 |


Bola.netBola.net - Empat kandidat siap berebut untuk menduduki jabatan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PB Perbasi) pada Musyawarah Nasional (munas) di Hotel Mercure Jakarta, 13-14 Desember.

Kandidat yang telah mengajukan diri ke PB Perbasi adalah Ari Sudarsono, Azrul Ananda, Maruarar Sirait dan mantan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan, Anggito Abimanyu.

"Semuanya telah menghubungi kami secara lisan. Mereka telah menyatakan siap untuk bersaing dalam pemilihan nanti. Tapi untuk mekanisme pencalonan akan dibahas di sidang komisi," kata Sekjen Perbasi Dahlan Muhammad di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, munculnya banyak kandidat pada bursa ketua umum merupakan hal yang luar biasa. Selama ini ketua umum hanya dilakukan penunjukan dan jarang diperebutkan.

Dengan banyaknya kandidat, pihaknya tetap menetapkan kriteria yang harus dipenuhi di antaranya tidak tersangkut kasus hukum, punya hobi dan senang dengan olahraga basket serta tidak terjadi konflik kepentingan.

"Terus terang kali ini luar biasa. Animo kandidat sangat tinggi untuk meningkatkan prestasi basket di Indonesia," katanya menambahkan.

Sementara itu Ketua Umum PB Perbasi Noviantika Nasution mengatakan, sudah saatnya kaderisasi dilakukan dan diharapkan mampu membawa basket ke arah yang lebih baik lagi.

"Mereka harus membawa Perbasi jauh lebih baik dari sekarang. Saya berharap mereka memaparkan visi dan misinya di munas nanti," katanya saat dikonfirmasi.

Menurut dia, dengan banyaknya kandidat yang maju diharapkan tidak terjadi politik uang karena olahraga harus bebas dari ranah politik. Untuk itu semua kandidat terutama yang dari unsur politik harus melepaskan bajunya selama bersaing.

Munas XV Perbasi merupakan proses pemilihan jajaran pengurus periode 2010-2014. Pada munas nanti akan diikuti seluruh pengurus kabupaten/kota dan pengurus provinsi. Total suara yang akan diperebutkan adalah sekitar 300 suara. 

KOMENTAR