Deretan Pemain Muda Jepang Alumnus J.League di Liga Top Eropa Musim Ini

Ari Prayoga | 12 Agustus 2022, 08:24
Takehiro Tomiyasu saat masih bermain untuk Avispa Fukuoka (c) J-League
Takehiro Tomiyasu saat masih bermain untuk Avispa Fukuoka (c) J-League

Bola.net - J.League merupakan salah satu produsen pemain muda terbaik dari benua Asia. Ada banyak pesepakbola asal Liga Jepang yang merumput di Eropa.

Untuk musim ini, ada delapan pemain muda Jepang alumnus J.League yang main di liga top Eropa. Mereka adalah Takehiro Tomiyasu, Kaoru Mitoma, Takefusa Kubo, Ko Itakura, Hiroki Ito, Reo Hatate, Mizuki Arai, dan Yukinari Sugawara.

Dua nama yang disebutkan paling awal bermain di Premier League. Takehiro Tomiyasu memperkuat Arsenal, sementara Kaoru Mitoma membela Brighton and Hove Albion.

Lalu Takefusa Kubo berlaga di La Liga. Ia bermain untuk Real Sociedad.

Kemudian Ko Itakura memperkuat Borussia Monchengladbach dan Hiroki Ito main untuk VfB Stuttgart. Dua tim itu merupakan kontestan Bundesliga.

Sedangkan Reo Hatate merumput di Liga Skotlandia bersama Celtic. Lalu Mizuki Arai memperkuat tim Portugal, Gil Vicente, dan Yukinari Sugawara main untuk AZ Alkmaar, klub asal Belanda.

Berikut ulasan delapan pemain tersebut berdasarkan rilis yang diterima Bola.net.

1 dari 8 halaman

Takehiro Tomiyasu

Takehiro Tomiyasu (c) AP Photo

Takehiro Tomiyasu (c) AP Photo

Pemain yang bisa beroperasi sebagai bek kanan dan bek tengah ini berjersey Arsenal sejak 31 Agustus 2021. Sebelum gabung The Gunners, ia bermain untuk tim Serie A, Bologna selama dua musim.

Ia direkrut Bologna dari tim Liga Belgia, Sint-Truiden. Pemain yang lahir di Fukuoka, Jepang pada 5 November 1998 ini hanya setengah musim membela Sint-Truiden sejak awal 2018.

Sebelum merumput di Eropa, Takehiro Tomiyasu masuk akademi klub J.League, Avispa Fukuoka pada 2009. Lima tahun di akademi, ia menjalani debut bersama tim senior pada 14 Oktober 2015, dalam ajang Piala Kaisar melawan Machida Zelvia.

Sementara debutnya di J.League terjadi pada 13 Juli 2016 saat melawan FC Tokyo. Setelah itu, ia menjadi salah satu pemain tak tergantikan di skuad Avispa Fukuoka.

2 dari 8 halaman

Kaoru Mitoma

Kaoru Mitoma lahir di Oita, Jepang pada 20 Mei 1997. Namun, ia tumbuh besar di Kawasaki dan bergabung dengan akademi pemain muda Kawasaki Frontale di level U-10.

Setelah sempat bermain untuk Universitas Tsukuba sambil mengambil program studi Ilmu Keolahragaan, ia kembali ke Kawasaki Frontale dengan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada 2018. Ia lalu bergabung ke tim senior Kawasaki Frontale mulai musim 2020.

Kaoru Mitoma menjalani debutnya pada pekan pembuka J1 League 2020 melawan Sagan Tosu, dan langsung jadi andalan Kawasaki Frontale di sisi sayap. Pada musim pertamanya itu, ia mencatat 13 gol dan 13 assist dalam 30 penampilan, serta membawa timnya juara.

Namun, Kaoru Mitoma hanya satu setengah musim membela Kawasaki Frontale. Pada musim panas 2021, ia diboyong Brighton and Hove Albion dan dipinjamkan ke tim Liga Belgia, Union SG. Tapi pada musim ini, ia kembali ke Brighton and Hove Albion.

3 dari 8 halaman

Takefusa Kubo

Takefusa Kubo dalam pertandingan Jepang vs Meksiko di Grup A Olimpiade 2020 (c) AP Photo

Takefusa Kubo dalam pertandingan Jepang vs Meksiko di Grup A Olimpiade 2020 (c) AP Photo

Takefusa Kubo sudah menarik perhatian sejak masih belia. Ia bergabung dengan akademi pemain muda Barcelona, La Masia saat berusia 10 tahun pada 2011.

Empat tahun di Spanyol, Takefusa Kubo kembali ke Jepang pada musim panas 2015. Ia bergabung dengan akademi pemain muda FC Tokyo.

Takefusa Kubo menjalani debut profesionalnya bersama FC Tokyo U-23 pada 5 November 2016 di kasta ketiga Liga Jepang melawan AC Nagano Parceiro. Ia jadi pemain termuda sepanjang sejarah J.League, karena bermain pada laga itu saat berusia 15 tahun, 5 bulan, dan 1 hari.

Musim berikutnya, tepatnya pada 15 April 2017, Takefusa Kubo berhasil mencatatkan diri sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah J.League saat berusia 15 tahun, 10 bulan, 11 hari. Gol itu dicetaknya ke gawang Cerezo Osaka U-23 pada laga J3 League.

Pada Mei tahun itu, Takefusa Kubo menjalani debutnya di tim senior FC Tokyo dengan melawan Hokkaido Consadole Sapporo pada laga J.League YBC Levain Cup. Ia juga sempat dipinjamkan ke tim J1 League lainnya yaitu, Yokohama F. Marinos selama setengah musim.

Pada musim panas 2019, Takefusa Kubo diboyong Real Madrid, meski kemudian menjalani masa peminjaman di Real Mallorca, Villarreal, dan Getafe. Nah musim panas ini, ia secara resmi hijrah permanen ke Real Sociedad.

4 dari 8 halaman

Ko Itakura

Ko Itakura bergabung dengan akademi pemain muda Kawasaki Frontale saat berusia sembilan tahun. Ia kemudian berhasil menembus tim utama pada 2015 dan menjalani debutnya di J.League pada 15 Maret 2015 untuk tim J.League U-22 melawan SC Sagamihara di J3 League.

Ko Itakura lalu menjalani debutnya di kasta teratas Liga Jepang untuk Kawasaki Frontale pada 6 Agustus 2016 saat melawan Ventforet Kofu. Selain di Kawasaki Frontale, ia juga sempat dipinjamkan ke Vegalta Sendai sepanjang musim 2018.

Pada Januari 2019, ia diboyong Manchester City. Namun, langsung dipinjamkan ke klub Liga Belanda, FC Groningen.

Musim lalu, Ko Itakura dipinjamkan ke klub Liga Jerman, Schalke 04. Kemudian pada musim ini, ia resmi diboyong secara permanen oleh Borussia Monchengladbach.

5 dari 8 halaman

Hiroki Ito

Pemain Jepang, Hiroki Ito (kanan) (c) AP Photo

Pemain Jepang, Hiroki Ito (kanan) (c) AP Photo

Hiroki Ito menimba ilmu di akademi pemain muda Jubilo Iwata dan menjalani debutnya di tim senior pada 7 Maret 2018, dalam ajang J.League Cup melawan Shimizu S-Pulse. Sementara debutnya di J1 League untuk Jubilo Iwata terjadi pada 19 Agustus 2018, kala bersua Kashiwa Reysol.

Hiroki Ito sempat dipinjamkan ke Nagoya Grampus, kemudian kembali membela Jubilo Iwata dua musim beruntun. Total, ia tampil sembilan kali untuk Nagoya Grampus, dan 63 kali buat Jubilo Iwata di semua ajang.

Pada musim panas 2021, Hiroki Ito diboyong VfB Stuttgart sebagai pinjaman. Namun awal musim ini, ia resmi dipermanenkan VfB Stuttgart dari Jubilo Iwata.

6 dari 8 halaman

Reo Hatate

Reo Hatate menimba ilmu sepak bola di SMA Shizuoka Gakuen dan Universitas Juntendo sebelum direkrut Kawasaki Frontale pada 2018. Ia menjalani debutnya di J1 League pada 7 Desember 2019, saat melawan Hokkaido Consadole Sapporo.

Total, ia bermain 75 kali untuk Kawasaki Frontale dan mencetak 12 gol serta membuat sembilan assist. Reo Hatate juga mempersembahkan dua gelar J1 League, satu Piala Kaisar, dan 1 Piala Super Jepang.

Pemain yang lahir di Suzuka, Mie, Jepang ini kemudian diboyong Celtic pada awal tahun 2022, dan masih akan bermain di Liga Skotlandia musim ini. Ia tak sendiri di Celtic, ada beberapa pemain Jepang lainnya di sana yaitu Daizen Maeda, Kyogo Furuhashi, dan Yosuke Ideguchi.

7 dari 8 halaman

Mizuki Arai

Mizuki Arai menjalani debut profesionalnya di Eropa bersama klub Liga Austria, SV Horn pada 2016. Sebelumnya, ia sempat menimba ilmu di akademi pemain muda Kashiwa Reysol dan Urawa Red Diamonds.

Ia kemudian kembali ke Jepang pada 2017 untuk membela SC Sagamihara, Kataller Toyama. Pemain yang lahir di Saitama, Jepang ini lalu hijrah ke Tokyo Verdy pada musim panas 2019.

Nah pada musim panas tahun ini, Mizuki Arai kembali merumput di Eropa. Pemain berusia 25 tahun ini diboyong tim kasta teratas Liga Portugal, Gil Vicente.

8 dari 8 halaman

Yukinari Sugawara

Yukinari Sugawara mengawali kariernya di akademi pemain muda Nagoya Grampus. Ia menjalani debut di tim utama pada 24 Februari 2018, melawan Gamba Osaka dalam laga pembukaan musim itu.

Ketika itu, ia masih berusia 17 tahun, 7 bulan, 27 hari, sehingga jadi pemain termuda kedua dalam sejarah J1 League saat menjalani debutnya. Yukinari Sugawara hanya kalah dari Junichi Inamoto yang menjalani debut di J1 League pada 1997.

Ia juga jadi pemain termuda yang menandatangani kontrak profesional bersama Nagoya Grampus, klub yang ia bela hanya satu setengah musim. Total, ia bermain 24 kali untuk Nagoya Grampus sebelum pindah ke Eropa.

Pada musim panas 2019, Yukinari Sugawara direkrut tim Liga Belanda, AZ Alkmaar. Awalnya sebagai pemain pinjaman, kemudian dipermanenkan setahun berikutnya.

(Bola.net/Fitri Apriani)

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR